<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makin Cepat BBM Naik, Makin Baik untuk Pasar</title><description>Semakin cepat BBM dinaikkan, maka akan lebih baik untuk sentimen di pasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/15/20/1052572/makin-cepat-bbm-naik-makin-baik-untuk-pasar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/10/15/20/1052572/makin-cepat-bbm-naik-makin-baik-untuk-pasar"/><item><title>Makin Cepat BBM Naik, Makin Baik untuk Pasar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/15/20/1052572/makin-cepat-bbm-naik-makin-baik-untuk-pasar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/10/15/20/1052572/makin-cepat-bbm-naik-makin-baik-untuk-pasar</guid><pubDate>Rabu 15 Oktober 2014 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/15/20/1052572/CqcHoyqTf4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/15/20/1052572/CqcHoyqTf4.jpg</image><title>Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Berbagai isu ekonomi global telah mempengaruhi pergerakan pasar domestik yang masih tidak sesuai dengan harapan. Akibatnya, laju pertumbuhan ekonomi global pun diprediksi turun oleh beberapa lembaga internasional.&amp;nbsp;Ekonom Mandiri, Destry Damayanti, menjelaskan selain dari luar negeri, ekonomi dalam negeri pun masih tidak mendukung. Pasalnya, tingginya subsidi bahan bakar minyak (BBM) telah membuat defisit negara diperkirakan mencapai angka 4 persen.&quot;Sehingga butuh adanya kebijakan dalam sumber energi yang paling berpengaruh bagi Indonesia, terutama kebijakan ekspor impor minyak,&quot; ungkap dia di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (15/10/2014). Lebih jauh dia mengatakan, adanya kebijakan penyesuaian harga BBM juga akan mempengaruhi outlook inflasi ekonomi 2015. &quot;Bila&amp;nbsp; terjadi kenaikan awal 2015, maka akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini karena ekonomi kita sekarang sudah parah,&quot; jelas dia.Dia memperkirakan, jika BBM dinaikkan Rp3.000 pada awal 2015, diperkirakan inflasi 5,1 persen akan mencapai dengan defisit neraca berjalan mencapai 3,3 persen. &quot;Semakin cepat BBM dinaikkan, maka akan lebih baik untuk sentimen di pasar,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Berbagai isu ekonomi global telah mempengaruhi pergerakan pasar domestik yang masih tidak sesuai dengan harapan. Akibatnya, laju pertumbuhan ekonomi global pun diprediksi turun oleh beberapa lembaga internasional.&amp;nbsp;Ekonom Mandiri, Destry Damayanti, menjelaskan selain dari luar negeri, ekonomi dalam negeri pun masih tidak mendukung. Pasalnya, tingginya subsidi bahan bakar minyak (BBM) telah membuat defisit negara diperkirakan mencapai angka 4 persen.&quot;Sehingga butuh adanya kebijakan dalam sumber energi yang paling berpengaruh bagi Indonesia, terutama kebijakan ekspor impor minyak,&quot; ungkap dia di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (15/10/2014). Lebih jauh dia mengatakan, adanya kebijakan penyesuaian harga BBM juga akan mempengaruhi outlook inflasi ekonomi 2015. &quot;Bila&amp;nbsp; terjadi kenaikan awal 2015, maka akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini karena ekonomi kita sekarang sudah parah,&quot; jelas dia.Dia memperkirakan, jika BBM dinaikkan Rp3.000 pada awal 2015, diperkirakan inflasi 5,1 persen akan mencapai dengan defisit neraca berjalan mencapai 3,3 persen. &quot;Semakin cepat BBM dinaikkan, maka akan lebih baik untuk sentimen di pasar,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
