<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> TBIG Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Buy Back</title><description>Langkah tersebut merupakan salah satu startegi perusahaan untuk  mengontrol pergerakan harga saham agar likuid di pasaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/24/278/841728/tbig-siapkan-rp1-4-triliun-untuk-buy-back</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/24/278/841728/tbig-siapkan-rp1-4-triliun-untuk-buy-back"/><item><title> TBIG Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Buy Back</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/24/278/841728/tbig-siapkan-rp1-4-triliun-untuk-buy-back</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/24/278/841728/tbig-siapkan-rp1-4-triliun-untuk-buy-back</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2013 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/24/278/841728/jdMbpONTQp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/24/278/841728/jdMbpONTQp.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana melakukan pembelian kembali saham (buy back) sebanyak-banyaknya 5 persen dari jumlah modal yang ditempatkan, atau 239.800.000 lembar saham.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Corporate Secretary TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan, langkah tersebut merupakan salah satu startegi perusahaan untuk mengontrol pergerakan harga saham agar likuid di pasaran.&quot;Dalam aksi ini, kami menyiapkan dana sebesar Rp1,4 triliun dari kas internal, dalam aksi ini kami optimistis cash flow kami masih mencukupi,&quot; jelasnya usai RUPS-LB di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (24/7/2013).&amp;nbsp;Dia menjelaskan, perseroan melakukan aksi buy back karena harga saham masih di bawah harga fundamental saat ini sebesar Rp6.000. Selain itu aksi buy back saham ini akan dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi pasar dalam waktu maksimal 18 bulan. Menurutnya, rencana buy back saham tersebut untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola modal, mencapai struktur permodalan yang efisien, sehingga memungkinkan perseroan meningkatkan earning per share dan return on equity (ROE). Sebagai informasi, hingga 31 Maret 2013, TBIG memiliki dan mengoperasikan 8.810 sites dengan 14.319 penyewaan. Perusahaan ini masuk dalam Group Saratoga Capital dan Provident Capital.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana melakukan pembelian kembali saham (buy back) sebanyak-banyaknya 5 persen dari jumlah modal yang ditempatkan, atau 239.800.000 lembar saham.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Corporate Secretary TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan, langkah tersebut merupakan salah satu startegi perusahaan untuk mengontrol pergerakan harga saham agar likuid di pasaran.&quot;Dalam aksi ini, kami menyiapkan dana sebesar Rp1,4 triliun dari kas internal, dalam aksi ini kami optimistis cash flow kami masih mencukupi,&quot; jelasnya usai RUPS-LB di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (24/7/2013).&amp;nbsp;Dia menjelaskan, perseroan melakukan aksi buy back karena harga saham masih di bawah harga fundamental saat ini sebesar Rp6.000. Selain itu aksi buy back saham ini akan dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi pasar dalam waktu maksimal 18 bulan. Menurutnya, rencana buy back saham tersebut untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola modal, mencapai struktur permodalan yang efisien, sehingga memungkinkan perseroan meningkatkan earning per share dan return on equity (ROE). Sebagai informasi, hingga 31 Maret 2013, TBIG memiliki dan mengoperasikan 8.810 sites dengan 14.319 penyewaan. Perusahaan ini masuk dalam Group Saratoga Capital dan Provident Capital.</content:encoded></item></channel></rss>
