<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Perusahaan Kertas Ini Tegaskan Sudah Jaga Lingkungan</title><description>Asia Pulp and Paper (APP) dan Sinarmas Forestry (SMF) menyatakan  dukungannya terhadap pengembangan ekonomi kehutanan yang rendah karbon.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/04/13/320/969365/dua-perusahaan-kertas-ini-tegaskan-sudah-jaga-lingkungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/04/13/320/969365/dua-perusahaan-kertas-ini-tegaskan-sudah-jaga-lingkungan"/><item><title>Dua Perusahaan Kertas Ini Tegaskan Sudah Jaga Lingkungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/04/13/320/969365/dua-perusahaan-kertas-ini-tegaskan-sudah-jaga-lingkungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/04/13/320/969365/dua-perusahaan-kertas-ini-tegaskan-sudah-jaga-lingkungan</guid><pubDate>Minggu 13 April 2014 08:39 WIB</pubDate><dc:creator>Petrus Paulus Lelyemin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/04/12/320/969365/FNYHQecR9Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/04/12/320/969365/FNYHQecR9Z.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Asia Pulp and Paper (APP) dan Sinarmas Forestry (SMF) menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ekonomi kehutanan yang rendah karbon.Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pada IndoGreen Forestry Expo 2014 bertajuk &quot;Low Carbon Economic Forestry Development&quot; yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan sejak 11-14 April 2014 ini.Seperti diketahui, sejak 5 Februari 2013 APP telah menerapkan Kebijakan Konservasi Hutan (FCP) dalam rangka meniadakan deforestasi di seluruh rantai pasokannya. Kebijakan tersebut mencakup moratorium pembukaan hutan terhitung 1 Februari 2013 dan dilakukannya penilaian Nilai Konservasi Tinggi (HCV), Stok Karbon Tinggi (HCS) dan Free, Prior and Informed Consent (FPIC) di seluruh area konsesi para pemasok APP. Penilaian tersebut masing-masing akan rampung pada kuartal II dan III-2014.Direktur APP, Suhendra Wiriadinata mengungkapkan, salah satu pekerjaan utama lain yang dilakukan pihaknya hingga saat ini adalah mengubah budaya perusahaan dan cara kami beroperasi sehingga mendukung misi &quot;hijau&quot; tersebut.&quot;Kami telah mengginvestasikan banyak waktu dan usaha untuk menerapkan budaya transparansi dalam perusahaan melalui berbagai inisiatif baru, salah satunya online monitoring dashboard dimana publik dapat mengetahui kemajuan penerapan FCP kami,&amp;rdquo; ujar Suhendra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/4/2014).Hingga saat ini, jelas Suhendra, salah satu program APP itu telah membuahkan kemajuan yang cukup besar. &quot;Satu yang paling signifikan adalah moratorium pembukaan hutan alam dan lahan gambut masih terus berjalan dan terbukti efektif dan efisien,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asia Pulp and Paper (APP) dan Sinarmas Forestry (SMF) menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ekonomi kehutanan yang rendah karbon.Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pada IndoGreen Forestry Expo 2014 bertajuk &quot;Low Carbon Economic Forestry Development&quot; yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan sejak 11-14 April 2014 ini.Seperti diketahui, sejak 5 Februari 2013 APP telah menerapkan Kebijakan Konservasi Hutan (FCP) dalam rangka meniadakan deforestasi di seluruh rantai pasokannya. Kebijakan tersebut mencakup moratorium pembukaan hutan terhitung 1 Februari 2013 dan dilakukannya penilaian Nilai Konservasi Tinggi (HCV), Stok Karbon Tinggi (HCS) dan Free, Prior and Informed Consent (FPIC) di seluruh area konsesi para pemasok APP. Penilaian tersebut masing-masing akan rampung pada kuartal II dan III-2014.Direktur APP, Suhendra Wiriadinata mengungkapkan, salah satu pekerjaan utama lain yang dilakukan pihaknya hingga saat ini adalah mengubah budaya perusahaan dan cara kami beroperasi sehingga mendukung misi &quot;hijau&quot; tersebut.&quot;Kami telah mengginvestasikan banyak waktu dan usaha untuk menerapkan budaya transparansi dalam perusahaan melalui berbagai inisiatif baru, salah satunya online monitoring dashboard dimana publik dapat mengetahui kemajuan penerapan FCP kami,&amp;rdquo; ujar Suhendra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/4/2014).Hingga saat ini, jelas Suhendra, salah satu program APP itu telah membuahkan kemajuan yang cukup besar. &quot;Satu yang paling signifikan adalah moratorium pembukaan hutan alam dan lahan gambut masih terus berjalan dan terbukti efektif dan efisien,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
