<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>49,7% Energi Pembangkit Listrik dari Minyak Bumi</title><description>Minyak bumi masih mendominasi bauran energi bahan bakar pembangkit, yaitu sebesar 49,7 persen</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/09/04/19/1034081/49-7-energi-pembangkit-listrik-dari-minyak-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/09/04/19/1034081/49-7-energi-pembangkit-listrik-dari-minyak-bumi"/><item><title>49,7% Energi Pembangkit Listrik dari Minyak Bumi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/09/04/19/1034081/49-7-energi-pembangkit-listrik-dari-minyak-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/09/04/19/1034081/49-7-energi-pembangkit-listrik-dari-minyak-bumi</guid><pubDate>Kamis 04 September 2014 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/04/19/1034081/PgEeGSZr8X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">49,7% Energi Pembangkit Listrik dari Minyak Bumi (Ilustrasi: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/04/19/1034081/PgEeGSZr8X.jpg</image><title>49,7% Energi Pembangkit Listrik dari Minyak Bumi (Ilustrasi: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Minyak bumi masih mendominasi bauran energi bahan bakar pembangkit, yaitu sebesar 49,7 persen. Pemerintah akan berupaya untuk menurunkan ketergantungan ini hingga menjadi 25 persen tahun 2025.Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, menyebutkan peran batu bara dan gas bumi akan ditingkatkan demikian juga dan energi baru terbarukan.Dia mengatakan, bangsa Indonesia memiliki banyak cadangan pasokan batu bara sehingga lebih layak diperhitungkan untuk dipergunakan. Ke depan, Jarman memperkirakan, hingga 10 tahun ke depan, batu bara akan tetap menjadi pemasok utama bahan bakar pembangkit di Asia Tenggara.Dirinya mengingatkan, dalam memanfaatkan batu bara ada tiga faktor yang harus diperhatikan, pertama masalah sekuriti pasokan batu bara, kedua, keekonomian dan ketiga lingkungan.&amp;ldquo;Faktor lingkungan itu harus diperhatikan, jangan membakar batu bara saja tapi environmentalnya tidak terpenuh, karena kita tahu batu bara itu menghasilkan emisi yang cukup besar, karena itulah perlu dicari teknologi yang dapat memenuhi tiga kriteria tadi,&amp;rdquo; ujar Jarman, dilansir dari laman Ditjen Migas Kementerian ESDM, Kamis (4/9/2014).Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) untuk batu bara, diharapkan dapat berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan sehingga dapat memenuhi kebutuhan terutama untuk pembangkit tenaga listrik.Bila penggunaan batu bara saat ini baru sekitar 50 persen, diharapkan pada tahun 2020, batu bara dapat menyumbang 63 persen dari bauran energi nasional untuk sub sektor kelistrikan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Minyak bumi masih mendominasi bauran energi bahan bakar pembangkit, yaitu sebesar 49,7 persen. Pemerintah akan berupaya untuk menurunkan ketergantungan ini hingga menjadi 25 persen tahun 2025.Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, menyebutkan peran batu bara dan gas bumi akan ditingkatkan demikian juga dan energi baru terbarukan.Dia mengatakan, bangsa Indonesia memiliki banyak cadangan pasokan batu bara sehingga lebih layak diperhitungkan untuk dipergunakan. Ke depan, Jarman memperkirakan, hingga 10 tahun ke depan, batu bara akan tetap menjadi pemasok utama bahan bakar pembangkit di Asia Tenggara.Dirinya mengingatkan, dalam memanfaatkan batu bara ada tiga faktor yang harus diperhatikan, pertama masalah sekuriti pasokan batu bara, kedua, keekonomian dan ketiga lingkungan.&amp;ldquo;Faktor lingkungan itu harus diperhatikan, jangan membakar batu bara saja tapi environmentalnya tidak terpenuh, karena kita tahu batu bara itu menghasilkan emisi yang cukup besar, karena itulah perlu dicari teknologi yang dapat memenuhi tiga kriteria tadi,&amp;rdquo; ujar Jarman, dilansir dari laman Ditjen Migas Kementerian ESDM, Kamis (4/9/2014).Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) untuk batu bara, diharapkan dapat berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan sehingga dapat memenuhi kebutuhan terutama untuk pembangkit tenaga listrik.Bila penggunaan batu bara saat ini baru sekitar 50 persen, diharapkan pada tahun 2020, batu bara dapat menyumbang 63 persen dari bauran energi nasional untuk sub sektor kelistrikan.</content:encoded></item></channel></rss>
