<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perinus Sorong Ekspor Cakalang &amp; Baby Tuna 400 Ton</title><description>PT Perikanan Nusantara (Perinus) telah berhasil mengekspor ikan jenis  cakalang dan baby tuna ke negara Asia, seperti Thailand dan Singapura. Perinus berhasil mencatatkan hasil positif dengan mampu mengekspor 400 ton ikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/09/02/320/1033041/perinus-sorong-ekspor-cakalang-baby-tuna-400-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/09/02/320/1033041/perinus-sorong-ekspor-cakalang-baby-tuna-400-ton"/><item><title>Perinus Sorong Ekspor Cakalang &amp; Baby Tuna 400 Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/09/02/320/1033041/perinus-sorong-ekspor-cakalang-baby-tuna-400-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/09/02/320/1033041/perinus-sorong-ekspor-cakalang-baby-tuna-400-ton</guid><pubDate>Selasa 02 September 2014 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/02/320/1033041/0Pq3ZirZ80.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perinus Sorong Ekspor Cakalang &amp; Baby Tuna 400 Ton (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/02/320/1033041/0Pq3ZirZ80.jpg</image><title>Perinus Sorong Ekspor Cakalang &amp; Baby Tuna 400 Ton (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>SORONG - PT Perikanan Nusantara (Perinus) telah berhasil mengekspor ikan jenis cakalang dan baby tuna ke negara Asia, seperti Thailand dan Singapura.
&amp;nbsp;
Kepala Kantor Cabang PT Perinus (Persero) Sri Sri Nonakadarisman mengatakan, pada laporan keuangan tahun buku 2013, Perinus berhasil mencatatkan hasil positif dengan mampu mengekspor 400 ton ikan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sampai saat ini kita melakukan kegiatan penangkapan ikan dan produksi ikan, kita bisa mengekspor ikan di atas target juga, di 2013 kurang lebih 400 ton, jangka waktu 1 tahun dalam kondisi yang baru merangkap,&quot; kata Sri kepada wartawan di Kantornya, Sorong, Papua (2/9/2014).
&amp;nbsp;
Dengan hasil positif, Sri menyebutkan bahwa pendapatan Perinus Cabang Sorong pun mengalami peningkatan yang cukup baik. &quot;Target RKAP pendapatan kita Rp1,9 miliar, tetapi kita bisa sampai Rp2,3 miliar,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Meski demikian, Sri menuturkan, Perinus Cabang Sorong masih memiliki tantangan untuk terus bangkit dari keterpurukan. Salah satunya dengan menyediakan cold storage berkapasitas yang lebih besar dari yang saat ini tersedia.
&amp;nbsp;
&quot;Sebelum mati, dulu kapasitasnya 2.000 ton, tetapi saat ini hanya 200 ton yang kita gunakan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>SORONG - PT Perikanan Nusantara (Perinus) telah berhasil mengekspor ikan jenis cakalang dan baby tuna ke negara Asia, seperti Thailand dan Singapura.
&amp;nbsp;
Kepala Kantor Cabang PT Perinus (Persero) Sri Sri Nonakadarisman mengatakan, pada laporan keuangan tahun buku 2013, Perinus berhasil mencatatkan hasil positif dengan mampu mengekspor 400 ton ikan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sampai saat ini kita melakukan kegiatan penangkapan ikan dan produksi ikan, kita bisa mengekspor ikan di atas target juga, di 2013 kurang lebih 400 ton, jangka waktu 1 tahun dalam kondisi yang baru merangkap,&quot; kata Sri kepada wartawan di Kantornya, Sorong, Papua (2/9/2014).
&amp;nbsp;
Dengan hasil positif, Sri menyebutkan bahwa pendapatan Perinus Cabang Sorong pun mengalami peningkatan yang cukup baik. &quot;Target RKAP pendapatan kita Rp1,9 miliar, tetapi kita bisa sampai Rp2,3 miliar,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Meski demikian, Sri menuturkan, Perinus Cabang Sorong masih memiliki tantangan untuk terus bangkit dari keterpurukan. Salah satunya dengan menyediakan cold storage berkapasitas yang lebih besar dari yang saat ini tersedia.
&amp;nbsp;
&quot;Sebelum mati, dulu kapasitasnya 2.000 ton, tetapi saat ini hanya 200 ton yang kita gunakan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
