<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hatta Terus Usut Lamanya Bongkar Muat di Pelabuhan</title><description>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa kembali melontarkan  kekesalannya akibat dwelling time (waktu bongkar muat kapal) di  pelabuhan yang semakin lama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/06/320/832868/hatta-terus-usut-lamanya-bongkar-muat-di-pelabuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/06/320/832868/hatta-terus-usut-lamanya-bongkar-muat-di-pelabuhan"/><item><title>Hatta Terus Usut Lamanya Bongkar Muat di Pelabuhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/06/320/832868/hatta-terus-usut-lamanya-bongkar-muat-di-pelabuhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/06/320/832868/hatta-terus-usut-lamanya-bongkar-muat-di-pelabuhan</guid><pubDate>Sabtu 06 Juli 2013 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Mirayanti Hutauruk</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/06/320/832868/jqNWDGUb9E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/06/320/832868/jqNWDGUb9E.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa kembali melontarkan kekesalannya akibat dwelling time (waktu bongkar muat kapal) di pelabuhan yang semakin lama.&amp;ldquo;Saya sangat tidak happy dengan itu, karena rapat dua kali, mereka menjanjikan dwelling time akan diturunkan menjadi empat hari. Tapi apa yang terjadi malah meningkat,&amp;rdquo; ujar Hatta di Gedung DPR, Jakarta.Padahal, dia mengatakan, dwelling time di Indonesia diharapkan bisa mengarah pada strandar Singapura. Hatta masih mempertanyakan penyebab meningkatnya dwelling time tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti persolaan tersebut sampai ketemu dengan titik penyebab permasalahan.&amp;ldquo;Jadi minggu depan saya akan menindaklanjuti ini, untuk melihat apa sesungguhnya masalah yang terjadi,&quot; katanya.Dia mengatakan, dwelling time harus segera diwujutkan menjadi empat hari, jika tidak akan membawa banyak kerugian. Terutama menjelang ASEAN Economic Community (AEC) 2015.&amp;ldquo;Ini harus diwujudkan betul, apalagi kita sudah memasuki&amp;nbsp; AEC, kita memasuki National Single Window. Ini tidak boleh terjadi. Malu kita,&amp;rdquo; ujar Hatta.Sebelumnya Kementerian Perhubungan mengusulkan agar yang sudah mendapat surat persertujuan pengeluaran barang itu langsung dibawa ke dry port .Namun, Hatta mengatakan, dry port belum beroperasi sampai saat ini meski sudah ada kesepakatan antara Pelindo dengan pemilih lahan Mbah Priuk tentang pembebasan lahan yang akan digunakan untuk rel kereta api yang menghubungkan ke pelabuhan.&amp;ldquo;Dry port kita sekarang juga belum operasional. Sudah dua kali saya mengunjungi itu tapi belum juga selesai, kemarin katanya&amp;nbsp; bulan depan, bulan depan terus, saya juga ingin lihat apa masalahnya,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa kembali melontarkan kekesalannya akibat dwelling time (waktu bongkar muat kapal) di pelabuhan yang semakin lama.&amp;ldquo;Saya sangat tidak happy dengan itu, karena rapat dua kali, mereka menjanjikan dwelling time akan diturunkan menjadi empat hari. Tapi apa yang terjadi malah meningkat,&amp;rdquo; ujar Hatta di Gedung DPR, Jakarta.Padahal, dia mengatakan, dwelling time di Indonesia diharapkan bisa mengarah pada strandar Singapura. Hatta masih mempertanyakan penyebab meningkatnya dwelling time tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti persolaan tersebut sampai ketemu dengan titik penyebab permasalahan.&amp;ldquo;Jadi minggu depan saya akan menindaklanjuti ini, untuk melihat apa sesungguhnya masalah yang terjadi,&quot; katanya.Dia mengatakan, dwelling time harus segera diwujutkan menjadi empat hari, jika tidak akan membawa banyak kerugian. Terutama menjelang ASEAN Economic Community (AEC) 2015.&amp;ldquo;Ini harus diwujudkan betul, apalagi kita sudah memasuki&amp;nbsp; AEC, kita memasuki National Single Window. Ini tidak boleh terjadi. Malu kita,&amp;rdquo; ujar Hatta.Sebelumnya Kementerian Perhubungan mengusulkan agar yang sudah mendapat surat persertujuan pengeluaran barang itu langsung dibawa ke dry port .Namun, Hatta mengatakan, dry port belum beroperasi sampai saat ini meski sudah ada kesepakatan antara Pelindo dengan pemilih lahan Mbah Priuk tentang pembebasan lahan yang akan digunakan untuk rel kereta api yang menghubungkan ke pelabuhan.&amp;ldquo;Dry port kita sekarang juga belum operasional. Sudah dua kali saya mengunjungi itu tapi belum juga selesai, kemarin katanya&amp;nbsp; bulan depan, bulan depan terus, saya juga ingin lihat apa masalahnya,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
