<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KEN Minta Disparitas Harga BBM Tak Lebih dari Rp2.000</title><description>Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani mengatakan, untuk  rencana penerapan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap sebaiknya tidak  memiki disparitas harga yang jauh dari BBM nonsubsidi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/11/19/835669/ken-minta-disparitas-harga-bbm-tak-lebih-dari-rp2-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/11/19/835669/ken-minta-disparitas-harga-bbm-tak-lebih-dari-rp2-000"/><item><title>KEN Minta Disparitas Harga BBM Tak Lebih dari Rp2.000</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/11/19/835669/ken-minta-disparitas-harga-bbm-tak-lebih-dari-rp2-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/11/19/835669/ken-minta-disparitas-harga-bbm-tak-lebih-dari-rp2-000</guid><pubDate>Kamis 11 Juli 2013 19:45 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/11/19/835669/2MJmC0JZip.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/11/19/835669/2MJmC0JZip.jpg</image><title>ilustrasi: (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani mengatakan, untuk rencana penerapan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap sebaiknya tidak memiki disparitas harga yang jauh dari BBM nonsubsidi.&amp;nbsp;&quot;Untuk besaran subsidinya, sebaiknya harganya itu tidak terlalu besar atau tidak lebih Rp2.000 selisihnya dari harga Pertamax,&quot; ujar Aviliani di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (11/7/2013).Aviliani menjelaskan, sehingga ada jarak harga yang sedikit dengan BBM non subsidi, hal ini juga akan membuat masyarakat beralih menggunakan BBM nonsubsidi jenis Pertamax maupun Pertamax plus.&quot;kalau subsidi fixnya Rp2.000 naiknya. Kan dampaknya signifikan, disparitas minimal Rp2.000 akan beralih ke pertamax,&quot; ucap Aviliani.Sebelumnya, Komite Ekonomi Nasional (KEN) menyatakan mendukung rencana pemerintah untuk memberlakukan subsidi tetap pada Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.&quot;Ini bagus, hal tersebut bisa melatih masyarakat jika subsidi pada BBM ditiadakan,&quot; ungkap Sekretaris KEN Aviliani.Menurut Aviliani, dengan rencana subsidi tetap pada BBM maka masyarakat yang akan menyesuaikan harga BBM, sementara pemerintah hanya mengeluarkan uang yang tetap. (wan)</description><content:encoded>JAKARTA - Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani mengatakan, untuk rencana penerapan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap sebaiknya tidak memiki disparitas harga yang jauh dari BBM nonsubsidi.&amp;nbsp;&quot;Untuk besaran subsidinya, sebaiknya harganya itu tidak terlalu besar atau tidak lebih Rp2.000 selisihnya dari harga Pertamax,&quot; ujar Aviliani di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (11/7/2013).Aviliani menjelaskan, sehingga ada jarak harga yang sedikit dengan BBM non subsidi, hal ini juga akan membuat masyarakat beralih menggunakan BBM nonsubsidi jenis Pertamax maupun Pertamax plus.&quot;kalau subsidi fixnya Rp2.000 naiknya. Kan dampaknya signifikan, disparitas minimal Rp2.000 akan beralih ke pertamax,&quot; ucap Aviliani.Sebelumnya, Komite Ekonomi Nasional (KEN) menyatakan mendukung rencana pemerintah untuk memberlakukan subsidi tetap pada Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.&quot;Ini bagus, hal tersebut bisa melatih masyarakat jika subsidi pada BBM ditiadakan,&quot; ungkap Sekretaris KEN Aviliani.Menurut Aviliani, dengan rencana subsidi tetap pada BBM maka masyarakat yang akan menyesuaikan harga BBM, sementara pemerintah hanya mengeluarkan uang yang tetap. (wan)</content:encoded></item></channel></rss>
