<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berawal Curhatan Habibie, Sriwijaya Air Beli 100 Pesawat R-80</title><description>PT Sriwijaya Air menceritakan asal mula niatnya atas pesawat buatan  mantan Presiden BJ Habibie. Niat tersebut sudah terpendam sejak tiga  tahun lalu, yakni setelah istri Habibie meninggal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/09/26/320/872490/berawal-curhatan-habibie-sriwijaya-air-beli-100-pesawat-r-80</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/09/26/320/872490/berawal-curhatan-habibie-sriwijaya-air-beli-100-pesawat-r-80"/><item><title>Berawal Curhatan Habibie, Sriwijaya Air Beli 100 Pesawat R-80</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/09/26/320/872490/berawal-curhatan-habibie-sriwijaya-air-beli-100-pesawat-r-80</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/09/26/320/872490/berawal-curhatan-habibie-sriwijaya-air-beli-100-pesawat-r-80</guid><pubDate>Kamis 26 September 2013 18:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/09/26/320/872490/H0z6jSyZL2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/09/26/320/872490/H0z6jSyZL2.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Sriwijaya Air menceritakan asal mula niatnya atas pesawat buatan mantan Presiden BJ Habibie. Niat tersebut sudah terpendam sejak tiga tahun lalu, yakni setelah istri Habibie meninggal.&quot;Kita lihat ke belakang. Tiga tahun lalu, saat Ainun meninggal, saya dan komisaris utama dipanggil untuk menemani beliau berbincang-bincang, supaya beliau tidak terlalu sedih,&quot; ujar Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie, dalam konferensi persnya, di Jakarta, Kamis (26/9/2013).Chandra mengatakan, saat itu Habibie ingin sekali mengembangkan produksi pesawat dan mendapat dukungan atas hasil jerih payahnya. Khususnya, dukungan dari maskapai dalam negeri.&quot;Dirinya (Habibie) mengatakan, &amp;lsquo;Saya (Habibie) ingin menciptakan pesawat terbang, bagaimana teman-temannya mendukungnya. Saya berharap Pak Chandra Lie dan Hendra Lie bisa mendukung&amp;rsquo;,&quot; ujar Chandra.Oleh karena itu, dukungan tersebut berbuah hasil tiga tahun kemudian. Pihak Sriwijaya Air, lanjut Chandra, berkomitmen membeli 100 pesawat buatan Habibie. Pesawat tersebut yaitu Pesawat R-80.&quot;Saya diberi tahu bahwa PT RAI dibangun dan ingin menciptakan pesawat R-80. Saya pulang dari Eropa, saya hampiri dirinya. Saya bilang, &amp;lsquo;Pak Habibie, saya mau membeli pesawat ini, saya ingin maskapai bangsa ini terkenal&amp;rsquo;,&quot; ujar Chandra.Chandra mengatakan berminat untuk men-support produk dalam negeri. Hal tersebut sesuai komitmen jajaran para pemegang saham.&quot;R-80 ini artinya saya ingin men-support. Pihak Sriwijaya dan NAM Air ini produk dalam negeri. Jajaran pemegang saham memprogramkan membeli 100 pesawat R-80. Dan pembiayaannya mampu membiayai produk ini,&quot; ujar Chandra.Seperti diketahui, dalam pergelaran Grand Launching NAM Air dilaksanakan juga penandatanganan MoU antara manajemen NAM Air dengan BJ Habibie berkaitan pengadaan Pesawat R-80. Manajemen NAM Air meyakini bahwa hadirnya armada R-80 kelak memperkukuh barisan armada sebelumnya, yakni Boeing 737-500.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Sriwijaya Air menceritakan asal mula niatnya atas pesawat buatan mantan Presiden BJ Habibie. Niat tersebut sudah terpendam sejak tiga tahun lalu, yakni setelah istri Habibie meninggal.&quot;Kita lihat ke belakang. Tiga tahun lalu, saat Ainun meninggal, saya dan komisaris utama dipanggil untuk menemani beliau berbincang-bincang, supaya beliau tidak terlalu sedih,&quot; ujar Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie, dalam konferensi persnya, di Jakarta, Kamis (26/9/2013).Chandra mengatakan, saat itu Habibie ingin sekali mengembangkan produksi pesawat dan mendapat dukungan atas hasil jerih payahnya. Khususnya, dukungan dari maskapai dalam negeri.&quot;Dirinya (Habibie) mengatakan, &amp;lsquo;Saya (Habibie) ingin menciptakan pesawat terbang, bagaimana teman-temannya mendukungnya. Saya berharap Pak Chandra Lie dan Hendra Lie bisa mendukung&amp;rsquo;,&quot; ujar Chandra.Oleh karena itu, dukungan tersebut berbuah hasil tiga tahun kemudian. Pihak Sriwijaya Air, lanjut Chandra, berkomitmen membeli 100 pesawat buatan Habibie. Pesawat tersebut yaitu Pesawat R-80.&quot;Saya diberi tahu bahwa PT RAI dibangun dan ingin menciptakan pesawat R-80. Saya pulang dari Eropa, saya hampiri dirinya. Saya bilang, &amp;lsquo;Pak Habibie, saya mau membeli pesawat ini, saya ingin maskapai bangsa ini terkenal&amp;rsquo;,&quot; ujar Chandra.Chandra mengatakan berminat untuk men-support produk dalam negeri. Hal tersebut sesuai komitmen jajaran para pemegang saham.&quot;R-80 ini artinya saya ingin men-support. Pihak Sriwijaya dan NAM Air ini produk dalam negeri. Jajaran pemegang saham memprogramkan membeli 100 pesawat R-80. Dan pembiayaannya mampu membiayai produk ini,&quot; ujar Chandra.Seperti diketahui, dalam pergelaran Grand Launching NAM Air dilaksanakan juga penandatanganan MoU antara manajemen NAM Air dengan BJ Habibie berkaitan pengadaan Pesawat R-80. Manajemen NAM Air meyakini bahwa hadirnya armada R-80 kelak memperkukuh barisan armada sebelumnya, yakni Boeing 737-500.</content:encoded></item></channel></rss>
