<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag: Kita Gajah yang Besar</title><description>Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, untuk menghadapi AEC 2015  pemerintah telah mempersiapkan beberapa kebijakan terkait pasar tunggal  dan basis produksi terutama untuk produk kategori ekspor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/24/320/842096/mendag-kita-gajah-yang-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/24/320/842096/mendag-kita-gajah-yang-besar"/><item><title>Mendag: Kita Gajah yang Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/24/320/842096/mendag-kita-gajah-yang-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/24/320/842096/mendag-kita-gajah-yang-besar</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2013 19:53 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Mirayanti Hutauruk</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/24/320/842096/uXv6T8zqN4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Gita Wirjawan. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/24/320/842096/uXv6T8zqN4.jpg</image><title>Mendag Gita Wirjawan. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - ASEAN Economic Community (AEC) atau Kawasan Ekonomi ASEAN yang terintegrasi sudah di depan mata. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, untuk menghadapi AEC 2015 pemerintah telah mempersiapkan beberapa kebijakan terkait pasar tunggal dan basis produksi terutama untuk produk kategori ekspor.&quot;Kemendag telah mempersiapkan kebijakan penting antara lain pasar tunggal dan basis produksi terutama untuk produk kategori ekspor seperti produk utama, produk potensial dan produk baru lainnya,&quot; ungkap Gita di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Rabu (24/7/2013).Gita mengatakan peluang Indonesia untuk mengahadapi AEC 2015 sangat besar. Pasalnya 45 persen dari total ekonomi ASEAN dikuasai oleh Indonesia. &quot;Kita gajah yang besar, kita memiliki 45 persen dari total ekonomi ASEAN,&quot; ujar Gita.Lebih lanjut, Gita mengatakan, populasi ASEAN cukup besar yakni sekitar 616,68 juta jiwa dengan PDB USd2,1 triliun sehingga menjadi kawasan yang menarik bagi para investor. Gita mengatakan kondisi tersebut merupakan suatu peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan Asean sebagai pasar sekaligus basis investasi.&quot;Tentu peluang tersebut terbuka bagi pengembangan industri di Indonesia termasuk perdagangan berjangka karema kita penghasil komoditi potensial dan memiliki peluang mengembangkan produk potensial untuk diperdagangkan di Bursa berjangka Indonesia,&quot; paparnya.Dengan demikian, Gita menambahkan, para produsen komoditi dapat melakukan lindung nilai (hedging) di Indonesia sehingga ketika likuiditas transaksi kontrak komoditi meningkat tidak menutup kemungkinan bursa berjangka Indonesia akan sejajar dengan bursa di kawasan ASEAN yang berfungsi sebagai sarana pembentukan harga dan sarana referensi harga bagi produk komoditi ekspor di dalam negeri.&quot;Industri perdagangan berjangka di Indonesia baik bursa maupun pialang dan pedagang berjangka diharapkan dapat memanfaatkan potensi dan peluang pengembangam usaha sehingga dapat menjadi pemimpin dalam industri perdagangan berjangka di kawasan ASEAN,&quot; lanjutnya.Gita berharap seluruh pemangku kepentingan baik elit politik, pemerintah, dunia usaha maupun kalangan pendidikan bersatu padu melakukan upaya penyebarluasan informasi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam menghadapi AEC 2015.</description><content:encoded>JAKARTA - ASEAN Economic Community (AEC) atau Kawasan Ekonomi ASEAN yang terintegrasi sudah di depan mata. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, untuk menghadapi AEC 2015 pemerintah telah mempersiapkan beberapa kebijakan terkait pasar tunggal dan basis produksi terutama untuk produk kategori ekspor.&quot;Kemendag telah mempersiapkan kebijakan penting antara lain pasar tunggal dan basis produksi terutama untuk produk kategori ekspor seperti produk utama, produk potensial dan produk baru lainnya,&quot; ungkap Gita di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Rabu (24/7/2013).Gita mengatakan peluang Indonesia untuk mengahadapi AEC 2015 sangat besar. Pasalnya 45 persen dari total ekonomi ASEAN dikuasai oleh Indonesia. &quot;Kita gajah yang besar, kita memiliki 45 persen dari total ekonomi ASEAN,&quot; ujar Gita.Lebih lanjut, Gita mengatakan, populasi ASEAN cukup besar yakni sekitar 616,68 juta jiwa dengan PDB USd2,1 triliun sehingga menjadi kawasan yang menarik bagi para investor. Gita mengatakan kondisi tersebut merupakan suatu peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan Asean sebagai pasar sekaligus basis investasi.&quot;Tentu peluang tersebut terbuka bagi pengembangan industri di Indonesia termasuk perdagangan berjangka karema kita penghasil komoditi potensial dan memiliki peluang mengembangkan produk potensial untuk diperdagangkan di Bursa berjangka Indonesia,&quot; paparnya.Dengan demikian, Gita menambahkan, para produsen komoditi dapat melakukan lindung nilai (hedging) di Indonesia sehingga ketika likuiditas transaksi kontrak komoditi meningkat tidak menutup kemungkinan bursa berjangka Indonesia akan sejajar dengan bursa di kawasan ASEAN yang berfungsi sebagai sarana pembentukan harga dan sarana referensi harga bagi produk komoditi ekspor di dalam negeri.&quot;Industri perdagangan berjangka di Indonesia baik bursa maupun pialang dan pedagang berjangka diharapkan dapat memanfaatkan potensi dan peluang pengembangam usaha sehingga dapat menjadi pemimpin dalam industri perdagangan berjangka di kawasan ASEAN,&quot; lanjutnya.Gita berharap seluruh pemangku kepentingan baik elit politik, pemerintah, dunia usaha maupun kalangan pendidikan bersatu padu melakukan upaya penyebarluasan informasi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam menghadapi AEC 2015.</content:encoded></item></channel></rss>
