<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Melemah, Daya Saing RI Tak Terpengaruh</title><description>Nilai tukar Rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat  (AS) diperkirakan tidak akan mempengaruhi daya saing Indonesia di kancah  global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/23/20/841274/rupiah-melemah-daya-saing-ri-tak-terpengaruh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/23/20/841274/rupiah-melemah-daya-saing-ri-tak-terpengaruh"/><item><title>Rupiah Melemah, Daya Saing RI Tak Terpengaruh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/23/20/841274/rupiah-melemah-daya-saing-ri-tak-terpengaruh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/23/20/841274/rupiah-melemah-daya-saing-ri-tak-terpengaruh</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2013 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/23/20/841274/MlOBhmgbQf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/23/20/841274/MlOBhmgbQf.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan tidak akan mempengaruhi daya saing Indonesia di kancah global. Pasalnya, pelemahan Rupiah juga dapat menahan inflasi.&quot;Kita lihat, pertama, inflasi kita dibandingkan dengan negara lain, lebih tinggi enggak? Artinya, nilai tukarnya enggak berpengaruh kita kehilangan competitivenes. Itu hasil dibantu nilai tukar yang sedikit melemah kan,&quot; kata Menteri Keuangan Chatib Basri di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (23/7/2013). Chatib mengatakan, agar lebih kompetitif, Indonesia perlu mengetahui perlu mengetahui relaxation rate, di mana inflasi sejajar dengan depresiasi. Walaupun begitu, dia enggan memberikan kisaran nilai tukar Rupiah.&quot;Saya enggak tahu (berapa kisaran Rupiah yang pas), enggak tahu saya, dan enggak mau nyebut angka. (Takutnya) nanti dianggap sebagai patokan,&quot; kata Chatib.Berbeda dengan nilai tukar Rupiah, dia memperkirakan inflasi Juli bakal melonjak hingga 2 persen lantaran adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. &quot;Perkiraan saya sih dua sekian mungkin. Enggak berani bilang (lebih jauh) deh, tapi saya kira di atas 2 persen, karena efeknya dari 22 Juni ke 22 Juli akan masuk ke Juli,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan tidak akan mempengaruhi daya saing Indonesia di kancah global. Pasalnya, pelemahan Rupiah juga dapat menahan inflasi.&quot;Kita lihat, pertama, inflasi kita dibandingkan dengan negara lain, lebih tinggi enggak? Artinya, nilai tukarnya enggak berpengaruh kita kehilangan competitivenes. Itu hasil dibantu nilai tukar yang sedikit melemah kan,&quot; kata Menteri Keuangan Chatib Basri di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (23/7/2013). Chatib mengatakan, agar lebih kompetitif, Indonesia perlu mengetahui perlu mengetahui relaxation rate, di mana inflasi sejajar dengan depresiasi. Walaupun begitu, dia enggan memberikan kisaran nilai tukar Rupiah.&quot;Saya enggak tahu (berapa kisaran Rupiah yang pas), enggak tahu saya, dan enggak mau nyebut angka. (Takutnya) nanti dianggap sebagai patokan,&quot; kata Chatib.Berbeda dengan nilai tukar Rupiah, dia memperkirakan inflasi Juli bakal melonjak hingga 2 persen lantaran adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. &quot;Perkiraan saya sih dua sekian mungkin. Enggak berani bilang (lebih jauh) deh, tapi saya kira di atas 2 persen, karena efeknya dari 22 Juni ke 22 Juli akan masuk ke Juli,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
