<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Sambal RI Masuk Jaringan Supermarket di Amerika</title><description>Supermarket&amp;nbsp; Whole Foods&amp;nbsp; ini merupakan supermarket pertama&amp;nbsp; yang  menjual empat produk sambal Three Anoa milik Agus Wong dan Athoni  Munaba.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/06/23/320/1002868/sambal-ri-masuk-jaringan-supermarket-di-amerika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/06/23/320/1002868/sambal-ri-masuk-jaringan-supermarket-di-amerika"/><item><title>  Sambal RI Masuk Jaringan Supermarket di Amerika</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/06/23/320/1002868/sambal-ri-masuk-jaringan-supermarket-di-amerika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/06/23/320/1002868/sambal-ri-masuk-jaringan-supermarket-di-amerika</guid><pubDate>Senin 23 Juni 2014 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/06/23/320/1002868/oVsUScikHC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sambal RI Masuk Jaringan Supermarket di Amerika (Ilustrasi: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/06/23/320/1002868/oVsUScikHC.jpg</image><title>Sambal RI Masuk Jaringan Supermarket di Amerika (Ilustrasi: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Salah satu&amp;nbsp; perusahaan&amp;nbsp; milik&amp;nbsp; diaspora&amp;nbsp; Indonesia di wilayah Washington D.C., &amp;ldquo;Three noa&amp;rdquo;&amp;nbsp; berhasil masuk jaringan supermarket &amp;ldquo;The Whole Foods&amp;nbsp; Market&amp;rdquo; di Amerika Serikat (AS). &amp;ldquo;Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia, karena&amp;nbsp; jaringan Whole Foods Market adalah supermarket butik yang populer dengan produk yang dipasarkan yang bersifat unik, khas, pro-lokal, organik, dan&amp;nbsp; berkualitas tinggi sehingga&amp;nbsp; harganya pun biasanya lebih tinggi dari supermarket lain,&amp;rdquo; kata Atase Perdagangan RI di Washington,D.C., AS, Ni Made Ayu Marthini seperti dilansir Setkab, Senin (23/6/2014).Supermarket&amp;nbsp; Whole Foods&amp;nbsp; ini merupakan supermarket pertama&amp;nbsp; yang menjual empat&amp;nbsp; produk&amp;nbsp; sambal Three Anoa milik Agus Wong dan Athoni Munaba. Menurut pihak pemasaran Whole Foods, mereka sangat bangga menjadi lokasi pertama yang menjual sambal Indonesia yang khas dan&amp;nbsp; terlebih&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp; dipadukan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; berbagai bahan&amp;nbsp; yang mudah&amp;nbsp; di dapat di AS dengan tetap mempertahankan cita rasa Indonesia.&amp;ldquo;Pada saat peluncuran, pengunjung Whole Foods dapat mencoba cita rasa sambal Three Anoa, yaitu&amp;nbsp; bumbu&amp;nbsp; Bali yang&amp;nbsp; dimasak&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; swordfish dan ikan&amp;nbsp; salmon, sambal mangga&amp;nbsp; untuk dibuat&amp;nbsp; salad&amp;nbsp; daun&amp;nbsp; kale, bumbu&amp;nbsp; rujak&amp;nbsp; dipadu dengan daging, dan lado Sumatra untuk ayam,&amp;rdquo; kata Agus Wong salah satu pemilik Three Anoa.Pada peluncuran ini, Dubes RI untuk AS, Budi Bowoleksono serta masyarakat di wilayah Washington, D.C. juga diundang. Pihak&amp;nbsp; Whole Foods ingin menjadikan malam peluncuran&amp;nbsp; ini sebagai ajang perayaan&amp;nbsp; Indonesia. Oleh karena itu, beberapa&amp;nbsp; diaspora Indonesia turut mendukung acara peluncuran dengan menampilkan pertunjukan hiburan musik oleh kelompok musik Pesona Irama serta angklung interaktif oleh House of Angklung. Acara peluncuran ini juga dimanfaatkan&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; Atase Perdagangan Washington, D.C. untuk&amp;nbsp; mempromosikan&amp;nbsp; Trade Expo Indonesia ke-29 yang akan diselenggarakan pada 8-12 Oktober 2014 di Jakarta.Saat&amp;nbsp; ini tercatat sekira 200.000 diaspora&amp;nbsp; Indonesia yang bermukim di AS dan itu merupakan aset&amp;nbsp; yang cukup besar yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan&amp;nbsp; konsumsi dan distribusi produk&amp;nbsp; Indonesia. Diaspora merupakan salah satu&amp;nbsp; instrumen penting untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia. Oleh karena itu, Atase Perdagangan RI di Washington, D.C. memiliki program&amp;nbsp; business incubator&amp;nbsp; untuk mendorong kewirausahaan diaspora Indonesia yang khususnya bertujuan untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke AS.Kantor Atdag KBRI Washington, D.C. mengamati bahwa produk makanan merupakan pilihan tepat, karena masyarakat AS saat ini sangat ingin mencoba-coba jenis masakan baru. Menurut data Specialty Foods Association of America, konsumen AS mulai beralih&amp;nbsp; dari makanan&amp;nbsp; Asia yang telah mapan seperti Jepang, Thailand, dan Vietnam ke makanan etnik baru lainnya. Oleh karena itu, makanan Indonesia serta produknya, terutama yang khas akan dicari dan laku. &amp;ldquo;Di AS ternyata sambal semakin populer dan semakin banyak konsumen yang suka bereksperimen mencoba&amp;nbsp; hal&amp;nbsp; baru&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; mencoba&amp;nbsp; sambal hingga&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; paling&amp;nbsp; pedas. Peluang&amp;nbsp; ini harus dimanfaatkan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; baik&amp;nbsp; karena&amp;nbsp; sambal adalah&amp;nbsp; pasar yang&amp;nbsp; menguntungkan, apalagi tidak banyak&amp;nbsp; negara yang memiliki budaya mengkonsumsi sambal. Terlebih lagi, kata sambal telah masuk dalam kamus resmi bahasa Inggris Merriam Webster,&amp;rdquo; tegas Made Marthini.</description><content:encoded>JAKARTA - Salah satu&amp;nbsp; perusahaan&amp;nbsp; milik&amp;nbsp; diaspora&amp;nbsp; Indonesia di wilayah Washington D.C., &amp;ldquo;Three noa&amp;rdquo;&amp;nbsp; berhasil masuk jaringan supermarket &amp;ldquo;The Whole Foods&amp;nbsp; Market&amp;rdquo; di Amerika Serikat (AS). &amp;ldquo;Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia, karena&amp;nbsp; jaringan Whole Foods Market adalah supermarket butik yang populer dengan produk yang dipasarkan yang bersifat unik, khas, pro-lokal, organik, dan&amp;nbsp; berkualitas tinggi sehingga&amp;nbsp; harganya pun biasanya lebih tinggi dari supermarket lain,&amp;rdquo; kata Atase Perdagangan RI di Washington,D.C., AS, Ni Made Ayu Marthini seperti dilansir Setkab, Senin (23/6/2014).Supermarket&amp;nbsp; Whole Foods&amp;nbsp; ini merupakan supermarket pertama&amp;nbsp; yang menjual empat&amp;nbsp; produk&amp;nbsp; sambal Three Anoa milik Agus Wong dan Athoni Munaba. Menurut pihak pemasaran Whole Foods, mereka sangat bangga menjadi lokasi pertama yang menjual sambal Indonesia yang khas dan&amp;nbsp; terlebih&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp; dipadukan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; berbagai bahan&amp;nbsp; yang mudah&amp;nbsp; di dapat di AS dengan tetap mempertahankan cita rasa Indonesia.&amp;ldquo;Pada saat peluncuran, pengunjung Whole Foods dapat mencoba cita rasa sambal Three Anoa, yaitu&amp;nbsp; bumbu&amp;nbsp; Bali yang&amp;nbsp; dimasak&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; swordfish dan ikan&amp;nbsp; salmon, sambal mangga&amp;nbsp; untuk dibuat&amp;nbsp; salad&amp;nbsp; daun&amp;nbsp; kale, bumbu&amp;nbsp; rujak&amp;nbsp; dipadu dengan daging, dan lado Sumatra untuk ayam,&amp;rdquo; kata Agus Wong salah satu pemilik Three Anoa.Pada peluncuran ini, Dubes RI untuk AS, Budi Bowoleksono serta masyarakat di wilayah Washington, D.C. juga diundang. Pihak&amp;nbsp; Whole Foods ingin menjadikan malam peluncuran&amp;nbsp; ini sebagai ajang perayaan&amp;nbsp; Indonesia. Oleh karena itu, beberapa&amp;nbsp; diaspora Indonesia turut mendukung acara peluncuran dengan menampilkan pertunjukan hiburan musik oleh kelompok musik Pesona Irama serta angklung interaktif oleh House of Angklung. Acara peluncuran ini juga dimanfaatkan&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; Atase Perdagangan Washington, D.C. untuk&amp;nbsp; mempromosikan&amp;nbsp; Trade Expo Indonesia ke-29 yang akan diselenggarakan pada 8-12 Oktober 2014 di Jakarta.Saat&amp;nbsp; ini tercatat sekira 200.000 diaspora&amp;nbsp; Indonesia yang bermukim di AS dan itu merupakan aset&amp;nbsp; yang cukup besar yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan&amp;nbsp; konsumsi dan distribusi produk&amp;nbsp; Indonesia. Diaspora merupakan salah satu&amp;nbsp; instrumen penting untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia. Oleh karena itu, Atase Perdagangan RI di Washington, D.C. memiliki program&amp;nbsp; business incubator&amp;nbsp; untuk mendorong kewirausahaan diaspora Indonesia yang khususnya bertujuan untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke AS.Kantor Atdag KBRI Washington, D.C. mengamati bahwa produk makanan merupakan pilihan tepat, karena masyarakat AS saat ini sangat ingin mencoba-coba jenis masakan baru. Menurut data Specialty Foods Association of America, konsumen AS mulai beralih&amp;nbsp; dari makanan&amp;nbsp; Asia yang telah mapan seperti Jepang, Thailand, dan Vietnam ke makanan etnik baru lainnya. Oleh karena itu, makanan Indonesia serta produknya, terutama yang khas akan dicari dan laku. &amp;ldquo;Di AS ternyata sambal semakin populer dan semakin banyak konsumen yang suka bereksperimen mencoba&amp;nbsp; hal&amp;nbsp; baru&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; mencoba&amp;nbsp; sambal hingga&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; paling&amp;nbsp; pedas. Peluang&amp;nbsp; ini harus dimanfaatkan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; baik&amp;nbsp; karena&amp;nbsp; sambal adalah&amp;nbsp; pasar yang&amp;nbsp; menguntungkan, apalagi tidak banyak&amp;nbsp; negara yang memiliki budaya mengkonsumsi sambal. Terlebih lagi, kata sambal telah masuk dalam kamus resmi bahasa Inggris Merriam Webster,&amp;rdquo; tegas Made Marthini.</content:encoded></item></channel></rss>
