<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Bank Mandiri: Pelemahan Rupiah Tak Berarti Kiamat</title><description>&quot;Apa kita akan kiamat dengan ini? Ya enggak, karena kita sudah beberapa  mengalami krisis, dan Saya sudah empat kali mengalami krisis ini,&quot;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/29/278/857858/bos-bank-mandiri-pelemahan-rupiah-tak-berarti-kiamat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/08/29/278/857858/bos-bank-mandiri-pelemahan-rupiah-tak-berarti-kiamat"/><item><title>Bos Bank Mandiri: Pelemahan Rupiah Tak Berarti Kiamat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/08/29/278/857858/bos-bank-mandiri-pelemahan-rupiah-tak-berarti-kiamat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/08/29/278/857858/bos-bank-mandiri-pelemahan-rupiah-tak-berarti-kiamat</guid><pubDate>Kamis 29 Agustus 2013 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Mirayanti Hutauruk</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/08/29/278/857858/AlJzH0MKSN.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/08/29/278/857858/AlJzH0MKSN.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi beberapa waktu lalu tidak akan membuat&amp;nbsp; Indonesia &amp;ldquo;kiamat&amp;rdquo;. Hal tersebut diungkapkan&amp;nbsp; Direktur Utama (Dirut) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Budi Gunadi Sadikin.&quot;Apa kita akan kiamat dengan ini? Ya enggak, karena kita sudah beberapa mengalami krisis, dan Saya sudah empat kali mengalami krisis ini,&quot; katanya di Plaza Mandiri Jakarta, Kamis (29/8/2013).Menurutnya, Indonesia tidak akan kiamat dengan kondisi yang terjadi saat ini. Sebab, kata Budi, Indonesia&amp;nbsp; sudah tiga kali mengalami masa krisis dan tetap mampu melewatinya dengan baik.&amp;ldquo;Kondisi ekonomi saat ini memang tidak sebaik tahun 2011 atau 2012, namun keadaan ini, harus dihadapi dan menerima realitas tersebut, kita harus melihat bahwa ini akan kembali turun,&quot; ujarnya.Budi menjelaskan permasalahan yang terjadi dalam perekonomian bersumber dari masalah&amp;nbsp; fundamental dan psikologis. Dia menilai, yang terjadi saat ini adalah bukan merupakan permasalahan fundamental tapi lebih pada permasalahan&amp;nbsp; yang diakibatkan faktor psikologis.&quot;Oleh karena itu, tugas kita semua untuk mencegah permasalahan psikologis ini agar tidak menciptakan kekhawatiran pada masyarakat,&quot; tandasnya. (kie)</description><content:encoded>JAKARTA - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi beberapa waktu lalu tidak akan membuat&amp;nbsp; Indonesia &amp;ldquo;kiamat&amp;rdquo;. Hal tersebut diungkapkan&amp;nbsp; Direktur Utama (Dirut) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Budi Gunadi Sadikin.&quot;Apa kita akan kiamat dengan ini? Ya enggak, karena kita sudah beberapa mengalami krisis, dan Saya sudah empat kali mengalami krisis ini,&quot; katanya di Plaza Mandiri Jakarta, Kamis (29/8/2013).Menurutnya, Indonesia tidak akan kiamat dengan kondisi yang terjadi saat ini. Sebab, kata Budi, Indonesia&amp;nbsp; sudah tiga kali mengalami masa krisis dan tetap mampu melewatinya dengan baik.&amp;ldquo;Kondisi ekonomi saat ini memang tidak sebaik tahun 2011 atau 2012, namun keadaan ini, harus dihadapi dan menerima realitas tersebut, kita harus melihat bahwa ini akan kembali turun,&quot; ujarnya.Budi menjelaskan permasalahan yang terjadi dalam perekonomian bersumber dari masalah&amp;nbsp; fundamental dan psikologis. Dia menilai, yang terjadi saat ini adalah bukan merupakan permasalahan fundamental tapi lebih pada permasalahan&amp;nbsp; yang diakibatkan faktor psikologis.&quot;Oleh karena itu, tugas kita semua untuk mencegah permasalahan psikologis ini agar tidak menciptakan kekhawatiran pada masyarakat,&quot; tandasnya. (kie)</content:encoded></item></channel></rss>
