<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbedaan Ritel Modern &amp; Tradisional</title><description>Saat ini kesenjangan antara peritel modern dan peritel tradisional  adalah, peritel modern memiliki rantai distribusi yang terintegrasi  secara digital sehingga menciptakan sinergi di antara penggunanya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2013/12/17/320/913621/perbedaan-ritel-modern-tradisional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2013/12/17/320/913621/perbedaan-ritel-modern-tradisional"/><item><title>Perbedaan Ritel Modern &amp; Tradisional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2013/12/17/320/913621/perbedaan-ritel-modern-tradisional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2013/12/17/320/913621/perbedaan-ritel-modern-tradisional</guid><pubDate>Selasa 17 Desember 2013 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/17/320/913621/Jzmm408lsM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah Satu Mall di India (Foto:hrgroup.co.in)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/17/320/913621/Jzmm408lsM.jpg</image><title>Salah Satu Mall di India (Foto:hrgroup.co.in)</title></images><description>JAKARTA - International Finance Corporation (IFC) mencatatkan sekira 80 persen penjualan ritel di Indonesia merupakan hasil dari penjualan ritel tradisional, dengan nilai sekira USD138 juta.â€ªIFC juga mencatat, peritel tradisional juga mampu menyerap 21 persen tenaga kerja di indonesia, dengan komposisi setiap peritel tradisional dikunjungi 50 pelanggan dengan membelanjakan Rp50.000 per hari.â€ªâ€ªEast Asia and Pacific Regional Advisor for Payments and Retail Banking IFC, Ivan Mortimer-Schutts mengatakan sektor ritel tradisional di Indonesia memiliki dampak yang besar pada peningkatan akses terhadap layanan keuangan dan hasil pembangunan ekonomi. &quot;Namun, terjadi kesenjangan yang terjadi antara peritel modern dan tradisional di Tanah Air,&quot; ucap Ivan di kantor IFC, Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (17/12/2013).Menurut Ivan, kesenjangan terjadi karena terdapat di sisi pembayaran, peritel modern telah mengadopsi pembayaran secara digital (e-money) sedangkan peritel tradisional belum.â€ª&quot;Dengan kesenjangan digital yang terjadi pada proses pembayaran rantai distribusi, akan membatasi potensi ritel tradisional untuk memberikan dampak pada pengembangan ekonomi,&quot; kata Ivan.Saat ini kesenjangan antara peritel modern dan peritel tradisional adalah, peritel modern memiliki rantai distribusi yang terintegrasi secara digital sehingga menciptakan sinergi di antara penggunanya. Standar bersama membuat informasi yang mengalir lebih efektif di antara pemasok, peritel dan bank untuk meningkatkan visibilitas, efisiensi dan proses otomasisasi.â€ªSedangkan peritel tradisional, biasanya berbasis uang tunai dan mempunyai keterbatasan integrasi dengan pemasok atau bank untuk mengelola pembelanjaan, persediaan dan pembayaran. Tanpa teknologi yang kompatibel, mereka hanya mendapatkan sedikit keuntungan dari standar dan infrastruktur yang digunakan oleh pelaku bisnis yang lebih besar dalam rantai distribusi ini.â€ªIvan mencontohkan, dengan data yang dimiliki bersama antara peritel modern bersama dengan perbankan membuat peritel modern lebih mudah untuk melakukan pinjaman keperbankan untuk ekspansinya. &quot;Namun berbeda dengan peritel modern, sehingga mereka sedikit kesulitan untuk berkembang,&quot; paparnya. (kie)</description><content:encoded>JAKARTA - International Finance Corporation (IFC) mencatatkan sekira 80 persen penjualan ritel di Indonesia merupakan hasil dari penjualan ritel tradisional, dengan nilai sekira USD138 juta.â€ªIFC juga mencatat, peritel tradisional juga mampu menyerap 21 persen tenaga kerja di indonesia, dengan komposisi setiap peritel tradisional dikunjungi 50 pelanggan dengan membelanjakan Rp50.000 per hari.â€ªâ€ªEast Asia and Pacific Regional Advisor for Payments and Retail Banking IFC, Ivan Mortimer-Schutts mengatakan sektor ritel tradisional di Indonesia memiliki dampak yang besar pada peningkatan akses terhadap layanan keuangan dan hasil pembangunan ekonomi. &quot;Namun, terjadi kesenjangan yang terjadi antara peritel modern dan tradisional di Tanah Air,&quot; ucap Ivan di kantor IFC, Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (17/12/2013).Menurut Ivan, kesenjangan terjadi karena terdapat di sisi pembayaran, peritel modern telah mengadopsi pembayaran secara digital (e-money) sedangkan peritel tradisional belum.â€ª&quot;Dengan kesenjangan digital yang terjadi pada proses pembayaran rantai distribusi, akan membatasi potensi ritel tradisional untuk memberikan dampak pada pengembangan ekonomi,&quot; kata Ivan.Saat ini kesenjangan antara peritel modern dan peritel tradisional adalah, peritel modern memiliki rantai distribusi yang terintegrasi secara digital sehingga menciptakan sinergi di antara penggunanya. Standar bersama membuat informasi yang mengalir lebih efektif di antara pemasok, peritel dan bank untuk meningkatkan visibilitas, efisiensi dan proses otomasisasi.â€ªSedangkan peritel tradisional, biasanya berbasis uang tunai dan mempunyai keterbatasan integrasi dengan pemasok atau bank untuk mengelola pembelanjaan, persediaan dan pembayaran. Tanpa teknologi yang kompatibel, mereka hanya mendapatkan sedikit keuntungan dari standar dan infrastruktur yang digunakan oleh pelaku bisnis yang lebih besar dalam rantai distribusi ini.â€ªIvan mencontohkan, dengan data yang dimiliki bersama antara peritel modern bersama dengan perbankan membuat peritel modern lebih mudah untuk melakukan pinjaman keperbankan untuk ekspansinya. &quot;Namun berbeda dengan peritel modern, sehingga mereka sedikit kesulitan untuk berkembang,&quot; paparnya. (kie)</content:encoded></item></channel></rss>
