<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Melemah, Fajar Surya Naikkan Harga Jual Kertas Produksinya</title><description>PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) berencana akan menaikkan harga jual  produknya sekira 4-5 persen tahun depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/12/10/278/910103/rupiah-melemah-fajar-surya-naikkan-harga-jual-kertas-produksinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/12/10/278/910103/rupiah-melemah-fajar-surya-naikkan-harga-jual-kertas-produksinya"/><item><title>Rupiah Melemah, Fajar Surya Naikkan Harga Jual Kertas Produksinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/12/10/278/910103/rupiah-melemah-fajar-surya-naikkan-harga-jual-kertas-produksinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/12/10/278/910103/rupiah-melemah-fajar-surya-naikkan-harga-jual-kertas-produksinya</guid><pubDate>Selasa 10 Desember 2013 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/10/278/910103/zbBSJpqyBQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/10/278/910103/zbBSJpqyBQ.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) berencana akan menaikkan harga jual produknya sekira 4-5 persen tahun depan. Kenaikan ini, dilakukan guna mengompensasi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).&quot;Sebelumnya kami juga telah menaikkan harga jualnya di kisaran yang sama pada tahun ini,&quot; ujar Manajer Keuangan FASW Marco Hardy seusai public expose di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/12/2013). Pasalnya, sekitar 60 persen dari harga pokok penjualan menggunakan instrumen mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dalam pembiayaannya. &quot;Tapi sepertinya kenaikan harga pada tahun ini tetap tidak dapat menahan bertambahnya rugi bersih kami sampai dengan kuartal tiga tahun ini,&quot; paparnya.Menurut Marco, perseroan tercatat alami rugi bersih meningkat menjadi Rp169,46 miliar, padahal pada periode yang sama tahun lalu nilai rugi bersih perseroan masih berada di angka Rp46,34 miliar.&quot;Dengan adanya rencana kenaikan harga tersebut, diharapkan dapat menurunkan nilai rugi bersih kami di tahun depan,&quot; ucapnya.Namun, apabila nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS tetap berada di level yang sama seperti ini sebesar Rp12.000 per USD di tahun depan, kemungkinan tahun depan akan tetap mencatatkan rugi.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) berencana akan menaikkan harga jual produknya sekira 4-5 persen tahun depan. Kenaikan ini, dilakukan guna mengompensasi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).&quot;Sebelumnya kami juga telah menaikkan harga jualnya di kisaran yang sama pada tahun ini,&quot; ujar Manajer Keuangan FASW Marco Hardy seusai public expose di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/12/2013). Pasalnya, sekitar 60 persen dari harga pokok penjualan menggunakan instrumen mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dalam pembiayaannya. &quot;Tapi sepertinya kenaikan harga pada tahun ini tetap tidak dapat menahan bertambahnya rugi bersih kami sampai dengan kuartal tiga tahun ini,&quot; paparnya.Menurut Marco, perseroan tercatat alami rugi bersih meningkat menjadi Rp169,46 miliar, padahal pada periode yang sama tahun lalu nilai rugi bersih perseroan masih berada di angka Rp46,34 miliar.&quot;Dengan adanya rencana kenaikan harga tersebut, diharapkan dapat menurunkan nilai rugi bersih kami di tahun depan,&quot; ucapnya.Namun, apabila nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS tetap berada di level yang sama seperti ini sebesar Rp12.000 per USD di tahun depan, kemungkinan tahun depan akan tetap mencatatkan rugi.</content:encoded></item></channel></rss>
