<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembersihan Limestone Jalan Tol Bali Belum Rampung</title><description> Jalan Tol Bali Mandara telah resmi beroperasi, namun aktivitas proyek terus berlangsung. Salah satunya adalah pengangkutan limestone atau tanah kapur di bekas lokasi proyek.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/10/26/320/887288/pembersihan-limestone-jalan-tol-bali-belum-rampung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/10/26/320/887288/pembersihan-limestone-jalan-tol-bali-belum-rampung"/><item><title>Pembersihan Limestone Jalan Tol Bali Belum Rampung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/10/26/320/887288/pembersihan-limestone-jalan-tol-bali-belum-rampung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/10/26/320/887288/pembersihan-limestone-jalan-tol-bali-belum-rampung</guid><pubDate>Sabtu 26 Oktober 2013 12:08 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat (Okezone)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/10/26/320/887288/vzi9yyFYaQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tol Bali. (Dok Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/10/26/320/887288/vzi9yyFYaQ.jpg</image><title>Tol Bali. (Dok Youtube)</title></images><description>DENPASAR - Jalan Tol Bali Mandara telah resmi beroperasi, namun aktivitas proyek terus berlangsung. Salah satunya adalah pengangkutan limestone atau tanah kapur di bekas lokasi proyek.
&amp;nbsp;
Belum selesainya pengerukan limestone untuk jalan proyek jalan tol sepanjang 12,4 kilometer itu dikarenakan beberapa sebab.Humas PT Jasamarga Bali Tol, Drajad Hari Suseno mengakui, adanya limestone di Paket 3 karena ada sebagian tanah yang oleh para nelayan diminta untuk ditinggalkan. Para nelayan menggunakan tanah tersebut untuk sandaran dermaga jeti.
&amp;nbsp;
Limestone itu belum semuanya dibersihkan meskipun kontraktor pembangunan jalan tol Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa atau Jalan Tol Bali Mandara itu telah melakukannya setiap hari.
&amp;nbsp;
Pekerjaan terakhir yang harus segera dituntaskan adalah pengerukan kembali tanah limestone, yang pada waktu konstruksi dahulu digunakan sebagai jalan kerja sementara.
&amp;nbsp;
&quot;Pengurukan sementara itu merupakan metode kerja kontraktor. Sehingga ini menjadi tanggung jawab kontraktor,&quot; jelas Drajad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/10/2013).
&amp;nbsp;
Sebagaimana diketahui, para kontraktor dulu kesulitan mengirim tiang pancang maupun material lain ke laut karena tekstur pantai dangkal.
&amp;nbsp;
&quot;Pada waktu pasang pun airnya tidak cukup dalam untuk menyandarkan ponton, makanya mereka memerlukan jalan kerja sementara. Setelah proyek selesai, yang mereka harus menormalisasi kembali,&quot; ujar Drajad.
&amp;nbsp;
Diakuinya, untuk bisa membersihkan limestone perlu waktu. Padahal setiap hari bigho dan puluhan truk-truk pengangkut limestone telah mengantre dari pagi sampai malam.
&amp;nbsp;
Di wilayah Benoa, para kontraktor membuat jalan untuk mengangkut limestone keluar melalui dermaga nelayan.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>DENPASAR - Jalan Tol Bali Mandara telah resmi beroperasi, namun aktivitas proyek terus berlangsung. Salah satunya adalah pengangkutan limestone atau tanah kapur di bekas lokasi proyek.
&amp;nbsp;
Belum selesainya pengerukan limestone untuk jalan proyek jalan tol sepanjang 12,4 kilometer itu dikarenakan beberapa sebab.Humas PT Jasamarga Bali Tol, Drajad Hari Suseno mengakui, adanya limestone di Paket 3 karena ada sebagian tanah yang oleh para nelayan diminta untuk ditinggalkan. Para nelayan menggunakan tanah tersebut untuk sandaran dermaga jeti.
&amp;nbsp;
Limestone itu belum semuanya dibersihkan meskipun kontraktor pembangunan jalan tol Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa atau Jalan Tol Bali Mandara itu telah melakukannya setiap hari.
&amp;nbsp;
Pekerjaan terakhir yang harus segera dituntaskan adalah pengerukan kembali tanah limestone, yang pada waktu konstruksi dahulu digunakan sebagai jalan kerja sementara.
&amp;nbsp;
&quot;Pengurukan sementara itu merupakan metode kerja kontraktor. Sehingga ini menjadi tanggung jawab kontraktor,&quot; jelas Drajad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/10/2013).
&amp;nbsp;
Sebagaimana diketahui, para kontraktor dulu kesulitan mengirim tiang pancang maupun material lain ke laut karena tekstur pantai dangkal.
&amp;nbsp;
&quot;Pada waktu pasang pun airnya tidak cukup dalam untuk menyandarkan ponton, makanya mereka memerlukan jalan kerja sementara. Setelah proyek selesai, yang mereka harus menormalisasi kembali,&quot; ujar Drajad.
&amp;nbsp;
Diakuinya, untuk bisa membersihkan limestone perlu waktu. Padahal setiap hari bigho dan puluhan truk-truk pengangkut limestone telah mengantre dari pagi sampai malam.
&amp;nbsp;
Di wilayah Benoa, para kontraktor membuat jalan untuk mengangkut limestone keluar melalui dermaga nelayan.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
