<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Makin Terpuruk Rp11.500/USD</title><description>Tekanan dolar Amerika Serikat (AS) semakin meningkat, akibatnya Rupiah  semakin terpuruk. Rupiah menutup perdagangan hari ini terpuruk ke  Rp11.526 per USD.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/04/22/278/974044/rupiah-makin-terpuruk-rp11-500-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/04/22/278/974044/rupiah-makin-terpuruk-rp11-500-usd"/><item><title>Rupiah Makin Terpuruk Rp11.500/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/04/22/278/974044/rupiah-makin-terpuruk-rp11-500-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/04/22/278/974044/rupiah-makin-terpuruk-rp11-500-usd</guid><pubDate>Selasa 22 April 2014 16:33 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/04/22/278/974044/GyRc1RTYF2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/04/22/278/974044/GyRc1RTYF2.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Tekanan dolar Amerika Serikat (AS) semakin meningkat, akibatnya Rupiah semakin terpuruk. Rupiah menutup perdagangan hari ini terpuruk ke Rp11.526 per USD.Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (22/4/2014), pada perdagangan non-delivery forward (NDF) Rupiah terjungkal 80 poin atau 0,70 persen menjadi Rp11.526 per USD. Rupiah bergerak dalam kisaran Rp11.450-Rp11.535 per USD.Sementara Bank Indonesia (BI), dalam kurs spot Jisdor, melemah 36 poin dan berada di Rp11.486 per USD. BI mencatat Rupiah bergerak pada kisaran Rp11.429-Rp11.543 per USD.Head of Research &amp;amp; Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti, menilai tekanan dolar AS atas Rupiah juga relatif meningkat, setelah libur panjang akhir pekan lalu. &quot;Dominasi dolar AS atas mata uang dunia potensi berimbas pada naiknya tekanan dolar AS atas mata uang regional termasuk Rupiah,&quot; tutur dia.Meski demikian, dia melihat BI tetap memantau nilai tukar Rupiah, agar tetap bergerak sesuai fundamentalnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tekanan dolar Amerika Serikat (AS) semakin meningkat, akibatnya Rupiah semakin terpuruk. Rupiah menutup perdagangan hari ini terpuruk ke Rp11.526 per USD.Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (22/4/2014), pada perdagangan non-delivery forward (NDF) Rupiah terjungkal 80 poin atau 0,70 persen menjadi Rp11.526 per USD. Rupiah bergerak dalam kisaran Rp11.450-Rp11.535 per USD.Sementara Bank Indonesia (BI), dalam kurs spot Jisdor, melemah 36 poin dan berada di Rp11.486 per USD. BI mencatat Rupiah bergerak pada kisaran Rp11.429-Rp11.543 per USD.Head of Research &amp;amp; Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti, menilai tekanan dolar AS atas Rupiah juga relatif meningkat, setelah libur panjang akhir pekan lalu. &quot;Dominasi dolar AS atas mata uang dunia potensi berimbas pada naiknya tekanan dolar AS atas mata uang regional termasuk Rupiah,&quot; tutur dia.Meski demikian, dia melihat BI tetap memantau nilai tukar Rupiah, agar tetap bergerak sesuai fundamentalnya.</content:encoded></item></channel></rss>
