<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak &quot;PR&quot; yang Harus Dibenahi Pemerintah untuk Mudik</title><description>&quot;Titik macet, rawan longsor, rawan kecelakaan masih tetap ada.  Kepala Daerah tidak tahu bagaimana mengatasi masalah itu,&quot; kata pengamat  transportasi, Djoko Setijowarno kepada Okezone, Jakarta, Jumat (8/8/2014).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/08/08/320/1021660/banyak-pr-yang-harus-dibenahi-pemerintah-untuk-mudik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/08/08/320/1021660/banyak-pr-yang-harus-dibenahi-pemerintah-untuk-mudik"/><item><title>Banyak &quot;PR&quot; yang Harus Dibenahi Pemerintah untuk Mudik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/08/08/320/1021660/banyak-pr-yang-harus-dibenahi-pemerintah-untuk-mudik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/08/08/320/1021660/banyak-pr-yang-harus-dibenahi-pemerintah-untuk-mudik</guid><pubDate>Jum'at 08 Agustus 2014 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/08/08/320/1021660/uVEP3A9JTp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banyak â€œPRâ€ yang Harus Dibenahi Pemerintah untuk Mudik (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/08/08/320/1021660/uVEP3A9JTp.jpg</image><title>Banyak â€œPRâ€ yang Harus Dibenahi Pemerintah untuk Mudik (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penyelenggaraan mudik tahun ini dinilai masih memiliki kekurangan. Kemacetan masih menjadi masalah setiap tahunnya.&quot;Titik macet, rawan longsor, rawan kecelakaan masih tetap ada. Kepala Daerah tidak tahu bagaimana mengatasi masalah itu,&quot; kata pengamat transportasi, Djoko Setijowarno kepada Okezone, Jakarta, Jumat (8/8/2014).Djoko menilai, titik kemacetan makin tak terkendali, terutama dengan adanya pasar tumpah. Selain itu, angkutan umum daerah masih dinilai masih kurang baik.&quot;Angkutan lanjutan di terminal, pelabuhan dan stasiun yang memasang tarif tinggi telah menyusahkan pemudik,&quot; tambahnya.Djoko mengungkapkan, tidak ada solusi jitu yang dilakukan para kepala daerah untuk mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu, presiden terpilih 2014 harus dapat mengatasi hal tersebut.&quot;Harus ada koordinasi antara Kemenhub dan Kemendagri untuk atasi transportasi di daerah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyelenggaraan mudik tahun ini dinilai masih memiliki kekurangan. Kemacetan masih menjadi masalah setiap tahunnya.&quot;Titik macet, rawan longsor, rawan kecelakaan masih tetap ada. Kepala Daerah tidak tahu bagaimana mengatasi masalah itu,&quot; kata pengamat transportasi, Djoko Setijowarno kepada Okezone, Jakarta, Jumat (8/8/2014).Djoko menilai, titik kemacetan makin tak terkendali, terutama dengan adanya pasar tumpah. Selain itu, angkutan umum daerah masih dinilai masih kurang baik.&quot;Angkutan lanjutan di terminal, pelabuhan dan stasiun yang memasang tarif tinggi telah menyusahkan pemudik,&quot; tambahnya.Djoko mengungkapkan, tidak ada solusi jitu yang dilakukan para kepala daerah untuk mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu, presiden terpilih 2014 harus dapat mengatasi hal tersebut.&quot;Harus ada koordinasi antara Kemenhub dan Kemendagri untuk atasi transportasi di daerah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
