<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bibit Bawang Merah Langka</title><description>Petani  bawang merah di Kabupaten Brebes kelabakan karena langkanya bibit bawang untuk  mereka tanam. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/23/320/854591/bibit-bawang-merah-langka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/08/23/320/854591/bibit-bawang-merah-langka"/><item><title>Bibit Bawang Merah Langka</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/23/320/854591/bibit-bawang-merah-langka</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/08/23/320/854591/bibit-bawang-merah-langka</guid><pubDate>Jum'at 23 Agustus 2013 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Akrom Hazami</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/23/320/854591/htEuAKqrN5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: foto (okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/23/320/854591/htEuAKqrN5.jpg</image><title>ilustrasi: foto (okezone)</title></images><description>
BREBES &amp;nbsp;- Petani  bawang merah di Kabupaten Brebes kelabakan karena langkanya bibit bawang untuk  mereka tanam. Mereka berharap pemerintah setempat memberikan solusi agar  kelangkaan bibit bawang merah tidak mereka  alami berlarut-larut.
&amp;nbsp;
Salah satu petani  bawang merah di Desa Wangandalem, Kecamatan Brebes, Sugito, mengatakan, bibit  bawang diakuinya mengalami kelangkaan sejak sepekan terakhir. Kelangkaan terjadi  akibat petani menjual seluruh hasil panennya. Sehingga mereka kelabakan begitu  hendak menghadapi masa tanam bawang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Bibit bawang merah  sekarang langka. Kelangkaan lantaran seluruh hasil panen telah kami jual,&amp;rdquo;  katanya ditemui di Kabupaten Brebes, Jumat (23/8/2013).
&amp;nbsp;
Kondisi demikian  membuat petani berinisiatif untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk menyiapkan  bibit. Hal itu dilakukan supaya kondisi kelangkaan tidak terus menerus mereka  alami. 
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami siapkan lahan  untuk menyiapkan bibit, sebab masa tanam bawang akan kembali dilakukan petani  pada Oktober dan November 2013,&amp;rdquo; ujarnya. 
&amp;nbsp;
Petani sangat  berharap pemerintah bisa menyediakan bibit bawang. Sebab, petani bawang berbeda  dengan petani padi. Kalau petani padi tidak perlu risau karena bibit padi  tersedia banyak di sejumlah tempat. &amp;ldquo;Petani padi tidak repot soal bibit,&amp;rdquo;  tegasnya.
&amp;nbsp;
Terlebih, selain  bibit langka, harga bibit juga melambung tinggi yakni Rp65.000 per kilogram.  Sebelumnya, harga bibit hanya Rp45.000 per kilogram.
&amp;nbsp;
Dijelaskannya, &amp;nbsp;untuk  satu petak lahan (830 meter persegi), petani rata-rata membutuhkan dua kuintal  bibit. Dengan demikian, untuk menanam,mereka harus merogoh koceknya lebih dalam  yakni Rp13 juta. &amp;ldquo;Tadinya hanya Rp9 juta,&amp;rdquo; ujarnya. (kie)
</description><content:encoded>
BREBES &amp;nbsp;- Petani  bawang merah di Kabupaten Brebes kelabakan karena langkanya bibit bawang untuk  mereka tanam. Mereka berharap pemerintah setempat memberikan solusi agar  kelangkaan bibit bawang merah tidak mereka  alami berlarut-larut.
&amp;nbsp;
Salah satu petani  bawang merah di Desa Wangandalem, Kecamatan Brebes, Sugito, mengatakan, bibit  bawang diakuinya mengalami kelangkaan sejak sepekan terakhir. Kelangkaan terjadi  akibat petani menjual seluruh hasil panennya. Sehingga mereka kelabakan begitu  hendak menghadapi masa tanam bawang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Bibit bawang merah  sekarang langka. Kelangkaan lantaran seluruh hasil panen telah kami jual,&amp;rdquo;  katanya ditemui di Kabupaten Brebes, Jumat (23/8/2013).
&amp;nbsp;
Kondisi demikian  membuat petani berinisiatif untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk menyiapkan  bibit. Hal itu dilakukan supaya kondisi kelangkaan tidak terus menerus mereka  alami. 
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami siapkan lahan  untuk menyiapkan bibit, sebab masa tanam bawang akan kembali dilakukan petani  pada Oktober dan November 2013,&amp;rdquo; ujarnya. 
&amp;nbsp;
Petani sangat  berharap pemerintah bisa menyediakan bibit bawang. Sebab, petani bawang berbeda  dengan petani padi. Kalau petani padi tidak perlu risau karena bibit padi  tersedia banyak di sejumlah tempat. &amp;ldquo;Petani padi tidak repot soal bibit,&amp;rdquo;  tegasnya.
&amp;nbsp;
Terlebih, selain  bibit langka, harga bibit juga melambung tinggi yakni Rp65.000 per kilogram.  Sebelumnya, harga bibit hanya Rp45.000 per kilogram.
&amp;nbsp;
Dijelaskannya, &amp;nbsp;untuk  satu petak lahan (830 meter persegi), petani rata-rata membutuhkan dua kuintal  bibit. Dengan demikian, untuk menanam,mereka harus merogoh koceknya lebih dalam  yakni Rp13 juta. &amp;ldquo;Tadinya hanya Rp9 juta,&amp;rdquo; ujarnya. (kie)
</content:encoded></item></channel></rss>
