<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK: Sudah 10 Tahun Investor Domestik Tak Bertambah</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan saat ini perusahaan Indonesia  yang mau melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat minim. Bahkan,  perusahaan Indonesia yang sudah tercatat (emiten) kalah dengan negara  Asean lainnya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/05/13/278/984569/ojk-sudah-10-tahun-investor-domestik-tak-bertambah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/05/13/278/984569/ojk-sudah-10-tahun-investor-domestik-tak-bertambah"/><item><title>OJK: Sudah 10 Tahun Investor Domestik Tak Bertambah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/05/13/278/984569/ojk-sudah-10-tahun-investor-domestik-tak-bertambah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/05/13/278/984569/ojk-sudah-10-tahun-investor-domestik-tak-bertambah</guid><pubDate>Selasa 13 Mei 2014 21:31 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/13/278/984569/8CeoQQSve1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">muliaman D Hadad (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/13/278/984569/8CeoQQSve1.jpg</image><title>muliaman D Hadad (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan saat ini perusahaan Indonesia yang mau melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat minim. Bahkan, perusahaan Indonesia yang sudah tercatat (emiten) kalah dengan negara Asean lainnya.&quot;Indonesia hanya 493 emiten, masih kalah dengan Singapura dan Malaysia sudah ada hampir 1.000 perusahaan yang melantai di bursa,&quot; ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasan(13/5/2014).Dia menambahkan, peran pasar modal Indonesia sangat penting meski sangat terbatas. Dimana, Indonesia punya peluang besar untuk menarik investor domestik bukan hanya investor global.&quot;Kita punya perusahaan sangat banyak, bisa dorong mereka (perusahaan) untuk masuk ke pasar modal. Ada tawaran dari Kadin, sebenarnya ini potensinya besar, &quot; kata dia.Dengan keadaan tersebut, OJK mencatat dalam sepuluh tahun terakhir jumlah investor domestik tidak bertambah. Tercatat hingga saat ini terdapat 480.000 investor domestik. Dia mengungkapkan, jumlah investor baik di PT&amp;nbsp; Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia tak berkembang signifikan.&amp;nbsp;&quot;Jumlah investor di KSEI dan KPEI segitu saja cuma 480.000, angka tidak pernah maju dalam 10 tahun terakhir, tidak ada perkembangan signifikan, padahal potensi basis investor Indonesia banyak,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan saat ini perusahaan Indonesia yang mau melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat minim. Bahkan, perusahaan Indonesia yang sudah tercatat (emiten) kalah dengan negara Asean lainnya.&quot;Indonesia hanya 493 emiten, masih kalah dengan Singapura dan Malaysia sudah ada hampir 1.000 perusahaan yang melantai di bursa,&quot; ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasan(13/5/2014).Dia menambahkan, peran pasar modal Indonesia sangat penting meski sangat terbatas. Dimana, Indonesia punya peluang besar untuk menarik investor domestik bukan hanya investor global.&quot;Kita punya perusahaan sangat banyak, bisa dorong mereka (perusahaan) untuk masuk ke pasar modal. Ada tawaran dari Kadin, sebenarnya ini potensinya besar, &quot; kata dia.Dengan keadaan tersebut, OJK mencatat dalam sepuluh tahun terakhir jumlah investor domestik tidak bertambah. Tercatat hingga saat ini terdapat 480.000 investor domestik. Dia mengungkapkan, jumlah investor baik di PT&amp;nbsp; Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia tak berkembang signifikan.&amp;nbsp;&quot;Jumlah investor di KSEI dan KPEI segitu saja cuma 480.000, angka tidak pernah maju dalam 10 tahun terakhir, tidak ada perkembangan signifikan, padahal potensi basis investor Indonesia banyak,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
