<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melemahnya Rupiah, Diduga Akibat Pemilu 2014</title><description>Gejolak politik menjelang Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden akan  memicu tingginya uang yang beredar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/21/20/853020/melemahnya-rupiah-diduga-akibat-pemilu-2014</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/08/21/20/853020/melemahnya-rupiah-diduga-akibat-pemilu-2014"/><item><title>Melemahnya Rupiah, Diduga Akibat Pemilu 2014</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/21/20/853020/melemahnya-rupiah-diduga-akibat-pemilu-2014</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/08/21/20/853020/melemahnya-rupiah-diduga-akibat-pemilu-2014</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2013 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/21/20/853020/fnKG4XE6GK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/21/20/853020/fnKG4XE6GK.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gejolak politik menjelang Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden akan memicu tingginya uang yang beredar. Dengan demikian, maka pelemahan Rupiah akan kembali terjadi, dan inflasi juga akan meningkat.&quot;Hal ini menyusul konsentrasi pemerintah untuk mengendalikan moneter yang terpecah khususnya kementrian yang menterinya memiliki kepentingan di 2014,&quot; Pengamat Rupiah Rahadyo Anggoro kepada Okezone, Jakarta, Rabu (21/8/2013).Di sisi lain, dia menilai ketidakpastian global yang tinggi jadi penyebab lainnya. Ketidakpastian global menyebabkan aset-aset berisiko, termasuk mata uang Asia, turut melemah. Kondisi ini masih akan berlangsung hingga akhir semester tahun ini.&quot;Faktor global yang melemahkan Rupiah adalah rencana bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) untuk mengurangi stimulus moneter yang diperkirakan akan membuat keluarnya dana asing yang ditempatkan di negara berkembang,&quot; kata dia. &quot;Akibatnya, nilai tukar Rupiah diperkirakan terus melemah karena defisit neraca berjalan membengkak dan membuat nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Gejolak politik menjelang Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden akan memicu tingginya uang yang beredar. Dengan demikian, maka pelemahan Rupiah akan kembali terjadi, dan inflasi juga akan meningkat.&quot;Hal ini menyusul konsentrasi pemerintah untuk mengendalikan moneter yang terpecah khususnya kementrian yang menterinya memiliki kepentingan di 2014,&quot; Pengamat Rupiah Rahadyo Anggoro kepada Okezone, Jakarta, Rabu (21/8/2013).Di sisi lain, dia menilai ketidakpastian global yang tinggi jadi penyebab lainnya. Ketidakpastian global menyebabkan aset-aset berisiko, termasuk mata uang Asia, turut melemah. Kondisi ini masih akan berlangsung hingga akhir semester tahun ini.&quot;Faktor global yang melemahkan Rupiah adalah rencana bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) untuk mengurangi stimulus moneter yang diperkirakan akan membuat keluarnya dana asing yang ditempatkan di negara berkembang,&quot; kata dia. &quot;Akibatnya, nilai tukar Rupiah diperkirakan terus melemah karena defisit neraca berjalan membengkak dan membuat nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
