<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Delapan Tantangan Jokowi-JK di Sektor Ekonomi</title><description>Ada delapan tantangan perekonomian jangka pendek yang akan dihadapi oleh Presiden Jokowi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/22/20/1055608/delapan-tantangan-jokowi-jk-di-sektor-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/10/22/20/1055608/delapan-tantangan-jokowi-jk-di-sektor-ekonomi"/><item><title>Delapan Tantangan Jokowi-JK di Sektor Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/22/20/1055608/delapan-tantangan-jokowi-jk-di-sektor-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/10/22/20/1055608/delapan-tantangan-jokowi-jk-di-sektor-ekonomi</guid><pubDate>Rabu 22 Oktober 2014 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/22/20/1055608/delapan-tantangan-jokowi-jk-di-sektor-ekonomi-bglASgsgNc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Delapan Tantangan Jokowi-JK di Sektor Ekonomi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/22/20/1055608/delapan-tantangan-jokowi-jk-di-sektor-ekonomi-bglASgsgNc.jpg</image><title>Delapan Tantangan Jokowi-JK di Sektor Ekonomi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ada delapan tantangan perekonomian jangka pendek yang akan dihadapi oleh rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).&quot;Tantangan perekonomian rezim Jokowi-JK, kalau menurut saya cukup berat,&quot; kata mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah di Wisma Intra Asia, Jakarta, Rabu (22/10/2014).&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/22/16816/104783_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Dia menyebutkan, tantangan pertama dalam jangka pendek yang akan dihadapi pemerintah baru adalah mengenai perlambatan ekonomi dunia. Yang kedua, adalah menurunnya harga komoditas.&quot;Kemerosotan harga komoditi menyebabkan kita neraca perdagangan defisit,&quot; tambahnya.&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8yMi8yMi81NjQ0Mi8zODUyMDk0OTc0MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;Sementara selanjutnya, pemerintahan Jokowi-JK pun akan dihadapkan mengenai defisit transaksi berjalan. Tantangan yang keempat adalah kenaikan defisit APBN.&quot;Kelima perlambatan PDB Indonesia. Keenam peningkatan ekspektasi inflasi. Ketujuh risiko pembalikan arus modal asing, dan kedelapan pernambahan utang luar negeri,&quot; tutupnya </description><content:encoded>JAKARTA - Ada delapan tantangan perekonomian jangka pendek yang akan dihadapi oleh rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).&quot;Tantangan perekonomian rezim Jokowi-JK, kalau menurut saya cukup berat,&quot; kata mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah di Wisma Intra Asia, Jakarta, Rabu (22/10/2014).&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/22/16816/104783_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Dia menyebutkan, tantangan pertama dalam jangka pendek yang akan dihadapi pemerintah baru adalah mengenai perlambatan ekonomi dunia. Yang kedua, adalah menurunnya harga komoditas.&quot;Kemerosotan harga komoditi menyebabkan kita neraca perdagangan defisit,&quot; tambahnya.&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8yMi8yMi81NjQ0Mi8zODUyMDk0OTc0MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;Sementara selanjutnya, pemerintahan Jokowi-JK pun akan dihadapkan mengenai defisit transaksi berjalan. Tantangan yang keempat adalah kenaikan defisit APBN.&quot;Kelima perlambatan PDB Indonesia. Keenam peningkatan ekspektasi inflasi. Ketujuh risiko pembalikan arus modal asing, dan kedelapan pernambahan utang luar negeri,&quot; tutupnya </content:encoded></item></channel></rss>
