<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terbuka Kemungkinan Harga Elpiji 12 Kg Naik Lagi</title><description>PT Pertamina (Persero) merevisi harga Elpiji nonsubsidi, 12 kilogram  (kg). Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian  perusahaan tersebut dalam produksi Elpiji</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/01/07/19/923147/terbuka-kemungkinan-harga-elpiji-12-kg-naik-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/01/07/19/923147/terbuka-kemungkinan-harga-elpiji-12-kg-naik-lagi"/><item><title>Terbuka Kemungkinan Harga Elpiji 12 Kg Naik Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/01/07/19/923147/terbuka-kemungkinan-harga-elpiji-12-kg-naik-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/01/07/19/923147/terbuka-kemungkinan-harga-elpiji-12-kg-naik-lagi</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2014 20:48 WIB</pubDate><dc:creator>Petrus Paulus Lelyemin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/01/07/19/923147/CS2791CHT8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/01/07/19/923147/CS2791CHT8.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) merevisi harga Elpiji nonsubsidi, 12 kilogram (kg). Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian perusahaan tersebut dalam produksi Elpiji.Sebagai sebuah perusahaan layaknya perusahaan-perusahaan yang lain, Pertamina tentu berusaha menanggulangi kerugiannya.Untuk itu, kemungkinan kenaikan harga Elpiji masih terbuka lebar dalam tahun 2014 ini. Lantas, kapan kira-kira waktu yang tepat untuk kembali menaikan harga Elpiji 12 kg?Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, kenaikan harga Elpiji 12 kg sebetulnya bisa dilakukan kapan saja. Menurut dia, kalaupun dilakukan sekarang hal tersebut tidak akan menimbulkan dampak yang luar biasa.&quot;Bukan masalah waktu. Harusnya ke depan bisa kapan saja,&quot; tutur Bambang ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (7/1/2014).Ini, lanjutnya, dikarenakan inflasi yang ditimbulkan oleh kenaikan harga Elpiji 12 kg sangat kecil, yakni 0,3 persen sepanjang tahun. &quot;Karena dampak inflasinya dengan harga paling tinggi 0,3 persen. Jadi kapan pun kalau cuma 0,3 persen dalam setahun. Kenapa Januari karena mau naik tahun lalu susah karena sudah ada kenaikan yang lain,&quot; jelasnya.Menurut dia, lebih baik lagi jika kenaikan dilakukan secara bertahap. Dilihat dari dampak inflasi yang diakibatkan, kenaikan tersebut tidak begitu signifikan kontribusinya. Namun, tambah Bambang, poin dari permasalahan ini adalah bukan bagaimana cara kenaikan harga, melainkan nilainya.&quot;Itu bisa saja. Tapi kita nggak ngomong itu, bisa saja caranya,&quot; pungkasnya.(rez)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) merevisi harga Elpiji nonsubsidi, 12 kilogram (kg). Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian perusahaan tersebut dalam produksi Elpiji.Sebagai sebuah perusahaan layaknya perusahaan-perusahaan yang lain, Pertamina tentu berusaha menanggulangi kerugiannya.Untuk itu, kemungkinan kenaikan harga Elpiji masih terbuka lebar dalam tahun 2014 ini. Lantas, kapan kira-kira waktu yang tepat untuk kembali menaikan harga Elpiji 12 kg?Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, kenaikan harga Elpiji 12 kg sebetulnya bisa dilakukan kapan saja. Menurut dia, kalaupun dilakukan sekarang hal tersebut tidak akan menimbulkan dampak yang luar biasa.&quot;Bukan masalah waktu. Harusnya ke depan bisa kapan saja,&quot; tutur Bambang ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (7/1/2014).Ini, lanjutnya, dikarenakan inflasi yang ditimbulkan oleh kenaikan harga Elpiji 12 kg sangat kecil, yakni 0,3 persen sepanjang tahun. &quot;Karena dampak inflasinya dengan harga paling tinggi 0,3 persen. Jadi kapan pun kalau cuma 0,3 persen dalam setahun. Kenapa Januari karena mau naik tahun lalu susah karena sudah ada kenaikan yang lain,&quot; jelasnya.Menurut dia, lebih baik lagi jika kenaikan dilakukan secara bertahap. Dilihat dari dampak inflasi yang diakibatkan, kenaikan tersebut tidak begitu signifikan kontribusinya. Namun, tambah Bambang, poin dari permasalahan ini adalah bukan bagaimana cara kenaikan harga, melainkan nilainya.&quot;Itu bisa saja. Tapi kita nggak ngomong itu, bisa saja caranya,&quot; pungkasnya.(rez)</content:encoded></item></channel></rss>
