<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kuartal III, Rupiah Masih Kalah Saing dari Dolar</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai pelemahan nilai tukar Rupiah  atas dolar Amerika Serikat (AS) masih akan berlanjut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/31/278/845030/kuartal-iii-rupiah-masih-kalah-saing-dari-dolar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/07/31/278/845030/kuartal-iii-rupiah-masih-kalah-saing-dari-dolar"/><item><title> Kuartal III, Rupiah Masih Kalah Saing dari Dolar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/07/31/278/845030/kuartal-iii-rupiah-masih-kalah-saing-dari-dolar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/07/31/278/845030/kuartal-iii-rupiah-masih-kalah-saing-dari-dolar</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2013 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/31/278/845030/vhjagDf50I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/31/278/845030/vhjagDf50I.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai pelemahan nilai tukar Rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) masih akan berlanjut. Pelemahan ini akan semakin terasa di kuartal III-2013.&quot;Ini efek pengaruh, karena harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik di 22 Juni. Kalau melihat itu, Januari-Maret dan Maret-Juni, belum kelihatan efek kenaikan inflasi di current account, yang akan berasa di kuartal III,&quot; jelas Menteri Keuangan Chatib Basri, Jakarta, Rabu (30/7/2013).Chatib mengatakan, sektor domestik perlu melihat defisit transaksi berjalan yang juga disebabkan dari sektor minyak dan gas (migas). Apalagi, saat ini nilai impor masih lebih besar ketimbang ekspor, terutama untuk BBM. Adapun inflasi akan mulai stabil pada September.&quot;Dengan melihat dampaknya, efek akan terlihat Agustus, maka permintaan valas pertamina akan menurun,&quot; ujar Chatib.Oleh karena itu, lanjut Chatib, nilai tukar juga terpengaruh atas ekspektasi-ekspektasi inflasi. Melihat BI dan pemerintah akan terlihat tiga bulan baru akan terlihat rupiah akan mulai stabil.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai pelemahan nilai tukar Rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) masih akan berlanjut. Pelemahan ini akan semakin terasa di kuartal III-2013.&quot;Ini efek pengaruh, karena harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik di 22 Juni. Kalau melihat itu, Januari-Maret dan Maret-Juni, belum kelihatan efek kenaikan inflasi di current account, yang akan berasa di kuartal III,&quot; jelas Menteri Keuangan Chatib Basri, Jakarta, Rabu (30/7/2013).Chatib mengatakan, sektor domestik perlu melihat defisit transaksi berjalan yang juga disebabkan dari sektor minyak dan gas (migas). Apalagi, saat ini nilai impor masih lebih besar ketimbang ekspor, terutama untuk BBM. Adapun inflasi akan mulai stabil pada September.&quot;Dengan melihat dampaknya, efek akan terlihat Agustus, maka permintaan valas pertamina akan menurun,&quot; ujar Chatib.Oleh karena itu, lanjut Chatib, nilai tukar juga terpengaruh atas ekspektasi-ekspektasi inflasi. Melihat BI dan pemerintah akan terlihat tiga bulan baru akan terlihat rupiah akan mulai stabil.</content:encoded></item></channel></rss>
