<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Juli BBM Ambil Andil Sampai 0,77% Inflasi  </title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi 3,29&amp;nbsp;persen disebabkan oleh kenaikan Bahan Bakar Mineral (BBM) baik subsidi maupun non subsidi. Pasalnya BBM mengambil andil 0,77&amp;nbsp;persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/01/20/845809/juli-bbm-ambil-andil-sampai-0-77-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/08/01/20/845809/juli-bbm-ambil-andil-sampai-0-77-inflasi"/><item><title>Juli BBM Ambil Andil Sampai 0,77% Inflasi  </title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/01/20/845809/juli-bbm-ambil-andil-sampai-0-77-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/08/01/20/845809/juli-bbm-ambil-andil-sampai-0-77-inflasi</guid><pubDate>Kamis 01 Agustus 2013 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/01/20/845809/oQ9DMmIpq4.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/01/20/845809/oQ9DMmIpq4.jpg</image><title></title></images><description>&amp;nbsp;
JAKARTA - Badan Pusat  Statistik (BPS) mencatat inflasi 3,29 persen disebabkan oleh  kenaikan Bahan Bakar Mineral (BBM) baik subsidi maupun non subsidi. Pasalnya BBM  mengambil andil 0,77 persen.
&amp;nbsp;
Kepala BPS Suryamin  mengatakan penyebab utama tersebut mengalami perubahan harga sebesar  25,27 persen. Secara keseluruhan  kota IHK mengalami kenaikan 25,23 persen hinggi  25,27 persen. Ini melihat kenaikan  pada tanggal 22 Juni  serta Pertamina menaikan Pertamax dan Pertamax Plus. 
&amp;nbsp;
&quot;Ini hasil inflasi orang  konsumsi langsung BBM, karena ada juga BBM buat barang pabrik dan lain-lain,  kenaikan BBM itu sudah finalnya, selanjutnya dampak tidak langsung,&quot; ujar  Suryamin saat pemaparannya,Jakarta, Kamis (1/8/2013).
&amp;nbsp;
Suryamin mengatakan dampak  tidak langsung tersebut bisa dikontrol berbeda dengan dampak langsung BBM. 
&amp;nbsp;
&quot;Karena komoditi ini  dipengaruhi supply demand, bisa jadi ini kenaikan bisa melejit dan dampak tidak  langsung 1-2bulan, dan dah normal,&quot; ujar suryamin.
&amp;nbsp;
Suryamin menambahkan dampak  tidak langsung sudah bisa dilihat dari Tarif angkutan dalam kota dengan andil  inflasi 0,54persen dengan perubahan harga 21,05 persen. 
&amp;nbsp;
&quot;Kenaikan BBM mempengaruhi  tarif angkutan terjadi di 66 kota IHK, tertinggi di Kupang dan serang 42 persen  dan Disorong 37 persen,&quot; ujar  Suryamin.
&amp;nbsp;
Selain itu lanjut Suryamin,  tarif angkutan udara mengalami inflasi dengan andil 0,08 persen sedangkan perubahan  harga sekira 10,23persen. &quot;Ini karena permintaan jasa udara meningkat seiring  liburan,&quot; ujar Suryamin.
&amp;nbsp;
Tarif angkutan antar kota  pun mengalami inflasi, tambah Suryamin, dengan andil 0,07 persen sedangkan  perubahan harga sekira 12,15persen. &quot;Ini tentu dampak kenaikan BBM, ini terjadi  kenaikan di 63kota, dengan tertinggi di Ambon  33 persen, sedangkan 3 kota  enggak ada transport Batam, Tarakan, dan Ternate,&quot; ujar  Suryamin.
&amp;nbsp;
Suryamin  mengatakan, selain itu  dampak inflasi tertinggi pun masih dirasa oleh Bawang merah dengan andil  0,48 persen serta perubahan harga  62,28 persen. Terjadi di 66 kota  IHK, tertinggi di Bima mencapai 140 persen dan tangerang  114 persen.
&amp;nbsp;
&quot;Daging ayam ras, juga masih  terjadi, dengan andil 0,22 persen, perubahan kenaikan  harga 14,59 persen, karena tingginya  banyak permintaan, Ini terjadi kenaikan 62 kota, tertinggi di Pare-Pare  30 persen dan Kediri  26 persen,&quot; ujar  Suryamin.(kie)</description><content:encoded>&amp;nbsp;
JAKARTA - Badan Pusat  Statistik (BPS) mencatat inflasi 3,29 persen disebabkan oleh  kenaikan Bahan Bakar Mineral (BBM) baik subsidi maupun non subsidi. Pasalnya BBM  mengambil andil 0,77 persen.
&amp;nbsp;
Kepala BPS Suryamin  mengatakan penyebab utama tersebut mengalami perubahan harga sebesar  25,27 persen. Secara keseluruhan  kota IHK mengalami kenaikan 25,23 persen hinggi  25,27 persen. Ini melihat kenaikan  pada tanggal 22 Juni  serta Pertamina menaikan Pertamax dan Pertamax Plus. 
&amp;nbsp;
&quot;Ini hasil inflasi orang  konsumsi langsung BBM, karena ada juga BBM buat barang pabrik dan lain-lain,  kenaikan BBM itu sudah finalnya, selanjutnya dampak tidak langsung,&quot; ujar  Suryamin saat pemaparannya,Jakarta, Kamis (1/8/2013).
&amp;nbsp;
Suryamin mengatakan dampak  tidak langsung tersebut bisa dikontrol berbeda dengan dampak langsung BBM. 
&amp;nbsp;
&quot;Karena komoditi ini  dipengaruhi supply demand, bisa jadi ini kenaikan bisa melejit dan dampak tidak  langsung 1-2bulan, dan dah normal,&quot; ujar suryamin.
&amp;nbsp;
Suryamin menambahkan dampak  tidak langsung sudah bisa dilihat dari Tarif angkutan dalam kota dengan andil  inflasi 0,54persen dengan perubahan harga 21,05 persen. 
&amp;nbsp;
&quot;Kenaikan BBM mempengaruhi  tarif angkutan terjadi di 66 kota IHK, tertinggi di Kupang dan serang 42 persen  dan Disorong 37 persen,&quot; ujar  Suryamin.
&amp;nbsp;
Selain itu lanjut Suryamin,  tarif angkutan udara mengalami inflasi dengan andil 0,08 persen sedangkan perubahan  harga sekira 10,23persen. &quot;Ini karena permintaan jasa udara meningkat seiring  liburan,&quot; ujar Suryamin.
&amp;nbsp;
Tarif angkutan antar kota  pun mengalami inflasi, tambah Suryamin, dengan andil 0,07 persen sedangkan  perubahan harga sekira 12,15persen. &quot;Ini tentu dampak kenaikan BBM, ini terjadi  kenaikan di 63kota, dengan tertinggi di Ambon  33 persen, sedangkan 3 kota  enggak ada transport Batam, Tarakan, dan Ternate,&quot; ujar  Suryamin.
&amp;nbsp;
Suryamin  mengatakan, selain itu  dampak inflasi tertinggi pun masih dirasa oleh Bawang merah dengan andil  0,48 persen serta perubahan harga  62,28 persen. Terjadi di 66 kota  IHK, tertinggi di Bima mencapai 140 persen dan tangerang  114 persen.
&amp;nbsp;
&quot;Daging ayam ras, juga masih  terjadi, dengan andil 0,22 persen, perubahan kenaikan  harga 14,59 persen, karena tingginya  banyak permintaan, Ini terjadi kenaikan 62 kota, tertinggi di Pare-Pare  30 persen dan Kediri  26 persen,&quot; ujar  Suryamin.(kie)</content:encoded></item></channel></rss>
