<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Roti Naik 15% Pasca-Kenaikan BBM</title><description>Harga roti di Indonesia diprediksi naik 15 persen pasca-pemerintah  menerapkan kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/23/320/1056033/harga-roti-naik-15-pasca-kenaikan-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/10/23/320/1056033/harga-roti-naik-15-pasca-kenaikan-bbm"/><item><title>Harga Roti Naik 15% Pasca-Kenaikan BBM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/23/320/1056033/harga-roti-naik-15-pasca-kenaikan-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/10/23/320/1056033/harga-roti-naik-15-pasca-kenaikan-bbm</guid><pubDate>Kamis 23 Oktober 2014 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/23/320/1056033/harga-roti-naik-15-pasca-kenaikan-bbm-T9O2JN1AtZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Roti Naik 15% Pasca-Kenaikan BBM (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/23/320/1056033/harga-roti-naik-15-pasca-kenaikan-bbm-T9O2JN1AtZ.jpg</image><title>Harga Roti Naik 15% Pasca-Kenaikan BBM (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Harga roti di Indonesia diprediksi naik 15 persen pasca-pemerintah menerapkan kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang wacananya akan dilakukan pada November 2014.

Ketua Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia (APEBI), Chris Hadijaya mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi tentu akan memberikan tambahan terhadap biaya produksi, dengan tambahan empat persen.

&quot;Kenaikan 10-15 persen, kalau terjadi naik BBM lagi akan menambah 7 persen biaya produksi, harga mau enggak mau naik lagi sekitar 15 persen,&quot; kata

Chris menyebutkan, kenaikan harga roti bukan langsung diakibatkan karena kenaikan harga BBM subsidi itu sendiri, melainkan kenaikan barang-barang turunannya yang bersangkutan dengan BBM subsidi itu sendiri, seperti bahan baku tepung, gula.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2010/10/18/899/4417_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Chris menyebutkan, tingginya kenaikan harga roti juga disebabkan sebelum kenaikan harga BBM subsidi, industri bakery di Indonesia telah dihadapkan dengan kenaikan harga listrik dan harga gas elpiji 12 kg.

&quot;Antisipasinya mau tidak mau UKM yang berbasis dengan teknologi tradisional, harus menyesuaikan dengan teknologi ter depan, karena kalau tradisional itu boros LPG, kalau yang baru itu rendah LPG,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga roti di Indonesia diprediksi naik 15 persen pasca-pemerintah menerapkan kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang wacananya akan dilakukan pada November 2014.

Ketua Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia (APEBI), Chris Hadijaya mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi tentu akan memberikan tambahan terhadap biaya produksi, dengan tambahan empat persen.

&quot;Kenaikan 10-15 persen, kalau terjadi naik BBM lagi akan menambah 7 persen biaya produksi, harga mau enggak mau naik lagi sekitar 15 persen,&quot; kata

Chris menyebutkan, kenaikan harga roti bukan langsung diakibatkan karena kenaikan harga BBM subsidi itu sendiri, melainkan kenaikan barang-barang turunannya yang bersangkutan dengan BBM subsidi itu sendiri, seperti bahan baku tepung, gula.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2010/10/18/899/4417_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Chris menyebutkan, tingginya kenaikan harga roti juga disebabkan sebelum kenaikan harga BBM subsidi, industri bakery di Indonesia telah dihadapkan dengan kenaikan harga listrik dan harga gas elpiji 12 kg.

&quot;Antisipasinya mau tidak mau UKM yang berbasis dengan teknologi tradisional, harus menyesuaikan dengan teknologi ter depan, karena kalau tradisional itu boros LPG, kalau yang baru itu rendah LPG,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
