<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Anjlok, BI Klaim akibat Seasonal Akhir Tahun</title><description>Sebab menurut Agus, pelemahan Rupiah selain akibat ketidakpastian  perekonomoian global akibat rencana tapering di AS, juga akibat kondisi  akhir tahun dimana para investor banyak melakukan perubahan posisi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/11/29/20/904871/rupiah-anjlok-bi-klaim-akibat-seasonal-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/11/29/20/904871/rupiah-anjlok-bi-klaim-akibat-seasonal-akhir-tahun"/><item><title>Rupiah Anjlok, BI Klaim akibat Seasonal Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/11/29/20/904871/rupiah-anjlok-bi-klaim-akibat-seasonal-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/11/29/20/904871/rupiah-anjlok-bi-klaim-akibat-seasonal-akhir-tahun</guid><pubDate>Jum'at 29 November 2013 16:28 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Mirayanti Hutauruk</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/11/29/20/904871/8dZCIwaeSh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/11/29/20/904871/8dZCIwaeSh.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meminta kepada pelaku pasar untuk tidak panik atas pelemahan nilai tukar Rupiah yang mencapai Rp12.018 per Dolar Amerika Serikat (AS).Sebab menurut Agus, pelemahan Rupiah selain akibat ketidakpastian perekonomoian global akibat rencana tapering di AS, juga akibat kondisi akhir tahun dimana para investor banyak melakukan perubahan posisi. &quot;Tak perlu panik, kalAU di indonesia sendiri&amp;nbsp; tekanan nilai tukar karena memang dalam akhir bulan ada permintaan (dolar) yang cukup tinggi. Tidak hanya akhir bulan tetapi juga menjelang akhir tahun dimana banyak sekali kaum investor atau pengelola keuangan menjelang akhir tahun mereka melakukan perubahan posisi,&quot; kata Agus di Gedung BI, Jakarta, Jumat (29/11/2013).Agus mengatakan kondisi yang ada saat mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia saat ini. &quot;Jadi Rupiah karena situasional karena akhir tahun banyak investor global ingin cuti liburan,&quot; ujar Agus.Menurutnya, pelemahan Rupiah yang terjadi karena mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang selaras dengan nilai tukar regionalnya. &quot;Kemarin itu currency lebih dalam dibanding Indonesia, jadi yang ingin disampaikan, bahwa kondisi di dunia saat ini juga ikut berpengaruh di nasional,&quot; paparnya.Agus mengklaim, bahwa kondisi valuta asing (valas) di semester II-2013 ini lebih baik kondisinya bila dibandingkan semester I 2013. Pasalnya, menjelang akhir tahun 2013 ini pasar valas lebih efisien dan likuid. &quot;Ini cerminan satu pricing yang confiden. BI selalu memperhatikan terus kalau ada gejolak dalam menjaga stabilitasnya,&quot; tandasnya. (kie)</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meminta kepada pelaku pasar untuk tidak panik atas pelemahan nilai tukar Rupiah yang mencapai Rp12.018 per Dolar Amerika Serikat (AS).Sebab menurut Agus, pelemahan Rupiah selain akibat ketidakpastian perekonomoian global akibat rencana tapering di AS, juga akibat kondisi akhir tahun dimana para investor banyak melakukan perubahan posisi. &quot;Tak perlu panik, kalAU di indonesia sendiri&amp;nbsp; tekanan nilai tukar karena memang dalam akhir bulan ada permintaan (dolar) yang cukup tinggi. Tidak hanya akhir bulan tetapi juga menjelang akhir tahun dimana banyak sekali kaum investor atau pengelola keuangan menjelang akhir tahun mereka melakukan perubahan posisi,&quot; kata Agus di Gedung BI, Jakarta, Jumat (29/11/2013).Agus mengatakan kondisi yang ada saat mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia saat ini. &quot;Jadi Rupiah karena situasional karena akhir tahun banyak investor global ingin cuti liburan,&quot; ujar Agus.Menurutnya, pelemahan Rupiah yang terjadi karena mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang selaras dengan nilai tukar regionalnya. &quot;Kemarin itu currency lebih dalam dibanding Indonesia, jadi yang ingin disampaikan, bahwa kondisi di dunia saat ini juga ikut berpengaruh di nasional,&quot; paparnya.Agus mengklaim, bahwa kondisi valuta asing (valas) di semester II-2013 ini lebih baik kondisinya bila dibandingkan semester I 2013. Pasalnya, menjelang akhir tahun 2013 ini pasar valas lebih efisien dan likuid. &quot;Ini cerminan satu pricing yang confiden. BI selalu memperhatikan terus kalau ada gejolak dalam menjaga stabilitasnya,&quot; tandasnya. (kie)</content:encoded></item></channel></rss>
