<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Miskin, 5 Juta Petani Alih Profesi</title><description>Sebanyak 5 juta petani di Indonesia pindah profesi di sektor informal dan formal. Tingkat kemiskinan menjadi alasan perpindahan profesi tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/09/11/320/1037512/miskin-5-juta-petani-alih-profesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/09/11/320/1037512/miskin-5-juta-petani-alih-profesi"/><item><title>Miskin, 5 Juta Petani Alih Profesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/09/11/320/1037512/miskin-5-juta-petani-alih-profesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/09/11/320/1037512/miskin-5-juta-petani-alih-profesi</guid><pubDate>Kamis 11 September 2014 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/11/320/1037512/yrSk0VUF5n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Miskin, 5 Juta Petani Alih Profesi (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/11/320/1037512/yrSk0VUF5n.jpg</image><title>Miskin, 5 Juta Petani Alih Profesi (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengungkapkan menurunnya jumlah petani dikarenakan banyak yang berpindah profesi. Pindahnya profesi ini lebih banyak di sektor informal dan formal.&quot;Banyak yang pindah dan beralih profesi di sektor informal dan formal. Contohnya di sektor transportasi menjadi sopir taksi,&quot; ucap Suryamin di Jakarta, Kamis (12/09/2014).Suryamin menambahkan, tidak hanya banyak beralih ke sektor transportasi, tetapi banyak juga petani yang pindah ke sektor pariwisata, jasa serta penambangan.&quot;Kemudian banyak juga yang masuk ke industri mikro dan penggalian pasir,&quot; sambungnya.Bahkan, lanjut Suryamin, tingkat kemiskinan tertinggi ada pada masyarakat di sektor pertanian, terutama pada kelompok buruh tani. &quot;Dari 28,28 juta orang miskin, sebanyak 80-90 persen tingkat kemiskinan ada pada sektor pertanian. Ini yang menjadi buruh petaninya, bukan pengelolanya. Diharapkan pemerintah bisa memanfaatkan data BPS untuk meningkatkan sektor pertanian ke depan,&quot; paparnya.Meski tingkat kemiskinan sangat tinggi di sektor pertanian, menurut Suryamin, kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) merupakan yang tertinggi setelah industri pengolahan. &quot;Malahan, ekspor produk pertanian mampu mengalami peningkatan hingga 362,2 persen,&quot; tutupnya.Sebelumnya, BPS menyatakan bahwa sektor pertanian dalam negeri mengalami penurunan. Hal ini tidak terlepas selama 10 tahun, jumlah rumah tangga tani menyusut lebih dari 5 juta jiwa.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengungkapkan menurunnya jumlah petani dikarenakan banyak yang berpindah profesi. Pindahnya profesi ini lebih banyak di sektor informal dan formal.&quot;Banyak yang pindah dan beralih profesi di sektor informal dan formal. Contohnya di sektor transportasi menjadi sopir taksi,&quot; ucap Suryamin di Jakarta, Kamis (12/09/2014).Suryamin menambahkan, tidak hanya banyak beralih ke sektor transportasi, tetapi banyak juga petani yang pindah ke sektor pariwisata, jasa serta penambangan.&quot;Kemudian banyak juga yang masuk ke industri mikro dan penggalian pasir,&quot; sambungnya.Bahkan, lanjut Suryamin, tingkat kemiskinan tertinggi ada pada masyarakat di sektor pertanian, terutama pada kelompok buruh tani. &quot;Dari 28,28 juta orang miskin, sebanyak 80-90 persen tingkat kemiskinan ada pada sektor pertanian. Ini yang menjadi buruh petaninya, bukan pengelolanya. Diharapkan pemerintah bisa memanfaatkan data BPS untuk meningkatkan sektor pertanian ke depan,&quot; paparnya.Meski tingkat kemiskinan sangat tinggi di sektor pertanian, menurut Suryamin, kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) merupakan yang tertinggi setelah industri pengolahan. &quot;Malahan, ekspor produk pertanian mampu mengalami peningkatan hingga 362,2 persen,&quot; tutupnya.Sebelumnya, BPS menyatakan bahwa sektor pertanian dalam negeri mengalami penurunan. Hal ini tidak terlepas selama 10 tahun, jumlah rumah tangga tani menyusut lebih dari 5 juta jiwa.</content:encoded></item></channel></rss>
