<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bank Sahabat Sampoerna Melejit 212%</title><description>PT Bank Sahabat Sampoerna mencatatkan laba bersih semester pertama 2013  sebesar Rp7,5 miliar atau meningkat 212,5 persen dibanding periode yang  sama 2012 sebesar Rp2,4 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/02/278/846720/laba-bank-sahabat-sampoerna-melejit-212</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/08/02/278/846720/laba-bank-sahabat-sampoerna-melejit-212"/><item><title>Laba Bank Sahabat Sampoerna Melejit 212%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/02/278/846720/laba-bank-sahabat-sampoerna-melejit-212</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/08/02/278/846720/laba-bank-sahabat-sampoerna-melejit-212</guid><pubDate>Jum'at 02 Agustus 2013 17:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/02/278/846720/VNK5gXw8MN.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/02/278/846720/VNK5gXw8MN.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - PT Bank Sahabat Sampoerna mencatatkan laba bersih semester pertama 2013 sebesar Rp7,5 miliar atau meningkat 212,5 persen dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp2,4 miliar.&quot;&amp;ldquo;Pertumbuhan laba yang berhasil kami capai ini menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup menjanjikan serta pencapaian yang cukup baik ditengah terpaan krisis keuangan yang menimpa perekonomian dunia serta berimbas pula pada perekonomian Indonesia,&quot; kata Direktur Utama Bank Sampoerna Indra W Supriadi dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8/2013).Ia menyebutkan dengan pencapaian laba tersebut, maka return on assets (ROA) pada semester pertama 2013 menjadi 1,2 persen sedangkan return on equity (ROE) menjadi mencapai 4,5 persen. BOPO juga berada dalam kisaran yang baik, yaitu 89,9 persen. Rasio kecukupan modal (CAR) per Semester I 2013 mencapai 21,3 persen.Sementara kualitas portofolio terlihat dari tingkat NPL membaik dari 4,2 persen pada semester pertama 2012 menjadi 1,3 persen pada semester pertama 2013.&quot;Kami konsentrasi pada bisnis yang sudah ditekuni yaitu sektor UMKM. Selain itu kegiatan bank tidak pernah lepas dari asas kehati-hatian,&quot; ungkapnya.Sementara itu per Juni 2013, aset Bank Sahabat Sampoerna mencapai Rp 2,2 triliun. Jumlah itu meningkat 2,3 kali lipat dari jumlah pada saat akuisisi sebesar Rp 798 miliar. (kie)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Sahabat Sampoerna mencatatkan laba bersih semester pertama 2013 sebesar Rp7,5 miliar atau meningkat 212,5 persen dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp2,4 miliar.&quot;&amp;ldquo;Pertumbuhan laba yang berhasil kami capai ini menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup menjanjikan serta pencapaian yang cukup baik ditengah terpaan krisis keuangan yang menimpa perekonomian dunia serta berimbas pula pada perekonomian Indonesia,&quot; kata Direktur Utama Bank Sampoerna Indra W Supriadi dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8/2013).Ia menyebutkan dengan pencapaian laba tersebut, maka return on assets (ROA) pada semester pertama 2013 menjadi 1,2 persen sedangkan return on equity (ROE) menjadi mencapai 4,5 persen. BOPO juga berada dalam kisaran yang baik, yaitu 89,9 persen. Rasio kecukupan modal (CAR) per Semester I 2013 mencapai 21,3 persen.Sementara kualitas portofolio terlihat dari tingkat NPL membaik dari 4,2 persen pada semester pertama 2012 menjadi 1,3 persen pada semester pertama 2013.&quot;Kami konsentrasi pada bisnis yang sudah ditekuni yaitu sektor UMKM. Selain itu kegiatan bank tidak pernah lepas dari asas kehati-hatian,&quot; ungkapnya.Sementara itu per Juni 2013, aset Bank Sahabat Sampoerna mencapai Rp 2,2 triliun. Jumlah itu meningkat 2,3 kali lipat dari jumlah pada saat akuisisi sebesar Rp 798 miliar. (kie)</content:encoded></item></channel></rss>
