<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Daging Celeng, YLKI Tak Terima Aduan</title><description>YLKI mengaku, hingga sampai tidak  menerima pengaduan mengenai keberadaan daging celeng yang marak diisukan  sebelum Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran kemarin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/07/29/320/1018972/heboh-daging-celeng-ylki-tak-terima-aduan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/07/29/320/1018972/heboh-daging-celeng-ylki-tak-terima-aduan"/><item><title>Heboh Daging Celeng, YLKI Tak Terima Aduan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/07/29/320/1018972/heboh-daging-celeng-ylki-tak-terima-aduan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/07/29/320/1018972/heboh-daging-celeng-ylki-tak-terima-aduan</guid><pubDate>Selasa 29 Juli 2014 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/07/29/320/1018972/NOL1J24Xy8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Penjual Daging. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/07/29/320/1018972/NOL1J24Xy8.jpg</image><title>Ilustrasi Penjual Daging. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengaku, hingga sampai tidak menerima pengaduan mengenai keberadaan daging celeng yang marak diisukan sebelum Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran kemarin.&quot;Agak sulit kalau dari konsumen, karena konsumen kan tidak tahu bentuk fisiknya yah, secara kasat mata dia tidak mengerti,&quot; kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi kepada Okezone di Jakarta.Tulus menjelaskan, saat ini keberadaan daging celeng sudah ditangani oleh BPOM dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) atau pun dinas-dinas terkait. Yaitu, dengan cara melakukan inspeksi ketat terhadap peredaran daging celeng tersebut.Menurut Tulus, tidak adanya masyarakat atau konsumen yang mengadukan mengenai peredaran daging celeng. Tidak adanya laporan atau aduan mengenai daging celeng lantaran daging tersebut tidak diketahui fisiknya seperti apa lantaran telah diaduk atau dicampur.&quot;Karena sudah diaduk-adukkan, apa lagi kan dioplosnya juga masih banyak daging sapinya, misalnya daging celengnya 30 persen sisanya daging sapi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengaku, hingga sampai tidak menerima pengaduan mengenai keberadaan daging celeng yang marak diisukan sebelum Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran kemarin.&quot;Agak sulit kalau dari konsumen, karena konsumen kan tidak tahu bentuk fisiknya yah, secara kasat mata dia tidak mengerti,&quot; kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi kepada Okezone di Jakarta.Tulus menjelaskan, saat ini keberadaan daging celeng sudah ditangani oleh BPOM dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) atau pun dinas-dinas terkait. Yaitu, dengan cara melakukan inspeksi ketat terhadap peredaran daging celeng tersebut.Menurut Tulus, tidak adanya masyarakat atau konsumen yang mengadukan mengenai peredaran daging celeng. Tidak adanya laporan atau aduan mengenai daging celeng lantaran daging tersebut tidak diketahui fisiknya seperti apa lantaran telah diaduk atau dicampur.&quot;Karena sudah diaduk-adukkan, apa lagi kan dioplosnya juga masih banyak daging sapinya, misalnya daging celengnya 30 persen sisanya daging sapi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
