<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Mendag Ingin Harga Daging di Kisaran Rp80-85 Ribu</title><description>Tren penurunan harga komoditas daging yang biasanya terjadi usai lebaran bisa mempersulit Peternak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/08/07/320/1021305/mendag-ingin-harga-daging-di-kisaran-rp80-85-ribu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/08/07/320/1021305/mendag-ingin-harga-daging-di-kisaran-rp80-85-ribu"/><item><title> Mendag Ingin Harga Daging di Kisaran Rp80-85 Ribu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/08/07/320/1021305/mendag-ingin-harga-daging-di-kisaran-rp80-85-ribu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/08/07/320/1021305/mendag-ingin-harga-daging-di-kisaran-rp80-85-ribu</guid><pubDate>Kamis 07 Agustus 2014 15:38 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/08/07/320/1021305/ub4qnGvauo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi daging ayam. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/08/07/320/1021305/ub4qnGvauo.jpg</image><title>Ilustrasi daging ayam. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pada minggu pertama pasca-Lebaran harga daging sapi belum mengalami penurunan atau cenderung stabil. Oleh karenanya, pemerintah akan terus menjaga agar harga daging tidak turun terlalu tajam.&quot;Kita mau supaya harga daging ayam dan sapi supaya tidak naik turun dan harganya stabil, saya merasa bahwa penting untuk menjaga harga sapi di level Rp80.000 sampai Rp85.000 per kilogram,&quot; ungkap Menteri Perdagangan M Lutfi saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (7/8/2014).Menurutnya, tren penurunan harga komoditas daging yang biasanya terjadi usai lebaran bisa mempersulit Peternak. Akibatnya, hal ini bisa memicu terjadinya impor.&quot;Kalau harga lebih rendah maka insentif untuk peternak lokal situasinya akan sulit. Kita kan enggak mau impor-impor terus, maka ini akan kita jaga dan akan saya konsultasikan dengan Menteri Pertanian,&quot; jelas dia. Lebih lanjut dia menyebutkan, tendensi penurunan harga diperkirakan menjadi Rp70.000 sampai Rp75.000 per kilogram. Jika itu terjadi akan menghambat perbaikan struktur produksi nasional.&quot;Kalau harganya sampai Rp70.000 sampai Rp75.000 itu insentif untuk memperbaiki struktur dari produksi nasional itu akan menjadi berat, maka dari itu ini harus kita jaga,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pada minggu pertama pasca-Lebaran harga daging sapi belum mengalami penurunan atau cenderung stabil. Oleh karenanya, pemerintah akan terus menjaga agar harga daging tidak turun terlalu tajam.&quot;Kita mau supaya harga daging ayam dan sapi supaya tidak naik turun dan harganya stabil, saya merasa bahwa penting untuk menjaga harga sapi di level Rp80.000 sampai Rp85.000 per kilogram,&quot; ungkap Menteri Perdagangan M Lutfi saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (7/8/2014).Menurutnya, tren penurunan harga komoditas daging yang biasanya terjadi usai lebaran bisa mempersulit Peternak. Akibatnya, hal ini bisa memicu terjadinya impor.&quot;Kalau harga lebih rendah maka insentif untuk peternak lokal situasinya akan sulit. Kita kan enggak mau impor-impor terus, maka ini akan kita jaga dan akan saya konsultasikan dengan Menteri Pertanian,&quot; jelas dia. Lebih lanjut dia menyebutkan, tendensi penurunan harga diperkirakan menjadi Rp70.000 sampai Rp75.000 per kilogram. Jika itu terjadi akan menghambat perbaikan struktur produksi nasional.&quot;Kalau harganya sampai Rp70.000 sampai Rp75.000 itu insentif untuk memperbaiki struktur dari produksi nasional itu akan menjadi berat, maka dari itu ini harus kita jaga,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
