<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batavia Asset Management Incar Dana Kelolaan Rp16,5 T</title><description>PT Batavia Prosperindo Asset Management (BPAM) menargetkan dana kelolaan  atau asset under management (AUM) sekira Rp16,5 triliun pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/07/08/278/1009777/batavia-asset-management-incar-dana-kelolaan-rp16-5-t</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/07/08/278/1009777/batavia-asset-management-incar-dana-kelolaan-rp16-5-t"/><item><title>Batavia Asset Management Incar Dana Kelolaan Rp16,5 T</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/07/08/278/1009777/batavia-asset-management-incar-dana-kelolaan-rp16-5-t</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/07/08/278/1009777/batavia-asset-management-incar-dana-kelolaan-rp16-5-t</guid><pubDate>Selasa 08 Juli 2014 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/07/08/278/1009777/31D8n1hZ5l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PT Batavia Prosperindo Asset Management menargetkan dana kelolaan Rp16,5 triliun. (Foto ilustrasi: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/07/08/278/1009777/31D8n1hZ5l.jpg</image><title>PT Batavia Prosperindo Asset Management menargetkan dana kelolaan Rp16,5 triliun. (Foto ilustrasi: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Anak usaha PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII), PT Batavia Prosperindo Asset Management (BPAM) menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sekira Rp16,5 triliun pada tahun ini.&quot;Berat sih, apalagi ini sudah libur. Tinggal empat sampai lima bulan lagi, tapi masih optimistis sesuai ekspektasi,&quot; ucap Presiden Direktur BPAM Lilis Setiadi di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (8/7/2014).Dia menambahkan, sampai Juni 2014, AUM sudah mencapai Rp14 triliun. Menurut Lilis, perolehan ini tumbuh lebih lambat karena banyak investor yang wait and see. &quot;Mereka menunggu pemilihan presiden. Kalau sudah pasti siapa yang terpilih, baru investor memutuskan untuk masuk lagi,&quot; imbuhnya.Lilis menjelaskan, untuk mendukung perolehan target AUM, perusahaan akan meluncurkan sejumlah produk baru. Sampai Juni 2014, perusahaan sudah meluncurkan 10 produk reksa dana. &quot;Pada Juni ini juga sudah meluncurkan dua reksa dana terproteksi dan satu Reksa dana Penyertaan Terbatas (RDPT) pertambangan,&quot; jelasnya.Dia mengungkapkan, untuk RDPT pertambangan, jangka waktunya adalah 12 tahun. Nilai maksimalnya sebesar Rp500 miliar untuk dua perusahaan tambang yang berbasis di Kalimantan. &quot;Kami targetkan dalam tujuh tahun holding kedua perusahaan tambang ini bisa melakukan initial public offering (IPO),&quot; paparnya.Sementara itu, di semester kedua tahun ini kata Lilis perusahaan akan menambah lima sampai enam produk reksa dana. Mayoritas produk yang diterbitkan adalah reksa dana terproteksi. Rata-rata AUM yang dibidik adalah senilai Rp200 miliar. &quot;Satu lagi mungkin RDPT properti,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anak usaha PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII), PT Batavia Prosperindo Asset Management (BPAM) menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sekira Rp16,5 triliun pada tahun ini.&quot;Berat sih, apalagi ini sudah libur. Tinggal empat sampai lima bulan lagi, tapi masih optimistis sesuai ekspektasi,&quot; ucap Presiden Direktur BPAM Lilis Setiadi di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (8/7/2014).Dia menambahkan, sampai Juni 2014, AUM sudah mencapai Rp14 triliun. Menurut Lilis, perolehan ini tumbuh lebih lambat karena banyak investor yang wait and see. &quot;Mereka menunggu pemilihan presiden. Kalau sudah pasti siapa yang terpilih, baru investor memutuskan untuk masuk lagi,&quot; imbuhnya.Lilis menjelaskan, untuk mendukung perolehan target AUM, perusahaan akan meluncurkan sejumlah produk baru. Sampai Juni 2014, perusahaan sudah meluncurkan 10 produk reksa dana. &quot;Pada Juni ini juga sudah meluncurkan dua reksa dana terproteksi dan satu Reksa dana Penyertaan Terbatas (RDPT) pertambangan,&quot; jelasnya.Dia mengungkapkan, untuk RDPT pertambangan, jangka waktunya adalah 12 tahun. Nilai maksimalnya sebesar Rp500 miliar untuk dua perusahaan tambang yang berbasis di Kalimantan. &quot;Kami targetkan dalam tujuh tahun holding kedua perusahaan tambang ini bisa melakukan initial public offering (IPO),&quot; paparnya.Sementara itu, di semester kedua tahun ini kata Lilis perusahaan akan menambah lima sampai enam produk reksa dana. Mayoritas produk yang diterbitkan adalah reksa dana terproteksi. Rata-rata AUM yang dibidik adalah senilai Rp200 miliar. &quot;Satu lagi mungkin RDPT properti,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
