<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Menteri ESDM: Kita Tak Boleh Didikte Pasar</title><description>Pemerintah tidak boleh didikte pasar, oleh karena itu harus dibangun kilang minyak baru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/29/19/1058363/menteri-esdm-kita-tak-boleh-didikte-pasar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/10/29/19/1058363/menteri-esdm-kita-tak-boleh-didikte-pasar"/><item><title>  Menteri ESDM: Kita Tak Boleh Didikte Pasar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/29/19/1058363/menteri-esdm-kita-tak-boleh-didikte-pasar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/10/29/19/1058363/menteri-esdm-kita-tak-boleh-didikte-pasar</guid><pubDate>Rabu 29 Oktober 2014 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/29/19/1058363/menteri-esdm-kita-tak-boleh-didikte-pasar-PxUg2qzTXJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kilang minyak. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/29/19/1058363/menteri-esdm-kita-tak-boleh-didikte-pasar-PxUg2qzTXJ.jpg</image><title>Ilustrasi kilang minyak. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membangun kilang minyak, meskipun hal tersebut dirasa sulit. Pasalnya, pembangunan kilang minyak diperlukan untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia.&quot;Sudah lama sektor ini tidak melakukan hal yang sulit, tapi penting bagi masa depan. Kilang sebagai penyimpan BBM sulit tapi penting. Kita akan tinjau dan akan kita dorong agar fasilitasi itu jadi prioritas kita dan hal ini sudah diobrolkan dengan Presiden,&quot; kata Menteri ESDM Sudirman Said di Kementrian ESDM, Jakarta, Rabu (28/10/2014).Lebih lanjut dia menjelaskan, guna merealisasikan hal itu Indonesia harus memiliki pengelolaan di pasar, sehingga dapat mengendalikan harga. &quot;Kita harus punya pengolahan yang cukup untuk market. Tidak masuk akal kalau pemerintah didikte pasar,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2012/01/01/4275/25402_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
kilang Cilacap
&amp;nbsp;
Selain itu, dia mengatakan pelarangan ekspor juga akan terus dilakukan. Pasalnya, hal ini akan berdampak positif pada nilai tambah mineral Indonesia.&quot;Barang kali kata melarang ekspor sesuatu yang terlalu tajam, mungkin yang dimaksud adalah meningkatkan nilai tambah semaksimal mungkin untuk kepentingan nasional. Mengekspor bahan baku bahan mentah itu, tindakan mudah tapi tidak serta merta langsung bisa membangun nasional kapasitas,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membangun kilang minyak, meskipun hal tersebut dirasa sulit. Pasalnya, pembangunan kilang minyak diperlukan untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia.&quot;Sudah lama sektor ini tidak melakukan hal yang sulit, tapi penting bagi masa depan. Kilang sebagai penyimpan BBM sulit tapi penting. Kita akan tinjau dan akan kita dorong agar fasilitasi itu jadi prioritas kita dan hal ini sudah diobrolkan dengan Presiden,&quot; kata Menteri ESDM Sudirman Said di Kementrian ESDM, Jakarta, Rabu (28/10/2014).Lebih lanjut dia menjelaskan, guna merealisasikan hal itu Indonesia harus memiliki pengelolaan di pasar, sehingga dapat mengendalikan harga. &quot;Kita harus punya pengolahan yang cukup untuk market. Tidak masuk akal kalau pemerintah didikte pasar,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2012/01/01/4275/25402_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
kilang Cilacap
&amp;nbsp;
Selain itu, dia mengatakan pelarangan ekspor juga akan terus dilakukan. Pasalnya, hal ini akan berdampak positif pada nilai tambah mineral Indonesia.&quot;Barang kali kata melarang ekspor sesuatu yang terlalu tajam, mungkin yang dimaksud adalah meningkatkan nilai tambah semaksimal mungkin untuk kepentingan nasional. Mengekspor bahan baku bahan mentah itu, tindakan mudah tapi tidak serta merta langsung bisa membangun nasional kapasitas,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
