<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Hatta Klaim MP3EI Tak Tergantung APBN</title><description>Dari total realisasi beberapa proyek MP3EI yang telah mencapai Rp828 triliun, penggunaan APBN hanya sebesar Rp207 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/04/14/20/970121/hatta-klaim-mp3ei-tak-tergantung-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/04/14/20/970121/hatta-klaim-mp3ei-tak-tergantung-apbn"/><item><title>  Hatta Klaim MP3EI Tak Tergantung APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/04/14/20/970121/hatta-klaim-mp3ei-tak-tergantung-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/04/14/20/970121/hatta-klaim-mp3ei-tak-tergantung-apbn</guid><pubDate>Senin 14 April 2014 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Petrus Paulus Lelyemin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/04/14/20/970121/b2AbGvlxK9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Hatta Rajasa. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/04/14/20/970121/b2AbGvlxK9.jpg</image><title>Menko Perekonomian Hatta Rajasa. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diterapkan sejak 2011 disebut telah menghemat anggaran negara dalam proyek pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, dari total realisasi beberapa proyek MP3EI yang telah mencapai Rp828 triliun, penggunaan APBN hanya sebesar Rp207 triliun&quot;Hanya 15 persen dari itu bersumber dari APBN,&quot; tutur Hatta ketika ditemui di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Senin (14/4/2014).Dia menuturkan, sebagian besar pendanaan MP3EI berasal dari investasi BUMN, perusahaan swasta nasional dan Foreign Direct Investment (FDI). Pembangunan tersebut, lanjutnya sebagian besar berkonsentrasi pada sektor infrastruktur.&quot;Jadi ini salah satu yang dapat mengurangi ketergantungan APBN. Karena tidak mungkin kita bisa mempercepat pembangunan kalau bergantung kepada APBN, karena dananya terbatas,&quot; terangnya.Hatta mengharapkan, perluasan pembangunan yang tengah berlangsung di berbagai daerah harus disambut dengan kesigapan pemerintah daerah dalam rangka memanfaatkan pembangunan tersebut dalam menarik investor baik dari dalam maupun luar negeri.&quot;Dalam MP3EI, kalau kita lihat kawasan perhatian investasi itu di kabupaten semua. Dalam koridor itu kan terdiri atas kawasan perhatian investasi semua. Untuk itu pemerintah daerah harus siap kembangkan investasinya,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diterapkan sejak 2011 disebut telah menghemat anggaran negara dalam proyek pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, dari total realisasi beberapa proyek MP3EI yang telah mencapai Rp828 triliun, penggunaan APBN hanya sebesar Rp207 triliun&quot;Hanya 15 persen dari itu bersumber dari APBN,&quot; tutur Hatta ketika ditemui di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Senin (14/4/2014).Dia menuturkan, sebagian besar pendanaan MP3EI berasal dari investasi BUMN, perusahaan swasta nasional dan Foreign Direct Investment (FDI). Pembangunan tersebut, lanjutnya sebagian besar berkonsentrasi pada sektor infrastruktur.&quot;Jadi ini salah satu yang dapat mengurangi ketergantungan APBN. Karena tidak mungkin kita bisa mempercepat pembangunan kalau bergantung kepada APBN, karena dananya terbatas,&quot; terangnya.Hatta mengharapkan, perluasan pembangunan yang tengah berlangsung di berbagai daerah harus disambut dengan kesigapan pemerintah daerah dalam rangka memanfaatkan pembangunan tersebut dalam menarik investor baik dari dalam maupun luar negeri.&quot;Dalam MP3EI, kalau kita lihat kawasan perhatian investasi itu di kabupaten semua. Dalam koridor itu kan terdiri atas kawasan perhatian investasi semua. Untuk itu pemerintah daerah harus siap kembangkan investasinya,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
