<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sekelumit Sandungan bagi Investor Asing di Jakarta</title><description>Meski Indonesia, khususnya Jakarta dipandang sebagai salah satu kota di  negara berkembang yang paling menarik bagi para investor asing, namun  tetap masih ada beberapa hambatan yang harus dihadapi para investor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/07/04/471/1008026/sekelumit-sandungan-bagi-investor-asing-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/07/04/471/1008026/sekelumit-sandungan-bagi-investor-asing-di-jakarta"/><item><title>Sekelumit Sandungan bagi Investor Asing di Jakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/07/04/471/1008026/sekelumit-sandungan-bagi-investor-asing-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/07/04/471/1008026/sekelumit-sandungan-bagi-investor-asing-di-jakarta</guid><pubDate>Jum'at 04 Juli 2014 09:31 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Febrina Anugrah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/07/04/471/1008026/XNZ0xq3TED.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekelumit Sandungan bagi Investor Asing di Jakarta (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/07/04/471/1008026/XNZ0xq3TED.jpg</image><title>Sekelumit Sandungan bagi Investor Asing di Jakarta (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Meski Indonesia, khususnya Jakarta dipandang sebagai salah satu kota di negara berkembang yang paling menarik bagi para investor asing, namun tetap masih ada beberapa hambatan yang harus dihadapi para investor. Menurut Asociate Director KOnsultan Properti Knight Frank, Hasan Pramudji hambatan tersebut yang pertama adalah struktur hukumnya yang kompleks dan langkanya properti di sejumlah lokasi premium di Ibu kota.&quot;Cepat berkurangnya pasokan rumah, kenaikan harga tanah, dan lalu lintas yang semrawut juga memaksa pembeli untuk beralih membeli properti ke daerah penyangga Jakarta,&quot; ucap dia yang dikutip dari Property Report, Jumat (4/7/2014).Sementara itu, di sisi lain, menurut Senior Associate Director, Research &amp;amp; Advisory, Cushman &amp;amp; Wakefield Indonesia, masalah kesemrawutan lalu lintas di Jakarta dan kurangnya transportasi umum yang berkualitas, membuat permintaan properti yang dekat di kawasan bisnis (CBD) membludak. &quot;Masalah lalu lintas Jakarta telah berdampak positif terhadap meningkatnya permintaan di pasar apartemen strata-title, terutama untuk proyek-proyek kondominium yang terletak sekitar CBD Jakarta dan di sepanjang koridor utama,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Meski Indonesia, khususnya Jakarta dipandang sebagai salah satu kota di negara berkembang yang paling menarik bagi para investor asing, namun tetap masih ada beberapa hambatan yang harus dihadapi para investor. Menurut Asociate Director KOnsultan Properti Knight Frank, Hasan Pramudji hambatan tersebut yang pertama adalah struktur hukumnya yang kompleks dan langkanya properti di sejumlah lokasi premium di Ibu kota.&quot;Cepat berkurangnya pasokan rumah, kenaikan harga tanah, dan lalu lintas yang semrawut juga memaksa pembeli untuk beralih membeli properti ke daerah penyangga Jakarta,&quot; ucap dia yang dikutip dari Property Report, Jumat (4/7/2014).Sementara itu, di sisi lain, menurut Senior Associate Director, Research &amp;amp; Advisory, Cushman &amp;amp; Wakefield Indonesia, masalah kesemrawutan lalu lintas di Jakarta dan kurangnya transportasi umum yang berkualitas, membuat permintaan properti yang dekat di kawasan bisnis (CBD) membludak. &quot;Masalah lalu lintas Jakarta telah berdampak positif terhadap meningkatnya permintaan di pasar apartemen strata-title, terutama untuk proyek-proyek kondominium yang terletak sekitar CBD Jakarta dan di sepanjang koridor utama,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
