<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh, Belanja Non-K/L Naik Sampai Rp43 Triliun</title><description>Padahal, belanja Kementerian/Lembaga (K/L)&amp;nbsp; akan dikurangi Rp10 triliun menjadi  Rp612 triliun pada RAPBN 2014 triliun dari sebelumnya Rp622 triliun pada  APBNP 2013.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/16/20/850810/duh-belanja-non-k-l-naik-sampai-rp43-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/08/16/20/850810/duh-belanja-non-k-l-naik-sampai-rp43-triliun"/><item><title>Duh, Belanja Non-K/L Naik Sampai Rp43 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/16/20/850810/duh-belanja-non-k-l-naik-sampai-rp43-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/08/16/20/850810/duh-belanja-non-k-l-naik-sampai-rp43-triliun</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2013 21:51 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/16/20/850810/a7PhXTpoyT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chatib Basri. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/16/20/850810/a7PhXTpoyT.jpg</image><title>Chatib Basri. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan, belanja Kementerian/Lembaga (K/L)&amp;nbsp; akan dikurangi Rp10 triliun menjadi Rp612 triliun pada RAPBN 2014 triliun dari sebelumnya Rp622 triliun pada APBNP 2013.&quot;Belanja K/L akan diturunkan dari Rp622 triliun menjadi Rp612,7 triliun di tahun 2014,&quot; ujar Chatib di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (16/8/2013).Chatib menjelaskan pemotongan tersebut akan menggunakan cara-cara yang efisiensi. Seperti pemotongan anggaran akan menggunakan cara-cara efisiensi seperti mengurangi perjalanan dinas.&quot;Dengan efisiensi seperti mengurangi perjalanan dinas, seminar dan program-program penghematan yang lainnya,&quot; lanjutnya.Sementara itu, lanjut Chatib, anggaran belanja non-K/L akan meningkat Rp43 triliun dari Rp574 triliun di 2013 menjadi Rp617 triliun di 2014.&quot;Jadi keseimbangan primer di pada tahun 2014 akan menurun dari Rp111,7 triliun menjadi Rp34,7 triliun pada 2014,&quot; kata Chatib. Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana menyebut angka Rp612 triliun tersebut terdiri dari belanja operasional dan nonoperasional. &quot;Belanja operasional seperti belanja pegawai dan barang sebesar Rp191,4 triliun dan nonoperasional seperti belanja prioritas nasional dan K/L sebesar Rp421,2 triliun,&quot; pungkas Armida.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan, belanja Kementerian/Lembaga (K/L)&amp;nbsp; akan dikurangi Rp10 triliun menjadi Rp612 triliun pada RAPBN 2014 triliun dari sebelumnya Rp622 triliun pada APBNP 2013.&quot;Belanja K/L akan diturunkan dari Rp622 triliun menjadi Rp612,7 triliun di tahun 2014,&quot; ujar Chatib di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (16/8/2013).Chatib menjelaskan pemotongan tersebut akan menggunakan cara-cara yang efisiensi. Seperti pemotongan anggaran akan menggunakan cara-cara efisiensi seperti mengurangi perjalanan dinas.&quot;Dengan efisiensi seperti mengurangi perjalanan dinas, seminar dan program-program penghematan yang lainnya,&quot; lanjutnya.Sementara itu, lanjut Chatib, anggaran belanja non-K/L akan meningkat Rp43 triliun dari Rp574 triliun di 2013 menjadi Rp617 triliun di 2014.&quot;Jadi keseimbangan primer di pada tahun 2014 akan menurun dari Rp111,7 triliun menjadi Rp34,7 triliun pada 2014,&quot; kata Chatib. Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana menyebut angka Rp612 triliun tersebut terdiri dari belanja operasional dan nonoperasional. &quot;Belanja operasional seperti belanja pegawai dan barang sebesar Rp191,4 triliun dan nonoperasional seperti belanja prioritas nasional dan K/L sebesar Rp421,2 triliun,&quot; pungkas Armida.</content:encoded></item></channel></rss>
