<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Limbah Rumah Tangga Picu Pencemaran Sungai di Solo</title><description>Tingkat pencemaran sungai yang ada di Kota Solo sudah melebihi ambang  batas baku mutu. Salah satunya di picu oleh pembuangan limbah rumah  tangga di Solo yang sebagian besar limbahnya masih dibuang langsung ke  aliran sungai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/09/03/471/1033739/limbah-rumah-tangga-picu-pencemaran-sungai-di-solo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/09/03/471/1033739/limbah-rumah-tangga-picu-pencemaran-sungai-di-solo"/><item><title>Limbah Rumah Tangga Picu Pencemaran Sungai di Solo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/09/03/471/1033739/limbah-rumah-tangga-picu-pencemaran-sungai-di-solo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/09/03/471/1033739/limbah-rumah-tangga-picu-pencemaran-sungai-di-solo</guid><pubDate>Rabu 03 September 2014 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/03/471/1033739/oG7As4gtP2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Limbah Rumah Tangga Picu Pencemaran Sungai di Solo (Foto :Ilustrasi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/03/471/1033739/oG7As4gtP2.jpg</image><title>Limbah Rumah Tangga Picu Pencemaran Sungai di Solo (Foto :Ilustrasi/Okezone)</title></images><description>SOLO- Tingkat pencemaran sungai yang ada di Kota Solo sudah melebihi ambang batas baku mutu. Salah satunya di picu oleh pembuangan limbah rumah tangga di Solo yang sebagian besar limbahnya masih dibuang langsung ke aliran sungai. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Solo, Agus S menyebutkan jika proses pembuangan limbah rumah tangga di Solo sebagian besar masih dibuang ke aliran sungai. Saat ini Balai Lingkungan Hidup Solo secara bertahap melalui anggaran APBD dan pusat mulai membenahi persoalan limbah pencemaran air sungai.&quot;Kami sudah bangun IPAL terpadu. Diharapkan ini bisa mengurangi pencemaran air. Janganlah masyarakat buang limbah rumah tangga ke sungai,&quot; terangnya.Ada beberapa sungai di kota Solo yang tingkat pencemarannya tinggi. Bahkan dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo telah melarang warga tidak boleh mengkonsumsi air Kali Jenes sebab sudah tercemar bakteri e-coli. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Solo secara rutin selalu melakukan uji laboratorium kualitas air sungai di Solo. Ada sekitar tujuh komponen parameter yang dijadikan acuhan untuk mengetes kondisi air apakah tercemar atau tidak. &quot;Dengan mengukur kadar BOD, COD, kandungan logam berat, warna, bau, dan rasa, seng, dan lainnya,&quot; terangnya lagi.&amp;nbsp; Selain disebabkan karena limbah rumah tangga, pencemaran air sungau juga disebabkan masih ada industri rumah tangga yang buang limbah langsung ke sungai. Selain itu juga pembuanga lumpur tinja ke sungai juga menjadi pemicu tercemarnya air sungai. Sementara itu, Kabid Pencemaran BLH, Sultan Najamudin menyebutkan pencemaran air terjadi hampir di semua sungai di Kota Solo.&quot;Kondisi air sungai diketahui melebihi ambang batas baku mutu. Sebenarnya bukan hanya di Solo saja namun juga sungai di seluruh Indonesia,&quot; jelasnya kepada Okezone belum lama ini.&amp;nbsp; Bahkan dari tahun 2013 lalu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Solo sudah melakukan uji lab dan hasilnya semua sungai tercemar. Bukan hanya Kali Jenes saja, tapi semua sungai di Solo.Pencemaran sudah menjadi tradisi hidup masyarakat yang harus segera di hilangkan beralih pada pola hidup yang sehat.</description><content:encoded>SOLO- Tingkat pencemaran sungai yang ada di Kota Solo sudah melebihi ambang batas baku mutu. Salah satunya di picu oleh pembuangan limbah rumah tangga di Solo yang sebagian besar limbahnya masih dibuang langsung ke aliran sungai. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Solo, Agus S menyebutkan jika proses pembuangan limbah rumah tangga di Solo sebagian besar masih dibuang ke aliran sungai. Saat ini Balai Lingkungan Hidup Solo secara bertahap melalui anggaran APBD dan pusat mulai membenahi persoalan limbah pencemaran air sungai.&quot;Kami sudah bangun IPAL terpadu. Diharapkan ini bisa mengurangi pencemaran air. Janganlah masyarakat buang limbah rumah tangga ke sungai,&quot; terangnya.Ada beberapa sungai di kota Solo yang tingkat pencemarannya tinggi. Bahkan dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo telah melarang warga tidak boleh mengkonsumsi air Kali Jenes sebab sudah tercemar bakteri e-coli. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Solo secara rutin selalu melakukan uji laboratorium kualitas air sungai di Solo. Ada sekitar tujuh komponen parameter yang dijadikan acuhan untuk mengetes kondisi air apakah tercemar atau tidak. &quot;Dengan mengukur kadar BOD, COD, kandungan logam berat, warna, bau, dan rasa, seng, dan lainnya,&quot; terangnya lagi.&amp;nbsp; Selain disebabkan karena limbah rumah tangga, pencemaran air sungau juga disebabkan masih ada industri rumah tangga yang buang limbah langsung ke sungai. Selain itu juga pembuanga lumpur tinja ke sungai juga menjadi pemicu tercemarnya air sungai. Sementara itu, Kabid Pencemaran BLH, Sultan Najamudin menyebutkan pencemaran air terjadi hampir di semua sungai di Kota Solo.&quot;Kondisi air sungai diketahui melebihi ambang batas baku mutu. Sebenarnya bukan hanya di Solo saja namun juga sungai di seluruh Indonesia,&quot; jelasnya kepada Okezone belum lama ini.&amp;nbsp; Bahkan dari tahun 2013 lalu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Solo sudah melakukan uji lab dan hasilnya semua sungai tercemar. Bukan hanya Kali Jenes saja, tapi semua sungai di Solo.Pencemaran sudah menjadi tradisi hidup masyarakat yang harus segera di hilangkan beralih pada pola hidup yang sehat.</content:encoded></item></channel></rss>
