<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumsi Listrik di Jabar &amp; Banten Naik Hingga 9%</title><description>Konsumsi listrik di Jawa Barat dan Banten pada Ramadan kali ini mengalami peningkatan dibanding Ramadan tahun lalu. Tahun lalu,  rata-rata beban puncak siang masih sebesar 5.200 megawatt (mw) dan malam  harinya 6.160 mw.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/23/19/841152/konsumsi-listrik-di-jabar-banten-naik-hingga-9</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/23/19/841152/konsumsi-listrik-di-jabar-banten-naik-hingga-9"/><item><title>Konsumsi Listrik di Jabar &amp; Banten Naik Hingga 9%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/23/19/841152/konsumsi-listrik-di-jabar-banten-naik-hingga-9</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/23/19/841152/konsumsi-listrik-di-jabar-banten-naik-hingga-9</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2013 12:49 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/23/19/841152/HC4aXuSwl7.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/23/19/841152/HC4aXuSwl7.jpg</image><title></title></images><description>BANDUNG - Konsumsi listrik di Jawa Barat dan Banten pada Ramadan kali ini mengalami peningkatan dibanding Ramadan tahun lalu. Tahun lalu, rata-rata beban puncak siang masih sebesar 5.200 megawatt (mw) dan malam harinya 6.160 mw.&quot;Tahun ini rata-rata beban puncak siang menjadi 5.600 megawat dan malam harinya jadi 6.650 mw,&quot; kata GM PLN Jabar dan Banten, Denny Pranoto, Selasa (23/7/2013).Tapi jika dibandingkan dengan bulan biasa, beban puncak penggunaan listrik pada siang hari mengalami penurunan. &quot;Angka rata-rata beban puncak siang turun hingga 7,1 persen dibandingkan bulan biasa yang mencapai 6.034 mw,&quot; jelasnya.Sedangkan pada H-2 hingga H+4 Lebaran, beban puncak penggunaan listrik pada siang hari diprediksi turun. &quot;Penurunannya diperkirakan mencapai 39 persen,&quot; ungkap Denny.Penurunan itu disebabkan pelanggan industri, perkantoran, dan sebagian pelanggan komersial sudah meliburkan aktivitasnya pada H-2 hingga H+4. Sedangkan untuk beban puncak malam hari, penggunaan listrik diprediksi turun 26 persen.Denny mengatakan, untuk menjaga pasokan listrik selama Ramadan dan Lebaran, PLN Jawa Barat dan Banten melaksanakan berbagai langkah. &quot;Selama periode H-15 hingga H+15, kita meniadakan semua kegiatan pemeliharaan listrik terencana yang mengakibatkan pemadaman,&quot; tuturnya.Sebanyak 345 posko siaga disiapkan dengan personel 3.68 orang yang akan melayani pelanggan selama 24 jam. Jika membutuhkan pelayanan petugas PLN, konsumen tinggal menghubungi call center PLN 123.&quot;Kita juga menyiapkan sarana pendukung berupa kendaraan pelayanan teknik 434 unit, trafo mobil 58 unit, mobil crane 23 unit, mobil deteksi gangguan 10 unit, dan genset 87 unit,&quot; papar Denny.PLN juga menyediakan material cadangan sehingga jika terjadi gangguan bisa segera diatasi. (Kie)</description><content:encoded>BANDUNG - Konsumsi listrik di Jawa Barat dan Banten pada Ramadan kali ini mengalami peningkatan dibanding Ramadan tahun lalu. Tahun lalu, rata-rata beban puncak siang masih sebesar 5.200 megawatt (mw) dan malam harinya 6.160 mw.&quot;Tahun ini rata-rata beban puncak siang menjadi 5.600 megawat dan malam harinya jadi 6.650 mw,&quot; kata GM PLN Jabar dan Banten, Denny Pranoto, Selasa (23/7/2013).Tapi jika dibandingkan dengan bulan biasa, beban puncak penggunaan listrik pada siang hari mengalami penurunan. &quot;Angka rata-rata beban puncak siang turun hingga 7,1 persen dibandingkan bulan biasa yang mencapai 6.034 mw,&quot; jelasnya.Sedangkan pada H-2 hingga H+4 Lebaran, beban puncak penggunaan listrik pada siang hari diprediksi turun. &quot;Penurunannya diperkirakan mencapai 39 persen,&quot; ungkap Denny.Penurunan itu disebabkan pelanggan industri, perkantoran, dan sebagian pelanggan komersial sudah meliburkan aktivitasnya pada H-2 hingga H+4. Sedangkan untuk beban puncak malam hari, penggunaan listrik diprediksi turun 26 persen.Denny mengatakan, untuk menjaga pasokan listrik selama Ramadan dan Lebaran, PLN Jawa Barat dan Banten melaksanakan berbagai langkah. &quot;Selama periode H-15 hingga H+15, kita meniadakan semua kegiatan pemeliharaan listrik terencana yang mengakibatkan pemadaman,&quot; tuturnya.Sebanyak 345 posko siaga disiapkan dengan personel 3.68 orang yang akan melayani pelanggan selama 24 jam. Jika membutuhkan pelayanan petugas PLN, konsumen tinggal menghubungi call center PLN 123.&quot;Kita juga menyiapkan sarana pendukung berupa kendaraan pelayanan teknik 434 unit, trafo mobil 58 unit, mobil crane 23 unit, mobil deteksi gangguan 10 unit, dan genset 87 unit,&quot; papar Denny.PLN juga menyediakan material cadangan sehingga jika terjadi gangguan bisa segera diatasi. (Kie)</content:encoded></item></channel></rss>
