<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emiten di RI Masih Harus Tingkatkan Kualitas</title><description>Menanggapi hal itu, Ketua Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) yang  baru Franciscus Welirang mengisyaratkan emiten harus melakukan  peningkatan kualitas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/06/03/278/993445/emiten-di-ri-masih-harus-tingkatkan-kualitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/06/03/278/993445/emiten-di-ri-masih-harus-tingkatkan-kualitas"/><item><title>Emiten di RI Masih Harus Tingkatkan Kualitas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/06/03/278/993445/emiten-di-ri-masih-harus-tingkatkan-kualitas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/06/03/278/993445/emiten-di-ri-masih-harus-tingkatkan-kualitas</guid><pubDate>Selasa 03 Juni 2014 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/06/03/278/993445/27FlogbzCr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa Efek Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/06/03/278/993445/27FlogbzCr.jpg</image><title>Bursa Efek Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dalam waktu dekat, Indonesia akan menghadapi pasar bebas atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Namun beberapa kalangan menilai, khususnya para emiten belum siap menghadapi MEA tersebut.Menanggapi hal itu, Ketua Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) yang baru Franciscus Welirang mengisyaratkan emiten harus melakukan peningkatan kualitas.&quot;Saya belum bisa berbicara secara keseluruhan, seperti yang dibilang pak Muliaman standarnya masih belum, masih harus ada peningkatan,&quot; ungkapnya kepada Okezone, Selasa (3/6/2014).Sebelumnya, Mantan Ketua AEI Airlangga Hartarto mengungkapkan, alasan utamanya adalah adanya suku bunga tinggi, infrastruktur tidak memadai sehingga biaya logistik lebih tinggi serta masalah energi terutama biaya (cost) yang tidak bersaing.&quot;Beban subsidi energi kita sudah Rp400 triliun, ditengah anggaran kita yang hanya Rp1.400 triliun, sudah tidak sehat. Kalau subsidi berlebihan akan memukul perekonomian kita sehingga tidak dapat bersaing dengan negara Asean lainnya,&quot;&amp;nbsp; kata Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam waktu dekat, Indonesia akan menghadapi pasar bebas atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Namun beberapa kalangan menilai, khususnya para emiten belum siap menghadapi MEA tersebut.Menanggapi hal itu, Ketua Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) yang baru Franciscus Welirang mengisyaratkan emiten harus melakukan peningkatan kualitas.&quot;Saya belum bisa berbicara secara keseluruhan, seperti yang dibilang pak Muliaman standarnya masih belum, masih harus ada peningkatan,&quot; ungkapnya kepada Okezone, Selasa (3/6/2014).Sebelumnya, Mantan Ketua AEI Airlangga Hartarto mengungkapkan, alasan utamanya adalah adanya suku bunga tinggi, infrastruktur tidak memadai sehingga biaya logistik lebih tinggi serta masalah energi terutama biaya (cost) yang tidak bersaing.&quot;Beban subsidi energi kita sudah Rp400 triliun, ditengah anggaran kita yang hanya Rp1.400 triliun, sudah tidak sehat. Kalau subsidi berlebihan akan memukul perekonomian kita sehingga tidak dapat bersaing dengan negara Asean lainnya,&quot;&amp;nbsp; kata Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
