<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh, Ada yang &quot;Permainkan&quot; Harga Cabai</title><description>Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Hasanudin Ibrahim  menyinyalir, kenaikan harga cabai di pasaran saat ini akibat ada sedikit  &quot;permainan&quot;.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/19/320/839755/duh-ada-yang-permainkan-harga-cabai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/19/320/839755/duh-ada-yang-permainkan-harga-cabai"/><item><title>Duh, Ada yang &quot;Permainkan&quot; Harga Cabai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/19/320/839755/duh-ada-yang-permainkan-harga-cabai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/19/320/839755/duh-ada-yang-permainkan-harga-cabai</guid><pubDate>Jum'at 19 Juli 2013 19:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/19/320/839755/kJg97qwWik.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/19/320/839755/kJg97qwWik.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Hasanudin Ibrahim menyinyalir, kenaikan harga cabai di pasaran saat ini akibat ada sedikit &quot;permainan&quot;.&quot;Kita harus hati-hati, di beberapa lokasi pernah harga cabai rawit merah anjlok jadi Rp5 ribu. Tiba-tiba ada lagi harga melejit jadi Rp60 ribu per kg. Terus anjlok lagi jadi Rp15 ribu per kg. Namun ini hanya di beberapa lokasi saja. Ada apa ini?&quot; ungkap Hasanudin di Jakarta, Jumat (19/7/2013).Hasanudin menjelaskan, saat ini sebetulnya produksi cabai relatif tidak banyak berubah, memang turun sekitar 5-10 persen. Namun tidak dipungkiri juga faktor cuaca juga mempengaruhi produksi para petani.&quot;Gangguan cuaca ini juga mempengaruhi distribusi. Kita tahu tanam cabai itu di areal jauh dari pasar sampai di dataran menengah, kalau misalnya hujan akses masuk ke sana licin dan tidak ada jalan. Mereka mau enggak mau panggul, tapi kecepatan terganggu,&quot; kata Hasanudin.&quot;Cuaca kan dari Tuhan, kita pahami petani lah, luas lahan petani juga enggak bisa luas-luas. Misalnya nanti mau panen harga bisa anjlok rugi. Apa ada yang salah di petaninya? distribusinya? apa pengaruhnya kenaikan BBM?&quot; sambungnya.Menurut Hasanuddin, faktor yang membuat harga cabai seperti dipermainkan saat ini yakni sistem distribusinya yang cukup panjang.&quot;Jadi pemainnya terlalu banyak di pertanian, harus diperpendek. Harusnya kondisi seperti ini saling membantu, menjelang lebaran memang pada cari untung. Tapi yang pas-pas saja lah. Keuntungan wajar. Petani enggak kaya kok tetep miskin, kita ini yang kaya. Dua hal itu mengganggu kontribusi harga saat ini,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Hasanudin Ibrahim menyinyalir, kenaikan harga cabai di pasaran saat ini akibat ada sedikit &quot;permainan&quot;.&quot;Kita harus hati-hati, di beberapa lokasi pernah harga cabai rawit merah anjlok jadi Rp5 ribu. Tiba-tiba ada lagi harga melejit jadi Rp60 ribu per kg. Terus anjlok lagi jadi Rp15 ribu per kg. Namun ini hanya di beberapa lokasi saja. Ada apa ini?&quot; ungkap Hasanudin di Jakarta, Jumat (19/7/2013).Hasanudin menjelaskan, saat ini sebetulnya produksi cabai relatif tidak banyak berubah, memang turun sekitar 5-10 persen. Namun tidak dipungkiri juga faktor cuaca juga mempengaruhi produksi para petani.&quot;Gangguan cuaca ini juga mempengaruhi distribusi. Kita tahu tanam cabai itu di areal jauh dari pasar sampai di dataran menengah, kalau misalnya hujan akses masuk ke sana licin dan tidak ada jalan. Mereka mau enggak mau panggul, tapi kecepatan terganggu,&quot; kata Hasanudin.&quot;Cuaca kan dari Tuhan, kita pahami petani lah, luas lahan petani juga enggak bisa luas-luas. Misalnya nanti mau panen harga bisa anjlok rugi. Apa ada yang salah di petaninya? distribusinya? apa pengaruhnya kenaikan BBM?&quot; sambungnya.Menurut Hasanuddin, faktor yang membuat harga cabai seperti dipermainkan saat ini yakni sistem distribusinya yang cukup panjang.&quot;Jadi pemainnya terlalu banyak di pertanian, harus diperpendek. Harusnya kondisi seperti ini saling membantu, menjelang lebaran memang pada cari untung. Tapi yang pas-pas saja lah. Keuntungan wajar. Petani enggak kaya kok tetep miskin, kita ini yang kaya. Dua hal itu mengganggu kontribusi harga saat ini,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
