<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Masih Menurun</title><description>Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani mengatakan, ada beberapa faktor yang mengindikasikan perekonomian Indonesia memburuk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/19/20/851992/sri-mulyani-ekonomi-indonesia-masih-menurun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/08/19/20/851992/sri-mulyani-ekonomi-indonesia-masih-menurun"/><item><title>Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Masih Menurun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/19/20/851992/sri-mulyani-ekonomi-indonesia-masih-menurun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/08/19/20/851992/sri-mulyani-ekonomi-indonesia-masih-menurun</guid><pubDate>Senin 19 Agustus 2013 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/19/20/851992/87TKda9wKQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/19/20/851992/87TKda9wKQ.jpg</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani mengatakan, ada beberapa faktor yang mengindikasikan perekonomian Indonesia memburuk. Pasalnya, akan banyak kebijakan negara-negara maju yang memberikan pengaruh terhadap kinerja ekonomi dunia.Sri mengatakan, pengaruh tercepat yang dipengaruhi kebijakan sisi moneter maupun fiskal akan memberikan sentimen pasar akan persepsi emerging market.&quot;Yang paling cepat adalah sentimen karena persepsi dari negara-negara emerging market menjadi relatif dibanding negara maju mulai menunjukkan pemulihan, jadi relatif lebih berisiko. Ini menambah kehati-hatian bagi pembuat kebijakan di negara-negara emerging market,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Public Forum di JCC Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2013).Selanjutnya, Sri mengatakan, walaupun sudah ada pemulihan tetap saja global ekonomi masih lemah. Ekspor masih akan melambat, begitu juga raw material dan harga komoditas yang masih belum akan pulih.&quot;Dari sisi perdagangan dunia, Indonesia akan menghadapi situasi di mana ekspor didominasi oleh enam komoditas besar sangat dipengaruhi volume dan harga,&quot; ujar Sri.Sementara itu, lanjut Sri, tiga tahun terakhir pembangunan Indonesia di-drive oleh kebijakan domestik, terutama sisi konsumsi.&quot;Ini gambaran sisi makro ini akan prioritas dalam 12-18 bulan ke depan, dalam kebijakan moneter dijaga kehati-hatiannya. Baik itu menjaga confidence, maupun segi kemampuan untuk secara konsisten memberikan signal bahwa stabilitas akan dijaga,&quot; ujar Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani mengatakan, ada beberapa faktor yang mengindikasikan perekonomian Indonesia memburuk. Pasalnya, akan banyak kebijakan negara-negara maju yang memberikan pengaruh terhadap kinerja ekonomi dunia.Sri mengatakan, pengaruh tercepat yang dipengaruhi kebijakan sisi moneter maupun fiskal akan memberikan sentimen pasar akan persepsi emerging market.&quot;Yang paling cepat adalah sentimen karena persepsi dari negara-negara emerging market menjadi relatif dibanding negara maju mulai menunjukkan pemulihan, jadi relatif lebih berisiko. Ini menambah kehati-hatian bagi pembuat kebijakan di negara-negara emerging market,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Public Forum di JCC Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2013).Selanjutnya, Sri mengatakan, walaupun sudah ada pemulihan tetap saja global ekonomi masih lemah. Ekspor masih akan melambat, begitu juga raw material dan harga komoditas yang masih belum akan pulih.&quot;Dari sisi perdagangan dunia, Indonesia akan menghadapi situasi di mana ekspor didominasi oleh enam komoditas besar sangat dipengaruhi volume dan harga,&quot; ujar Sri.Sementara itu, lanjut Sri, tiga tahun terakhir pembangunan Indonesia di-drive oleh kebijakan domestik, terutama sisi konsumsi.&quot;Ini gambaran sisi makro ini akan prioritas dalam 12-18 bulan ke depan, dalam kebijakan moneter dijaga kehati-hatiannya. Baik itu menjaga confidence, maupun segi kemampuan untuk secara konsisten memberikan signal bahwa stabilitas akan dijaga,&quot; ujar Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
