<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dahlan Iskan: Amerika Tak Punya BUMN, tapi Maju!</title><description>&quot;Tidak harus negara miliki BUMN, Amerika itu enggak ada BUMN tapi maju.  Inggris dulu punya BUMN banyak sekali, tapi dijual semua BUMN, itu  sukses,&quot; kata Dahlan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/11/28/320/904121/dahlan-iskan-amerika-tak-punya-bumn-tapi-maju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/11/28/320/904121/dahlan-iskan-amerika-tak-punya-bumn-tapi-maju"/><item><title>Dahlan Iskan: Amerika Tak Punya BUMN, tapi Maju!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/11/28/320/904121/dahlan-iskan-amerika-tak-punya-bumn-tapi-maju</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/11/28/320/904121/dahlan-iskan-amerika-tak-punya-bumn-tapi-maju</guid><pubDate>Kamis 28 November 2013 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/11/28/320/904121/NwjgOG0TSi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gedung Kementerian BUMN. Foto: Yuni Astutik/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/11/28/320/904121/NwjgOG0TSi.jpg</image><title>Gedung Kementerian BUMN. Foto: Yuni Astutik/okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, suatu negara itu tidak harus memiliki BUMN. Dirinya mencontohkan Amerika Serikat (AS) yang sudah menjadi negara Adidaya sejak lama ini tidak memiliki BUMN.&quot;Tidak harus negara miliki BUMN, Amerika itu enggak ada BUMN tapi maju. Inggris dulu punya BUMN banyak sekali, tapi dijual semua BUMN, itu sukses,&quot; kata Dahlan saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Perwira Tinggi TNI di Gedung Diklat PLN, Jakarta, Kamis (28/11/2013).Dahlan menyebutkan, BUMN di Indonesia merupakan warisan dari Belanda yang sejak dahulu sudah menginjakkan kekuasaannya di Indonesia. Saat ini, jumlah perusahaan BUMN ada 141 dengan 400 anak perusahaan.&quot;Kalau kita jual, rakyat yang menolak, sehingga kita ada pertimbangan itu,&amp;rdquo; ujar Dahlan.Mantan Dirut PLN ini juga mengaku dalam waktu ke depan lebih baik yang dimajukan adalah pihak swasta. Pasalnya, kalau tetap berbisnis negara sama saja melawan rakyat. Karena, sambung Dahlan. Mensejahterakan masyarakat itu jikalau negara didirikan tidak untuk berbisnis.&quot;Ke depan sebaiknya BUMN ini go public, supaya lebih terbuka suaya memenuhi intervensi kekuasaan kepada BUMN ke depannya,&quot; tutup Dahlan.(rez)</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, suatu negara itu tidak harus memiliki BUMN. Dirinya mencontohkan Amerika Serikat (AS) yang sudah menjadi negara Adidaya sejak lama ini tidak memiliki BUMN.&quot;Tidak harus negara miliki BUMN, Amerika itu enggak ada BUMN tapi maju. Inggris dulu punya BUMN banyak sekali, tapi dijual semua BUMN, itu sukses,&quot; kata Dahlan saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Perwira Tinggi TNI di Gedung Diklat PLN, Jakarta, Kamis (28/11/2013).Dahlan menyebutkan, BUMN di Indonesia merupakan warisan dari Belanda yang sejak dahulu sudah menginjakkan kekuasaannya di Indonesia. Saat ini, jumlah perusahaan BUMN ada 141 dengan 400 anak perusahaan.&quot;Kalau kita jual, rakyat yang menolak, sehingga kita ada pertimbangan itu,&amp;rdquo; ujar Dahlan.Mantan Dirut PLN ini juga mengaku dalam waktu ke depan lebih baik yang dimajukan adalah pihak swasta. Pasalnya, kalau tetap berbisnis negara sama saja melawan rakyat. Karena, sambung Dahlan. Mensejahterakan masyarakat itu jikalau negara didirikan tidak untuk berbisnis.&quot;Ke depan sebaiknya BUMN ini go public, supaya lebih terbuka suaya memenuhi intervensi kekuasaan kepada BUMN ke depannya,&quot; tutup Dahlan.(rez)</content:encoded></item></channel></rss>
