<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  &quot;Setelah Blok Cepu  RI Tidak Punya Lapangan Minyak Lagi&quot;</title><description>Kekhawatiran ini lantaran Indonesia masih mengandalkan Blok Cepu  merupakan Blok untuk memproduksi Migas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/12/16/19/912757/setelah-blok-cepu-ri-tidak-punya-lapangan-minyak-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/12/16/19/912757/setelah-blok-cepu-ri-tidak-punya-lapangan-minyak-lagi"/><item><title>  &quot;Setelah Blok Cepu  RI Tidak Punya Lapangan Minyak Lagi&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/12/16/19/912757/setelah-blok-cepu-ri-tidak-punya-lapangan-minyak-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/12/16/19/912757/setelah-blok-cepu-ri-tidak-punya-lapangan-minyak-lagi</guid><pubDate>Senin 16 Desember 2013 10:27 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/16/19/912757/2uEYKT6goe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/16/19/912757/2uEYKT6goe.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia berada di ujung tanduk. Kekhawatiran ini lantaran Indonesia masih mengandalkan Blok Cepu yang merupakan blok untuk memproduksi Migas.&quot;Setelah Blok Cepu itu, kita tidak ada lapangan minyak lagi, 10 tahun yang akan datang bagaimana tuh,&quot; kata Direktur Pertamina Hulu Energi (PHE) Muhamad Husen saat memberi sambutan sekaligus membuka acara Pertamina Energi Outlook 2014 di Ritz Carlton Pascific Place, Jakarta, Senin (16/12/2013).Husen menjelaskan, jikalau Pertamina terus melakukan impor lebih kurang dari USD100 juta dalam memenuhi kebutuhan migas dalam negeri, apakah selama itu juga APBN kita menyanggupi aksi impor migas tersebut. &quot;USD100 juta kebutuhan impor, apakah APBN kita akan kuat nanti, makanya kita harus memikirkan hal itu,&quot; tuturnya.Dia menambahkan, banyak sumber energi yang dapat dimanfaatkan guna kelangsungan ekonomi Indonesia. Salah satunya dengan energi panas bumi yang berpotensi atau dapat dimanfaatkan sampai 29 GW setara dengan 1 juta barel. &quot;Panas bumi baru termanfaatkan 4 persen, kita hanya butuhkan kepastian kebijakan,&quot; jelasnya.Menurutnya, saat ini Pertamina menyanggupi pemanfaatan energi panas bumi jikalau memang diharuskan. Sebab, secara teknologi Pertamina tidak mengkhawatirkan. &quot;By technology tidak bermasalah karena kami ngebor minyak kan 4.000 meter, kalau panas bumi mah cuma 1.000 sekian meter saja,&quot; jelasnya.Kendati demikian, Husen berharap dengan diselenggarakannya Energi Outlook 2014 oleh Pertamina akan memberikan kontribusi kepada pemerintah ke depannya. Acara ini pun, kata Husen, diharapkan menjadi agenda rutin setiap tahun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia berada di ujung tanduk. Kekhawatiran ini lantaran Indonesia masih mengandalkan Blok Cepu yang merupakan blok untuk memproduksi Migas.&quot;Setelah Blok Cepu itu, kita tidak ada lapangan minyak lagi, 10 tahun yang akan datang bagaimana tuh,&quot; kata Direktur Pertamina Hulu Energi (PHE) Muhamad Husen saat memberi sambutan sekaligus membuka acara Pertamina Energi Outlook 2014 di Ritz Carlton Pascific Place, Jakarta, Senin (16/12/2013).Husen menjelaskan, jikalau Pertamina terus melakukan impor lebih kurang dari USD100 juta dalam memenuhi kebutuhan migas dalam negeri, apakah selama itu juga APBN kita menyanggupi aksi impor migas tersebut. &quot;USD100 juta kebutuhan impor, apakah APBN kita akan kuat nanti, makanya kita harus memikirkan hal itu,&quot; tuturnya.Dia menambahkan, banyak sumber energi yang dapat dimanfaatkan guna kelangsungan ekonomi Indonesia. Salah satunya dengan energi panas bumi yang berpotensi atau dapat dimanfaatkan sampai 29 GW setara dengan 1 juta barel. &quot;Panas bumi baru termanfaatkan 4 persen, kita hanya butuhkan kepastian kebijakan,&quot; jelasnya.Menurutnya, saat ini Pertamina menyanggupi pemanfaatan energi panas bumi jikalau memang diharuskan. Sebab, secara teknologi Pertamina tidak mengkhawatirkan. &quot;By technology tidak bermasalah karena kami ngebor minyak kan 4.000 meter, kalau panas bumi mah cuma 1.000 sekian meter saja,&quot; jelasnya.Kendati demikian, Husen berharap dengan diselenggarakannya Energi Outlook 2014 oleh Pertamina akan memberikan kontribusi kepada pemerintah ke depannya. Acara ini pun, kata Husen, diharapkan menjadi agenda rutin setiap tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
