<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tarif Listrik Naik, PLN Tak Khawatir Subsidi Turun</title><description>PT PLN (Persero) menyatakan penurunan subsidi listrik pada Rancangan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 tidak akan  berpengaruh terhadap kinerja PLN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/22/19/854039/tarif-listrik-naik-pln-tak-khawatir-subsidi-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/08/22/19/854039/tarif-listrik-naik-pln-tak-khawatir-subsidi-turun"/><item><title>Tarif Listrik Naik, PLN Tak Khawatir Subsidi Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/22/19/854039/tarif-listrik-naik-pln-tak-khawatir-subsidi-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/08/22/19/854039/tarif-listrik-naik-pln-tak-khawatir-subsidi-turun</guid><pubDate>Kamis 22 Agustus 2013 18:18 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/22/19/854039/CivIsY5q5L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/22/19/854039/CivIsY5q5L.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT PLN (Persero) menyatakan penurunan subsidi listrik pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 tidak akan berpengaruh terhadap kinerja PLN. Pasalnya, PLN telah menerapkan kenaikan tarif listrik tahun ini.&quot;Karena kami menaikkan tarif listrik secara bertahap empat kali sehingga rata-rata 2013 relatif rendah,&quot; ungkap Dirut Utama PLN Nur Pamudji di Gedung Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (22/8/2013). Menurut dia , pada 2014 tarif rata-rata listrik sama dengan Oktober 2013, dan akan berlaku selama 2014. Dengan demikian, tarif rata-rata 2014 akan lebih tinggi daripada tarif 2013. Jadi pertama karena tarif berubah. Ke dua, porsi penggunaan batubara juga bertambah,&quot; tambah Nur.Selain itu, dia mengungkapkan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pembangkit listrik memang hanya sedikit mengalami penurunan. &quot;Tapi jangan dilihat dari volume kiloliternya, tapi dari persentasenya. Jadi walaupun volume sedikit turun, namun dari persentase turun drastis,&quot; ungkapnya.&quot;Dari kisaran 12 persen ke kisaran 9 persen. Jadi pembentukan biaya produksi yang dominan itu kan biaya bahan bakar. Jadi porsi batu bara yang semakin besar, porsi BBM semakin kecil. Walaupun turunnya sedikit, komposisinya bahan bakarnya lebih bagus,&quot; tutur dia.Lebih lanjut dia mengungkapkan, walaupun subsidi listrik turun di 2014 dan akan ada peningkatan konsumsi dirinya meyakini pertambahan volume akan terkompensasi oleh perbaikan tarif di 2013. Adapun subsidi listrik yakni sebesar Rp89,7 triliun dari APBN-Perubahan 2013 sebesar Rp99,9 triliun.&quot;Khusus kasus di 2014 pertambahan volume terkompensasi oleh perbaikan tarif di akhir 2013 dan perbaikan fuel mix. Itu karena kenaikan volume penjualan listrik sekian persen,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PLN (Persero) menyatakan penurunan subsidi listrik pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 tidak akan berpengaruh terhadap kinerja PLN. Pasalnya, PLN telah menerapkan kenaikan tarif listrik tahun ini.&quot;Karena kami menaikkan tarif listrik secara bertahap empat kali sehingga rata-rata 2013 relatif rendah,&quot; ungkap Dirut Utama PLN Nur Pamudji di Gedung Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (22/8/2013). Menurut dia , pada 2014 tarif rata-rata listrik sama dengan Oktober 2013, dan akan berlaku selama 2014. Dengan demikian, tarif rata-rata 2014 akan lebih tinggi daripada tarif 2013. Jadi pertama karena tarif berubah. Ke dua, porsi penggunaan batubara juga bertambah,&quot; tambah Nur.Selain itu, dia mengungkapkan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pembangkit listrik memang hanya sedikit mengalami penurunan. &quot;Tapi jangan dilihat dari volume kiloliternya, tapi dari persentasenya. Jadi walaupun volume sedikit turun, namun dari persentase turun drastis,&quot; ungkapnya.&quot;Dari kisaran 12 persen ke kisaran 9 persen. Jadi pembentukan biaya produksi yang dominan itu kan biaya bahan bakar. Jadi porsi batu bara yang semakin besar, porsi BBM semakin kecil. Walaupun turunnya sedikit, komposisinya bahan bakarnya lebih bagus,&quot; tutur dia.Lebih lanjut dia mengungkapkan, walaupun subsidi listrik turun di 2014 dan akan ada peningkatan konsumsi dirinya meyakini pertambahan volume akan terkompensasi oleh perbaikan tarif di 2013. Adapun subsidi listrik yakni sebesar Rp89,7 triliun dari APBN-Perubahan 2013 sebesar Rp99,9 triliun.&quot;Khusus kasus di 2014 pertambahan volume terkompensasi oleh perbaikan tarif di akhir 2013 dan perbaikan fuel mix. Itu karena kenaikan volume penjualan listrik sekian persen,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
