<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Pantau Anjloknya Rupiah &amp; IHSG</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut terus memonitor dan mengikuti anjloknya nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/20/278/852580/sby-pantau-anjloknya-rupiah-ihsg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/08/20/278/852580/sby-pantau-anjloknya-rupiah-ihsg"/><item><title>SBY Pantau Anjloknya Rupiah &amp; IHSG</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/20/278/852580/sby-pantau-anjloknya-rupiah-ihsg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/08/20/278/852580/sby-pantau-anjloknya-rupiah-ihsg</guid><pubDate>Selasa 20 Agustus 2013 16:56 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/20/278/852580/3gnGdwhRYH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden SBY. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/20/278/852580/3gnGdwhRYH.jpg</image><title>Presiden SBY. (Foto: Okezone)</title></images><description>  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4     

 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:&quot;&quot;;
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut terus memonitor dan mengikuti anjloknya nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Prof Firmanzah Ph.D mengemukakan, Presiden juga memahami dan mengetahui bahwa ini fenomena global dan regional. Di mana rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) untuk mengurangi stimulus moneter berdampak pada menguatnya resiko likuiditas dunia.

&amp;ldquo;Dampaknya sudah kita rasakan ketika investor global itu menarik dananya dari negara berkembang dan emerging country, sehingga pelepasan saham-saham dilakukan, dan membuat tidak hanya penurunan IHSG tetapi juga pelemahan nilai tukar Rupiah,&amp;rdquo; kata Firmanzah mengutip Presiden SBY, seperti dilansir dari laman Setkab, Selasa (20/8/2013).

Firmanzah mengemukakan, pelemahan nilai tukar tidak hanya dirasakan mata uang rupiah, tetapi juga dirasakan oleh mata uang Dolar Australia, Dolar Singapura, Ringgit Malaysia, Rupee India, Bath Thailand, Yen jepang, dan Pesso Filipina.

&amp;ldquo;Begitu juga indeks harga saham gabungan (IHSG) di sejumlah negara juga mengalami pelemahan,&amp;rdquo; jelas dia. </description><content:encoded>  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4     

 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:&quot;&quot;;
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut terus memonitor dan mengikuti anjloknya nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Prof Firmanzah Ph.D mengemukakan, Presiden juga memahami dan mengetahui bahwa ini fenomena global dan regional. Di mana rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) untuk mengurangi stimulus moneter berdampak pada menguatnya resiko likuiditas dunia.

&amp;ldquo;Dampaknya sudah kita rasakan ketika investor global itu menarik dananya dari negara berkembang dan emerging country, sehingga pelepasan saham-saham dilakukan, dan membuat tidak hanya penurunan IHSG tetapi juga pelemahan nilai tukar Rupiah,&amp;rdquo; kata Firmanzah mengutip Presiden SBY, seperti dilansir dari laman Setkab, Selasa (20/8/2013).

Firmanzah mengemukakan, pelemahan nilai tukar tidak hanya dirasakan mata uang rupiah, tetapi juga dirasakan oleh mata uang Dolar Australia, Dolar Singapura, Ringgit Malaysia, Rupee India, Bath Thailand, Yen jepang, dan Pesso Filipina.

&amp;ldquo;Begitu juga indeks harga saham gabungan (IHSG) di sejumlah negara juga mengalami pelemahan,&amp;rdquo; jelas dia. </content:encoded></item></channel></rss>
