<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina: Kalau Gak Impor, BBM Dapat dari Mana?</title><description>VP Coorporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan akan tetap  melakukan impor karena saat ini produksi dalam negeri rata-rata hanya  sebesar 830 ribu barel per hari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/22/19/853859/pertamina-kalau-gak-impor-bbm-dapat-dari-mana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/08/22/19/853859/pertamina-kalau-gak-impor-bbm-dapat-dari-mana"/><item><title>Pertamina: Kalau Gak Impor, BBM Dapat dari Mana?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/22/19/853859/pertamina-kalau-gak-impor-bbm-dapat-dari-mana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/08/22/19/853859/pertamina-kalau-gak-impor-bbm-dapat-dari-mana</guid><pubDate>Kamis 22 Agustus 2013 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/22/19/853859/UfMIIigq3M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. (Foto: Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/22/19/853859/UfMIIigq3M.jpg</image><title>Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. (Foto: Heru/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan tetap melakukan impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) guna memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mencapai 1,3 juta barel per hari, meskipun harga dolar Amerika Serikat (AS) menguat.VP Coorporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan akan tetap melakukan impor karena saat ini produksi dalam negeri rata-rata hanya sebesar 830 ribu barel per hari.&quot;Impor itu suatu keharusan, kan produksi kita tidak mencukupi. Kalau enggak impor dari mana ?&quot; ungkap Ali kepada Okezone di kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Kamis (22/8/2013). Ali menambahkan, dengan harga dolar Amerika yang saat ini sedang tinggi akan berpengaruh pada harga BBM Non Subsidi. &quot;Bisa berpengaruh, seperti harga Pertamax, Pertamax Plus serta Pertamina Dex,&quot; jelas Ali.Menurutnya, Pertamina menggunakan stok dolar AS yang ada di Bank Indonesia (BI) dan beberapa bank lainnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan demikian, Pertamina tidak akan kekurangan stok valas tersebut.&quot;Sudah sejak lama, lebih dari dua tahun pertamina selalu koordinasi dengan BI di dalam melaksanakan kebutuhan dolar AS untuk impor. Jadi pertamina tidak pernah mencari dolar AS di pasar sendiri. Pertamina selalu koordinasi rutin dengan BI,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan tetap melakukan impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) guna memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mencapai 1,3 juta barel per hari, meskipun harga dolar Amerika Serikat (AS) menguat.VP Coorporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan akan tetap melakukan impor karena saat ini produksi dalam negeri rata-rata hanya sebesar 830 ribu barel per hari.&quot;Impor itu suatu keharusan, kan produksi kita tidak mencukupi. Kalau enggak impor dari mana ?&quot; ungkap Ali kepada Okezone di kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Kamis (22/8/2013). Ali menambahkan, dengan harga dolar Amerika yang saat ini sedang tinggi akan berpengaruh pada harga BBM Non Subsidi. &quot;Bisa berpengaruh, seperti harga Pertamax, Pertamax Plus serta Pertamina Dex,&quot; jelas Ali.Menurutnya, Pertamina menggunakan stok dolar AS yang ada di Bank Indonesia (BI) dan beberapa bank lainnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan demikian, Pertamina tidak akan kekurangan stok valas tersebut.&quot;Sudah sejak lama, lebih dari dua tahun pertamina selalu koordinasi dengan BI di dalam melaksanakan kebutuhan dolar AS untuk impor. Jadi pertamina tidak pernah mencari dolar AS di pasar sendiri. Pertamina selalu koordinasi rutin dengan BI,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
