<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gara-Gara 3 Faktor Ini Inflasi Juli Meningkat Tajam  </title><description>Laju inflasi Juli 2013 yang tercatat sebesar 3,29 persen disebabkan oleh tiga faktor utama. Yakni, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menyambut Hari Raya Lebaran dan liburan sekolah.
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/01/20/845788/gara-gara-3-faktor-ini-inflasi-juli-meningkat-tajam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/08/01/20/845788/gara-gara-3-faktor-ini-inflasi-juli-meningkat-tajam"/><item><title>Gara-Gara 3 Faktor Ini Inflasi Juli Meningkat Tajam  </title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/01/20/845788/gara-gara-3-faktor-ini-inflasi-juli-meningkat-tajam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/08/01/20/845788/gara-gara-3-faktor-ini-inflasi-juli-meningkat-tajam</guid><pubDate>Kamis 01 Agustus 2013 13:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/01/20/845788/1zqvRh7Yda.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/01/20/845788/1zqvRh7Yda.jpg</image><title></title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Laju  inflasi Juli 2013 yang tercatat sebesar 3,29 persen disebabkan oleh tiga faktor  utama. Yakni, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menyambut Hari Raya  Lebaran dan liburan sekolah.
&amp;nbsp;
&quot;Bila tidak ada  kenaikan harga BBM, inflasi Juli biasanya 1 persen,&quot; ungkap Pengamat Ekonomi  dari Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono, melalui pesan singkatnya kepada  Okezone, Kamis (1/8/2013).
&amp;nbsp;
Menurutnya apa yang  terjadi saat ini sama dengan yang terjadi di India, di mana ketika mereka  menaikkan harga BBM menjadi USD1,3 per liter pada 2011, inflasi meroket ke 10  persen. 
&amp;nbsp;
&quot;Jadi harga BBM di  India sama dengan di Indonesia, yaitu sangat sensitif terhadap inflasi,&quot;  jelasnya.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui,  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2013  mengalami inflasi pada angka 3,29 persen. Angka ini naik, Juni 2013 mengalami  inflasi pada angka 1,03 persen.
&amp;nbsp;
Dari  66 kota, indeks harga konsumen (IHK) tercatat mengalami inflasi di 66 kota. Pada  66 kota IHK yang Inflasi, lanjut Suryamin, tertinggi di Ternate 6,04 persen dan  sorong 5,09 persen. Sementara inflasi terendah di Singkawang 1,36  persen. (kie)
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Laju  inflasi Juli 2013 yang tercatat sebesar 3,29 persen disebabkan oleh tiga faktor  utama. Yakni, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menyambut Hari Raya  Lebaran dan liburan sekolah.
&amp;nbsp;
&quot;Bila tidak ada  kenaikan harga BBM, inflasi Juli biasanya 1 persen,&quot; ungkap Pengamat Ekonomi  dari Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono, melalui pesan singkatnya kepada  Okezone, Kamis (1/8/2013).
&amp;nbsp;
Menurutnya apa yang  terjadi saat ini sama dengan yang terjadi di India, di mana ketika mereka  menaikkan harga BBM menjadi USD1,3 per liter pada 2011, inflasi meroket ke 10  persen. 
&amp;nbsp;
&quot;Jadi harga BBM di  India sama dengan di Indonesia, yaitu sangat sensitif terhadap inflasi,&quot;  jelasnya.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui,  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2013  mengalami inflasi pada angka 3,29 persen. Angka ini naik, Juni 2013 mengalami  inflasi pada angka 1,03 persen.
&amp;nbsp;
Dari  66 kota, indeks harga konsumen (IHK) tercatat mengalami inflasi di 66 kota. Pada  66 kota IHK yang Inflasi, lanjut Suryamin, tertinggi di Ternate 6,04 persen dan  sorong 5,09 persen. Sementara inflasi terendah di Singkawang 1,36  persen. (kie)
</content:encoded></item></channel></rss>
