<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementan: Harga Cabai Naik Tak Perlu Dibesar-besarkan</title><description>Tingginya harga cabai juga dipengaruhi oleh permintaan yang tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/19/320/839713/kementan-harga-cabai-naik-tak-perlu-dibesar-besarkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/19/320/839713/kementan-harga-cabai-naik-tak-perlu-dibesar-besarkan"/><item><title>Kementan: Harga Cabai Naik Tak Perlu Dibesar-besarkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/19/320/839713/kementan-harga-cabai-naik-tak-perlu-dibesar-besarkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/19/320/839713/kementan-harga-cabai-naik-tak-perlu-dibesar-besarkan</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2013 18:21 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/19/320/839713/29PpL4g690.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/19/320/839713/29PpL4g690.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Hasanudin Ibrahim mengatakan, melonjaknya harga cabai di pasaran yang menembus Rp100 ribu per kg di berbagai wilayah Indonesia merupakan suatu hal yang seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan.&quot;Sebenarnya yang mahal itu kan cabai rawit merah. Masyarakat indonesia cuma 15 persen konsumsi cabai tersebut. Cabai itu kan jenisnya macam-macam,&quot; ungkap Hasanudin di Jakarta, Jumat (19/7/2013).Hasanudin menambahkan, namun untuk harga cabai merah keriting yang dikonsumsi masyarakat Indonesia sebesar 85 persen harganya stabil.&quot;Lalu cabai besar yang biasa digunakan industri untuk buat saos kaya Heinz, ABC juga harganya Rp15 ribu-20 ribu&amp;nbsp; per kg. Sedangkan cabai rawit ijo yang buat makan gorengan itu Rp7 ribu. Yang cabai keriting juga kadang-kadang buat hiasan makanan. Namun itu malah yang tidak di ekspose,&quot; jelasnya.&quot;Masyarakat juga kalau membeli cabai diperkirakan tidak ada yang 1 kg. Enggak mungkin, beli banyak-banyak mau mabok sambel? Biasanya juga dihitung dengan gram. Masyarakat kita saja yang terbiasa prefensi cabai segar, kalau ditaruh di kulkas pun enggak tahan lama,&quot; tegas dia.Dia menambahkan, memang tingginya harga cabai juga dipengaruhi oleh permintaan yang tinggi. &quot;Tapi itu sudah diantisipasi oleh petani kok, naiknya 10-20 persen kebutuhan cabai. Ada pengaruhnya buat petani, kasihan petani. Mereka selalu tanya kok harga cabai mahal, padahal kan harga cabai ini cuma Rp20 ribu,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Hasanudin Ibrahim mengatakan, melonjaknya harga cabai di pasaran yang menembus Rp100 ribu per kg di berbagai wilayah Indonesia merupakan suatu hal yang seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan.&quot;Sebenarnya yang mahal itu kan cabai rawit merah. Masyarakat indonesia cuma 15 persen konsumsi cabai tersebut. Cabai itu kan jenisnya macam-macam,&quot; ungkap Hasanudin di Jakarta, Jumat (19/7/2013).Hasanudin menambahkan, namun untuk harga cabai merah keriting yang dikonsumsi masyarakat Indonesia sebesar 85 persen harganya stabil.&quot;Lalu cabai besar yang biasa digunakan industri untuk buat saos kaya Heinz, ABC juga harganya Rp15 ribu-20 ribu&amp;nbsp; per kg. Sedangkan cabai rawit ijo yang buat makan gorengan itu Rp7 ribu. Yang cabai keriting juga kadang-kadang buat hiasan makanan. Namun itu malah yang tidak di ekspose,&quot; jelasnya.&quot;Masyarakat juga kalau membeli cabai diperkirakan tidak ada yang 1 kg. Enggak mungkin, beli banyak-banyak mau mabok sambel? Biasanya juga dihitung dengan gram. Masyarakat kita saja yang terbiasa prefensi cabai segar, kalau ditaruh di kulkas pun enggak tahan lama,&quot; tegas dia.Dia menambahkan, memang tingginya harga cabai juga dipengaruhi oleh permintaan yang tinggi. &quot;Tapi itu sudah diantisipasi oleh petani kok, naiknya 10-20 persen kebutuhan cabai. Ada pengaruhnya buat petani, kasihan petani. Mereka selalu tanya kok harga cabai mahal, padahal kan harga cabai ini cuma Rp20 ribu,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
