<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kadin Nilai Sosialisasi Pasar Bebas 2015 Masih Kurang</title><description>Kadin mengungkapkan bahwa sosialisasi pemerintah terhadap Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 masih minim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/24/320/1056607/kadin-nilai-sosialisasi-pasar-bebas-2015-masih-kurang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/10/24/320/1056607/kadin-nilai-sosialisasi-pasar-bebas-2015-masih-kurang"/><item><title>Kadin Nilai Sosialisasi Pasar Bebas 2015 Masih Kurang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/24/320/1056607/kadin-nilai-sosialisasi-pasar-bebas-2015-masih-kurang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/10/24/320/1056607/kadin-nilai-sosialisasi-pasar-bebas-2015-masih-kurang</guid><pubDate>Jum'at 24 Oktober 2014 18:46 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/24/320/1056607/kadin-nilai-sosialisasi-pasar-bebas-2015-masih-kurang-E1wZU9ctz8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kadin Nilai Sosialisasi Pasar Bebas 2015 Masih Kurang (Ilustrasi: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/24/320/1056607/kadin-nilai-sosialisasi-pasar-bebas-2015-masih-kurang-E1wZU9ctz8.jpg</image><title>Kadin Nilai Sosialisasi Pasar Bebas 2015 Masih Kurang (Ilustrasi: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengungkapkan bahwa sosialisasi pemerintah terhadap Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 masih minim. Padahal MEA diagendakan berlangsung pada Desember 2015.

&amp;ldquo;Artinya Indonesia hanya memiliki waktu satu tahun untuk mempersiapkan diri. Menurut saya salah satu kelemahannya adalah sosialisasi,&quot; ungkap Ketua Kadin DKI Jakarta Eddy Kuntadi di Hotel JS Luwansa, Jumat (24/10/2014).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2013/12/11/12445/77979_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurutnya, pemerintah harus segera membenahi itu. Pasalnya peran generasi muda merupakan kunci utama bangsa Indonesia untuk bertahan dari serangan produk negara-negara ASEAN yang akan masuk.

&quot;Sekarang kita ke mahasiswa deh coba, mereka tahu enggak MEA itu apa. Mereka yang akan menjalankan dan mungkin belum tahu,&quot; jelasnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxMS8xMS8xMC80LzE5MzY2&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Pihaknya menilai saat ini Indonesia sudah tertinggal jauh di belakang Malaysia. Pasalnya di Negeri Jiran pengetahuan mengenai MEA sudah mulai diajarkan di sekolah-sekolah sebagai ilmu pengetahuan.

&quot;Kita bandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia, mereka sudah lebih dini menyampaikan dan membahas MEA sampai ke dunia pendidikan, Mereka aware, mereka tahu persoalannya adalah daya siang. Pemerintah disatu sisi hrus menyiapkan instrumennya,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengungkapkan bahwa sosialisasi pemerintah terhadap Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 masih minim. Padahal MEA diagendakan berlangsung pada Desember 2015.

&amp;ldquo;Artinya Indonesia hanya memiliki waktu satu tahun untuk mempersiapkan diri. Menurut saya salah satu kelemahannya adalah sosialisasi,&quot; ungkap Ketua Kadin DKI Jakarta Eddy Kuntadi di Hotel JS Luwansa, Jumat (24/10/2014).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2013/12/11/12445/77979_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurutnya, pemerintah harus segera membenahi itu. Pasalnya peran generasi muda merupakan kunci utama bangsa Indonesia untuk bertahan dari serangan produk negara-negara ASEAN yang akan masuk.

&quot;Sekarang kita ke mahasiswa deh coba, mereka tahu enggak MEA itu apa. Mereka yang akan menjalankan dan mungkin belum tahu,&quot; jelasnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxMS8xMS8xMC80LzE5MzY2&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Pihaknya menilai saat ini Indonesia sudah tertinggal jauh di belakang Malaysia. Pasalnya di Negeri Jiran pengetahuan mengenai MEA sudah mulai diajarkan di sekolah-sekolah sebagai ilmu pengetahuan.

&quot;Kita bandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia, mereka sudah lebih dini menyampaikan dan membahas MEA sampai ke dunia pendidikan, Mereka aware, mereka tahu persoalannya adalah daya siang. Pemerintah disatu sisi hrus menyiapkan instrumennya,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
