<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Astra: Kita Tekan Biaya Operasional</title><description>Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Prijono Sugiarto  belum bisa mengukur sejauh mana dampak dari keputusan BI tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/12/278/835755/bos-astra-kita-tekan-biaya-operasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/12/278/835755/bos-astra-kita-tekan-biaya-operasional"/><item><title>Bos Astra: Kita Tekan Biaya Operasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/12/278/835755/bos-astra-kita-tekan-biaya-operasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/12/278/835755/bos-astra-kita-tekan-biaya-operasional</guid><pubDate>Jum'at 12 Juli 2013 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/12/278/835755/8JcEwzwAoe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Prijono Sugiarto. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/12/278/835755/8JcEwzwAoe.jpg</image><title>Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Prijono Sugiarto. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga acuannya (BI rate) yang cukup signifikan, yakni 50 basis poin menjadi 6,5 persen, nampaknya akan memberikan dampak signifikan pada pergerakan rupiah dan juga pangsa pasar.Akan tetapi, Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Prijono Sugiarto belum bisa mengukur sejauh mana dampak dari keputusan BI tersebut.&quot;Terlalu dini untuk membicarakan BI rate yang naik. Dampaknya pasti ada, tapi masih terlalu dini untuk membicarakan dampaknya,&quot; ujar Prijono kepada wartawan di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Kamis (12/7/2013) malam.Prijono menambahkan, lebih baik memikirkan bagaimana cara pemerintah untuk mengendalikan inflasi. Sebab, dengan terkendalinya hal tersebut dapat memungkinkan kenaikan BI rate terhenti di level 6,5 persen.&quot;Mudah-mudahan semuanya bisa terkendali, seperti inflasi, dengan begitu mudahan-mudahan BI rate berhenti di sini (50 basis poin menjadi 6,5 persen),&quot; tukas Prijono.Dengan begitu, Prijono mengungkapkan akan terus mengupayakan pemakaian operational cost dengan seefisien mungkin. Tidak hanya itu, Prijono juga mengakui bahwa tahun ini merupakan tahun tidak mudah.&quot;Tahun ini merupakan tahun yang tidak mudah, tapi kita harus percaya kepada Indonesia, upaya kita tentu mencoba operasional seefisien mungkin dengan cost yang rendah,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga acuannya (BI rate) yang cukup signifikan, yakni 50 basis poin menjadi 6,5 persen, nampaknya akan memberikan dampak signifikan pada pergerakan rupiah dan juga pangsa pasar.Akan tetapi, Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Prijono Sugiarto belum bisa mengukur sejauh mana dampak dari keputusan BI tersebut.&quot;Terlalu dini untuk membicarakan BI rate yang naik. Dampaknya pasti ada, tapi masih terlalu dini untuk membicarakan dampaknya,&quot; ujar Prijono kepada wartawan di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Kamis (12/7/2013) malam.Prijono menambahkan, lebih baik memikirkan bagaimana cara pemerintah untuk mengendalikan inflasi. Sebab, dengan terkendalinya hal tersebut dapat memungkinkan kenaikan BI rate terhenti di level 6,5 persen.&quot;Mudah-mudahan semuanya bisa terkendali, seperti inflasi, dengan begitu mudahan-mudahan BI rate berhenti di sini (50 basis poin menjadi 6,5 persen),&quot; tukas Prijono.Dengan begitu, Prijono mengungkapkan akan terus mengupayakan pemakaian operational cost dengan seefisien mungkin. Tidak hanya itu, Prijono juga mengakui bahwa tahun ini merupakan tahun tidak mudah.&quot;Tahun ini merupakan tahun yang tidak mudah, tapi kita harus percaya kepada Indonesia, upaya kita tentu mencoba operasional seefisien mungkin dengan cost yang rendah,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
