<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Listrik Naik, BI Prediksi Inflasi Oktober 0,36%</title><description>Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa kenaikan inflasi  lebih disebabkan karena adanya kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) </description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/17/20/1053548/listrik-naik-bi-prediksi-inflasi-oktober-0-36</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/10/17/20/1053548/listrik-naik-bi-prediksi-inflasi-oktober-0-36"/><item><title>Listrik Naik, BI Prediksi Inflasi Oktober 0,36%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/17/20/1053548/listrik-naik-bi-prediksi-inflasi-oktober-0-36</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/10/17/20/1053548/listrik-naik-bi-prediksi-inflasi-oktober-0-36</guid><pubDate>Jum'at 17 Oktober 2014 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/17/20/1053548/47cyfhq5GT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Listrik Naik, BI Prediksi Inflasi Oktober 0,36% (Ilustrasi: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/17/20/1053548/47cyfhq5GT.jpg</image><title>Listrik Naik, BI Prediksi Inflasi Oktober 0,36% (Ilustrasi: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Hasil survei pemantauan harga (SPH) Bank Indonesia (BI) diperoleh bahwa inflasi bulan Oktober 2014 diperkirakan sebesar 0,36 persen (month-to-month/mtm) atau lebih tinggi dari inflasi pada September 2014 yang mencapai 0,27 persen.Sementara untuk inflasi year-on-year (yoy) atau periode Oktober 2013 hingga Oktober 2014 diperkirakan berada pada kisaran 4,72 persen. Angka tersebut lebih tinggi bila dibandingkan inflasi yoy September 2013 hingga September 2014 yang mencapai 4,53 persen.Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa kenaikan inflasi lebih disebabkan karena adanya kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) tahap II. Menurut penuturannya, kenaikan TTL tahap II tersebut telah menyumbang inflasi paling besar yakni mencapai 0,11 persen.&quot;Faktornya itu, kenaikan TTL tahap II, sisanya lain-lain karena ada beberapa seperti biaya pendidikan, biaya tempat tinggal dan segala macam,&quot; kata dia di Gedung BI, Jumat (17/10/2014).Meskipun begitu, Perry menjelaskan bahwa kenaikan inflasi di bulan Oktober 2014 tersebut lebih bersifat musiman. &quot;Ini kan pola musimannya, bulan Oktober lebih tinggi dari September, tapi memang inflasi Oktober yang diperkirakan 0,36 persen kalau secara historinya lebih tinggi,&quot; tukasnya .</description><content:encoded>JAKARTA - Hasil survei pemantauan harga (SPH) Bank Indonesia (BI) diperoleh bahwa inflasi bulan Oktober 2014 diperkirakan sebesar 0,36 persen (month-to-month/mtm) atau lebih tinggi dari inflasi pada September 2014 yang mencapai 0,27 persen.Sementara untuk inflasi year-on-year (yoy) atau periode Oktober 2013 hingga Oktober 2014 diperkirakan berada pada kisaran 4,72 persen. Angka tersebut lebih tinggi bila dibandingkan inflasi yoy September 2013 hingga September 2014 yang mencapai 4,53 persen.Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa kenaikan inflasi lebih disebabkan karena adanya kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) tahap II. Menurut penuturannya, kenaikan TTL tahap II tersebut telah menyumbang inflasi paling besar yakni mencapai 0,11 persen.&quot;Faktornya itu, kenaikan TTL tahap II, sisanya lain-lain karena ada beberapa seperti biaya pendidikan, biaya tempat tinggal dan segala macam,&quot; kata dia di Gedung BI, Jumat (17/10/2014).Meskipun begitu, Perry menjelaskan bahwa kenaikan inflasi di bulan Oktober 2014 tersebut lebih bersifat musiman. &quot;Ini kan pola musimannya, bulan Oktober lebih tinggi dari September, tapi memang inflasi Oktober yang diperkirakan 0,36 persen kalau secara historinya lebih tinggi,&quot; tukasnya .</content:encoded></item></channel></rss>
